20190112

Forum Kerukunan Umat Beragama Jakarta Barat Pasang Spanduk Larangan Berpolitik di Tempat Ibadah


Selamat pagi...

Gimana ges situasi timeline ? Agak mulai memanas ya, masing-masing kubu mulai berjuang untuk memenangkan calon presidennya. Sebenarnya ok - ok saja selama kita beretika, boleh memuja tapi jangan menghina ya. 



Tahun 2019 memang tahun politik dan pada 17 April nanti kita semua akan melaksanakan pemilu, yang sebenarnya bukan hal baru karena sejak tahun 1955 rakyat Indonesia sudah melaksanakan Pemilu, perbedaannya adalah sejak tahun 2014 pertempuran pilpres sangat sengit di dunia sosial media. Tak sedikit yang semula berteman menjadi bermusuhan, yang bersaudara jadi memutus silaturahmi, ehm miris ya ? Tapi nyata sih terjadi, gimana dong cara mencegahnya ?

Sehubungan dengan itu maka daerah Jakarta Barat kemarin mengadakan sebuah kegiatan yang bertujuan untuk mewujudkan pemilu 2019 menjadi pemilu yang aman, damai dan sejuk. Kegiatan ini diadakan di pelataran Masjid Al-Amanah di daerah Jakarta Barat.

Tentu harapan kita seluruh wilayah Indonesia juga melaksanakan Pemilu 2019 dengan baik bebas dari keributan. Hal ini lah yang ingin dicontohkan oleh para Pejabat, Pemuka Agama, Tokoh Masyarakat serta seluruh warga Jakarta Barat, dan supaya pemilu damai, aman dan sejuk terwujud maka kemarin telah dilakukan pemasangan 1000 spanduk yang melarang pelaksanaan kampanye politik di tempat-tempat iabadah khususnya di wilayah Jakarta Barat. Meski berbeda pilihan, dan berbeda keyakinan, namun diharapkan oleh semua elemen masyarakat di Jakarta Barat kerukunan dan tali persaudaraan antar sesama tetap dapat dijaga bersama.

Kegiatan ini dipelopori oleh Forum Kerukunan Umat Beragama [FKUB] Jakarta Barat, beserta jajaran 3 Pilar, Polres Jakarta Barat, Dandim 0503, Wakil Walikota Jakarta Barat, Kajari, ketua Pengadilan, Kakankemenag, Ketua KPUD , beserta komisioner Kota jakbar, Ketua Bawaslu, Ketua FKUB Jakbar, beserta Tokoh Lintas Agama, Ketua MUI Jakbar, PGI ( Persekutuan Gereja Indonesia ), KAJ ( Keuskupan Agung jakarta ), Walubi ( Wali Umat Budha Indonesia), PHDI ( Parisada Hindu Darma Indonesia), MATAKIN ( Majelis tinggi agama Konghucu Indonesia) mengajak semua warga Jakarta Barat untuk tidak menodai proses demokrasi Indonesia, dengan cara-cara kampanye yang tidak tidak sehat, atau memecah belah bangsa yang kerap dilakukan sekelompok oknum di berbagai kesempatan  di tempat ibadah.

20190109

Jangan Terpaku Pada Blog Sendiri, Menulis di Platform Lain Bisa Menguntungkan

Kalau cerita tentang ngeblog jelas ya prens kita balikkan ke masing-masing tujuannya. Kalau aku tahun 2006-2014 adalah masa hobi menulis dengan tema suka-suka tanpa imbalan apa-apa yang penting aku hepi, bisa berbagi banyak hal tentang diri dan lingkunganku.

Pixabay.com

Tahun 2015 akhir aku mulai memahami bahwa ngeblog bisa menghasilkan dan akhirnya lahirlah blog ulihape.com ini dengan tujuan memang untuk menghasilkan rupiah. Namun supaya punya nilai raport yang baik di mata tools pengukur DA/PA maka ada usaha juga menulis hal-hal organik dan memaksakan diri juga supaya selalu update, meski kala buntu ide aku membuka ratusan artikel di kompasiana dan me-writenya disini.

Well, ketika kalian memang mengharapkan rupiah dari menulis maka jangan terpaku pada blog pribadi. Karena ada banyak klien yang membutuhkan produknya tayang di platform lain. Aku kerap mendapatkan job yang lumayan dari klien yang meminta aku menulis di kompasiana, dan akhir tahun kemarin sebuah platform  berita juga mengajak kerjasama penulisan  3 artikel dan awal tahun ini meski platformnya enggak gede tapi seperti ada secercah harapan disana.

So buat kalian blogger yang mirip aku boleh mulai diasah membuat akun di platform lain karena kita enggak pernah tahu tulisan kita bermuara kemana, jadi menulis saja dimana saja supaya membuka peluang lebih luas lagi.

Asyiknya menulis di paltform lain selain memperkaya tema tulisan kita juga bisa menitip link artikel blog pribadi kita lalu sekalian promosi channel akun sosial media kita sehingga lamban laun akan ada toh yang akan penasaran mengklik semua tautan itu hehe.

Asyiknya yang lain tentu saja kita membuka peluang kerjasama dan ini bisa menambah income sekaligus relasi baru.

Usahakan selalu menulis karya sendiri ya gengs, jangan tergoda sedikitpun untuk copas sana sini. Menulis itu juga harus punya tanggung jawab, pikirkan tema dan isinya dan kemungkinan pertanyaan dari pembaca yah mirip menyusun skripsilah kalau kita bisa menguasai materi dengan baik tentu pembaca akan senang.

Nah itu dulu sharing dari aku ya, dan per hari ini aku baru punya 5 artikel di blog ini, 7 artikel di kompasiana dan 4 artikel di sebuah platform berita so far enggak kerasa sudah 16 artikel eh tapi aku masih punya hutang di komburmamak.com hehe belum ada update terbaru disana.

20190107

Era Sosial Media Membuat Orang Mudah Menghina Orang Yang Sudah Meninggal, Padahal Islam Melarangnya.

Tulisan ini sudah sejak lama terpikirkan dan selalu belum tertulis karena banyak challenge hehe. Baiklah karena job masih sepi maka energi menulis artikel organik sedikit terkumpulkan. Era sosial media membuat aku berpikir "wah seperti apa ya laman facebook ku nanti ? Apa ya komen orang terhadap ku?" 

Terkadang aku yakin sih orang-orang cenderung memberikan komen positif terhadap orang yang sudah berpulang, namun beberapa waktu lalu akus edikit ragu. Sejak ada musibah gempa Palu dan disusul bencana tsunami Banten rasanya mencaci maki orang yang sudah meninggal makin menjadi. Masih ingatkan ya ada seorang yang membela pilihannya dan rela apapun yang terjadi meski gempa maka dia akan memilihnya ? Coba cek beranda facebooknya, mungkin hanya sedikit do'a disana sisanya ? Hinaan belaka dan mirisnya hinaan itu terpaksa dilontarkan sesama saudara kita hanya karena beda pilihan presiden saja.



Lalu beberapa waktu lalu istri seorang vokalis band Indonesia juga menjadi korban tsunami, sebagian orang mendo'akannya dan banyak yang menghujat seolah membenarkan kematiannya karena yang bersangkutan berpakaian seksi dan bla-bla-bla lainnya. Seorang komedian Aa Jimmy juga tak lepas dari hinaan setelah beliau meninggal ada saja yang menghinakan dengan bahasanya masing-masing.

20190103

5 Tips Supaya Kamu Bisa Terhindar dari Berkomentar Negatif

Kasus Anjasmara masih bergulir, setelah netizen meminta maaf ternyata kondisi Istri Anjas tak membaik, dia bahkan kehilangan kepercayaan dirinya. Sebagian kita bisa bilang "ah lebay!" Tapi baru saja aku mendapat sebuah komentar atas status yang aku upload di facebook. Dan semua yang berkomentar menyatakan sependapat dengan apa yang Anjas lakukan.

ulihape.com

Netizen Maha Benar

 Istilah tersebut memang ditujukan bagi netizen yang keukeuh sureukeuh untuk menjadi yang paling benar, sedikit saja kita senggol dia maka kalimat yang dibalaskan mampu menusuk kita sampai tak berdaya. Dian Nitami meski sudah senior namun selama ini meraasa hidupnya baik-baik saja sampai satu komentar body shamming yang menusuk hatinya. Sebuah foto bersama suami tercinta mendadak ditanggapi dengan sangat kejam. 


20190102

Hati-Hati Berkomentar, Karena Bisa Masuk Penjara!

Sebenarnya bukan hal baru, saya yakin semua orang tua kita selalu mengajarkan bagaimana cara bertutur yang baik dan benar. Kandapun sejak dini sudah aku nasehati tidak boleh mengejek teman bermainnya. Namun dari cerita anak TK ini bahwa dia dan kawan-kawannya kerap saling ejek. Misal aku tuh diejeknya 'Kanda Sari Roti" mami, ungkapnya  sambil tertawa. Lalu aku tanya bagaiman dengan temannya ? Dia pun bercerita ada yang sampai menangis 'kasihan Sam mami, namanya kan Samudra tapi diejeknya Sam-pah". See? Ternyata semua bermula dari kecil ya, jadi yuk dekat dengan anak supaya kita tahu merrka mengucapkan kalimat yang baik.

Sumber IG VoA


Mamak ku dulu selalu bilang 'lidah tak bertulang, dan kata-kata menusuk lebih tajam dari mata pisau' dan pengalaman mamak saat marah kepada tetangganya karena anak tetangga membuat abangku menangis. Masalah mainan sebenarnya, dimana mainan abangku di ambil anak tetangga lalu mamak berusaha meminta kembali, yang terjadi si anak menangis kencang dan orang tuanya datang. Si tetangga ternyata membela anaknya, lalu keluarlah ucapan mamak 'eh situkan cuman PNS, mana bisa beli mainan begitu'. Selesai sampai disana ? Nope! Beberapa jam kemudian pak polisi datang ke rumah dan ingin menangkap mamak, pasal yang dikenakan adalah menghina PNS. What ! Sejak saat itu mamak selalu mengingatkan kami bahwa di negera hukum semuanya diatur undang-undang, karenanya berhati-hati daoam berucap. Kejadian itu sekitar tahun 1979, artinya bila saat ini ada UU ITE untuk memantau sosial media maka bukan hal baru. Sejatinya UU untuk hal yang tak menyenangkan sudah ada sejak dulu, hanya saja caranya di perbaiki mengikuti perkembangan zaman.

Komentar Tak Menyenangkan Berujung Penjara

Beberapa hari lalu ada seorang public figure sebut saja namanya Anjasmara yang bersiap menuntut seorang netizen karena komentar yang menjelekkan istrinya. Hidungnya jelek banget sih ! Begitu kiranya yang disampaikan netizen tersebut, meski fakta tapi hal tersebut disampaikan dengan tujuan menghina, yah jelas sih kalau enggak menghina tentu kita tak akan berkomentar demikian kepada siapapun. Seperti suami saya, sudah jelas istrinya gendut paling ucapannya 'mami enggak gemuk kok cuman cukup berisi', begitu kira-kira kalau kita tak ingin menyakiti seseorang. Sebisa mungkin kita mencari padanan kata yang sopan.

Reaksi Anjasmara menyikapi hal tersebut sesuai UU ITE yang baru yaitu body shamming, dimana menjelekkan keadaa fisik seseorang bisa dikenakan penjara selama 4 tahun dengan denda maksimal 450 juta. Namun Anjas tak buru-buru membuat laporan, dia menuntut agar netizen tersebut segera membuat permintaan maaf di sosial media dan media cetak satu halaman full dan kalian tahukan gengs itu enggak murah.

Jadi please ya berhati-hati dengan komentar kita, bila yang di komentari tak merasa senang maka bersiaplah menghadapi tuntutan. 

Selain body shamming, komentar bernada SARA juga bisa dijerat UU ITE, mengancam dlaam berkomentar pun sama. Dan pikir ulang setiap kalian mau ngeshare berita apapun, pastikan beritanya bukan HOAX supaya apa yang kita share memang hal yang bisa kita pertangungjawabkan. Karena kita enggak bisa mengelak 'yah gue kan cuman share dari orang juga'. Proses hukum berjalan terhadap laporan jadi misal yang dilaporkan adalah statusmu maka hukum enggak akan cari tahu itu hasil dari mana, makanya pikir ulang sebelum jemari kita mengklik.

Tahun 2019 harus lebih bijak, apalagi mendekati pilihan presiden yang makin ramai bikin emosi hehe, yuk biasakan bersikap kalem biar selamat di dunia sosial media, oh iya bahkan kemarin di sebuah WAG juga ada yang sharing ketikq kita memscreenshoot percakapan WA juga sebaiknya diminta izinkan karena UU ITE yang baru juga mengaturnya demikian, intinya jangan buat orang tak senang ya prens.