Dibenci Atasan? Hadapi dengan 8 Hal ini!

Dibenci Atasan? Hadapi dengan 8 Hal ini!

Menjadi perempuan dimana-mana negara sama saja menurutku, bersyukurlah kita kepada para penggiat pemberdayaan perempuan yang mampu membawa isu kesetaraan gender sehingga saat ini perempuan punya banyak kesempatan dalam meraih posisi ditiap pekerjaannya.

Tips Hadapi Atasan

Bagaimana dengan aku? Ketika aku single memang impian banget menjadi wanita karir minimal sampai General Manager-lah, namun melihat pengalaman teman-teman rasanya aku tak perlu melanjutkan impian itu karena semua pilihan ada konsekuensinya. Ada teman yang menyalahkan dirinya tak bisa membersamai anak-anak ketika sebuah tanggungjawab, ada juga yang tak bisa menjadi istri idaman suami hanya karena pekerjaan. Sejak itu aku berpikir untuk seperti ini saja, karena dengan posisi ini aku bisa punya waktu untuk anak-suami, bisa hangout bersama teman atau melakukan hobiku dengan banyak waktu.

Alhamdulillah selalu punya atasan yang baik, hingga suatu saat akhirnya aku dipertemukan dengan atasan yang membenci diriku. Alasannya apa? Aku juga nggak tahu karena rasa itu sudah aku terima sejak awal aku mengenalnya. Sedih? Tentu! karena bagaimanapun aku selalu ingin tahu mengapa aku dibenci, apa salahku?

Beruntung atasannya atasanku sudah 4 kali berganti tetap punya pandangan positif kepada ku, pun begitu dengan rekan kerja juga baik-baik saja. Hal ini membuat aku tetap bisa melakukan pekerjaan seperti biasa, rasa benci yang ditunjukkan atasanku bisa aku abaikan, meski kadang sekuat tenaga aku menahan diri supaya tak emosi.

Lantas bagaimana aku tahu kalau atasan membenciku?

Tanda Atasan Membenci Anak Buah

  1. Tidak melibatkan anak buah dalam pekerjaan, seriously aku benar-benar dianggap nggak ada. Kadang aku menawarkan bantuan namun diabaikan, pekerjaan hanya diberi kepada rekan kerja seruanganku. Aku tak pernah dilibatkan dalam hal apapun
  2. Bicara kejelakan anak buah, sering kali aku mendengar laporan dari rekan kerja kalau atasanku menjelekkanku, sedih ya? Tapi selama kejelakan itu bukan fakta maka tenang sajalah.
  3. Tak menghargai usaha anak buah, aku sering mengambil perhatiannya dengan melakukan pekerjaan , yah namanya juga benci maka hasil kerjaku selalu dinilai salah.
Tiga hal di atas saja yang aku rasakan, kalau masalah sengaja bikin aku telat pulang nggak pernah sih wong dikasih kerjaan aja nggak kan? haha. Lalu bagaimana aku bisa bertahan hingga saat ini? Ketika dihadapkan persoalan hidup inilah aku merasakan betapa pentingnya adab daripada ilmu. Semua pengetahuanku terkait pekerjaan tak mampu meluluhkan atasanku, lalu aku berusaha tetap hormat kepada Beliau meski aku dibenci, tak sekalipun aku membalas perbuatannya dengan 'kutukan'.

Dibenci Atasan? Ini dia tipsnya!

  1. Hormatilah Atasan, bagaimanapun sulitnya situasi kalian di tempat kerja maka tetap hormati atasan kalian. Kerugian hanya milik orang kecil itu ada benarnya. Apalagi dalam dunia kerja kalau kita tak hormat kepada atasan bisa langsung dikenakan pasal pelanggaran. Kalau cuman perasaan yang ditahan kenapa nggak?
  2. Curhat Kepada Keluarga, aku nggak pernah curhat kepada rekan kerja mengapa? Nanti bisa menambah rusuh saja. Karenanya aku selalu curhat kepada Mamak, beliaulah yang menguatkanku, mengingatkan ku bahwa Allah maha pembolak balik hati manusia. Kalau kalian nggak curhat bisa bahaya juga buat kesehatan mental kalian ya kan?
  3. Tetap Melakukan Pekerjaan dengan Penuh Tanggungjawab, meski aku tak pernah dilibatkan saat itu aku selalu melaksanakan jobdesc ku so ketika suatu saat atasan mau ngetes kita maka kita sudah siap dengan semua pekerjaan.
  4. Tetap Postive Thinking, apapun yang aku alami sebisa mungkin aku berpikir positif. Selama 10 tahun lebih bekerja selalu dipertemukan dengan atasan yang menyenangkan, mungkin ini yang disebut life balance haha jadi biar seimbang harus ada pengalaman seperti ini hehe.
  5. Jangan Mengajak Ribut, ada rekan kerja yang atasannya mirip dengan atasanku namun karena tak bisa menahan emosi dia meladeni kelakuan atasannya. Apa yang terjadi? Dia dipecat, meski mengaku puas tapi menurutku sangat tak bijak kita sebagai bawahan mengajak ribut atasan.
  6. Ajak Bicara, usaha ini juga aku lakukan meski tak berhasil tapi paling tidak aku mencoba bertanya apakah ada salahku? Dan jawaban beliau nggak ada, iya sih kita bisa membenci tanpa alasan toh? hehe
  7. Lakukan Hobimu, karena atasan tak melibatkan aku dalam hal apapun jadilah aku menghabiskan jam kerja dengan menulis haha, yang penting aku bisa bahagia ya kan?
  8. Do'akan Atasan, usaha terakhir namun paling sukses adalah mendo'akan atasanku. Selesai sholat aku selalu berdoa semoga beliau dilembutkan hatinya, dimampukan melihat kebaikanku. Alhamdulillah sudah dua tahun ini aku tak merasakan bencinya, aku sudah dilibatkan dalam pekerjaan, beliau sudah meminta bantuanku pokoknya memang hatinya sudah dilembutkan hehe.
Well, benar kata orang tua ya bahwa adab itu lebih dari ilmu. Atasan yang membenciku bisa luluh karena aku tak pernah melawannya, aku tak pernah membantahnya, bahkan aku tak membalas dengan menjelekkannya. Jadi percayalah sehebat apapun kalian jangan sampai lupa dengan adab ya...


0 Komentar

Komen ya biar aku tahu kamu mampir