20190412

Andaliman : Rempah Khas Batak Bisa Jadi Solusi Permasalahan Global

6 April 2019, untuk kedua kalinya saya mengikuti sebuah talkshow yang sarat akan ilmu, itulah alasan kenapa saya tertarik untuk hadir setelah sebelumnya dilain kesempatan saya mengikuti talkshow bagaimana melestarikan hutan secara berkelanjutan yang diadakan oleh Yayasan Doktor Sjahrir.

Kali ini kembali kami bertemu dengan Ibu Amanda Katili Niode which is merupakan bagian dari Omar Niode Foundation yang fokus bergerak dalam bidang Agriculture, Food & Culinary Art. Karenanya bila ada Ibu Amanda maka dipastikan sesi kelas akan diakhiri dengan aneka kuliner khas nusantara dengan rasa yang maknyus.



Andaliman adalah rempah yang sudah sejak lama menjadi bumbu khas dalam setiap resep makanan orang Batak. Saya sendiri sering menggunakan Andaliman hanya untuk memasak Arsik Ikan Mas, biasanya menu ini kami sajikan untuk merayakan sesuatu. Jadi enggak usah heran kalau Andaliman itu memang identik banget dengan rempah khas khusus untuk merayakan sesuatu.

Andaliman memiliki rasa yang khas dan yang paling saya suka adalah aroma citrus nya yang mampu membangkitkan selera makan. Rasa pedas dan ketirnya di ujung lidah rasa nya tidak dimiliki rempah dari daerah manapun. Dan acara kali ini Andaliman Cita Rasa Danau Toba mengajak para blogger untuk mengenal lebih jauh tentang Andaliman bukan hanya sebagai bahan masakan melainkan menjadi solusi untuk permasalahan global.

Hal inilah yang diangkat menjadi topik oleh Ibu Amanda, bahwa beliau melihat Andalaiman bukan hanya sekedar rempah khas batak, Andaliman saat ini sudah menjadi solusi permasalahan global seperti Penanggulangan Kemisikinan, yup! Andaliman kini dikenal masyarakat luas, hanya mampu tumbuh di kawasan Danau Toba sehingga siapapun yang membutuhkannya rela merogoh harga yang lumayan. Andaliman ketika di penghujung tahun bisa menyentuh harga Rp. 300.000 per kilo dan hal ini tentu saja menjadi solusi bagi petani di sekitar wilayah Danau Toba. Mereka bisa mulai berharap dari menanam Andaliman. Tak hanya itu dengan adanya perkebunana andaliman maka Pemberdayaan Perempuan bisa dioptimalkan , perempuan bisa mendapatkan penghasilan tambahan dengan memanen Andaliman.

20190409

Dunia Notifikasi di Negara Berfollower

Hello World,

Ini adalah negeri ku, negeri +62. Orang-orang di negeri ini sudah tak saling sapa, tak pernah ada tanya lagi. Semua mereka simpulkan sendiri dengan sedikit bantuan mesin pencari.

Kami memulai hidup dengan banyak aplikasi. Dulu jangankan nomor rumah, nomor telepon sambungan international kami juga bisa hapal di luar kepala, mendengar tawa, mendengar suara di seberang telepon merupakan pelipur lara, tapi itu jauh sebelum ada notifikasi.


Sekarang kami tersenyum karena notifikasi, aku bisa membedakannya sehingga aku bisa tahu siapa yang menyapa ku hanya dari nada notifikasi nya. Lucunya kini kami bisa saling tidak sapa hanya karena notifikasi.

Kalau BBM kasih petunjuk dengan huruf D dan R, maka konyolnya si Whatsapp cuman kasih notif centang biru tapi menurutku itu adalah pemberitahuan bahwa dia sudah mendengarkan ku. Kami percaya dengan Notifikasi padahal notifikasi hanya sebuah tanda bukan sebuah kebenaran.

Hi World! kau tahu bahwa di negera +62 sering terjadi perdebatan centang dua biru dan centang dua abu, padahal keduanya hanya lambang bukan apa-apa sekedar notifikasi yang membersamai gawai teman hidup kami.


20190401

Ketika Aku Bimbang (Jodohku), Istikharah Menjawab Semua Tanyaku

Kisah di masa lalu, semoga menjadi pembelajaran bagi yang masih mencari JODOH.

Jodoh, maut, rezeqi adalah hak VETO Allah.. itu yang selalu aku tahu.
JODOH mungkin adalah ujian terbesar yang saat ini diberikan Allah untukku. Bagaimana tidak !!! usia sudah 30+ belum ada juga tanda-tanda untuk perubahan status ku. Seringkali orang bertanya kenapa belum merit ?? tak jarang ada tudingan "makanya jangan cari duit saja" dan tak sedikit yang bilang "kebanyakan milih sih"... Disaat semua tanya itu dilontarkan, terkadang disaat iman sedang kokoh aku masih bisa tersenyum, namun disaat iman rapuh tak jarang aku marah terhadap mereka.

Masa iya sih aku tak ingin menikah ? Usaha dan doa sudah dilakukan, ibadah sunnah untuk mendekatkan jodoh sesuai saran-saran teman sudah aku kerjakan. Mungkin memang belum waktunya bagiku... Bukan tak ada yang menghampiri, ada yang datang tapi apa iya aku asal comot, apa iya aku tidak mepertimbangkan orang tua ku ? Ketika yang datang adalah seorang duda aku berpikir "ahh kenapa tidak ku jalani saja dulu, bisa jadi jodohku bukan seorang pria single" sebagian teman menganggap aku justru menuju keputus asaan hehhehee.... dalam perjalannya ternyata duda itupun tak bisa aku jadikan sebagai imam ku. Tentu saja mamak tidak setuju...wajarlah seorang Ibu berkata tidak ! toh aku sudah mencoba kalau memang Allah berkehendak pasti ada jalannya.

20190329

Ngeblog Asyik, Konten Menarik dan Menghasilkan Uang dengan Google Adsense

Kalau ditanya lagi tujuan awal ngeblog mau ngapain sih ? Jujur buatku hanya sekedar pengganti menulis di diari. Aku suka menulis mencurahkan isi hati ku, menulis selalu berhasil menjadi media untuk merelease emosi kala sedih, marah dan bahagia. Bahkan mamak sampai tahu kelakuan berpacaran ku dari diari yang tak tergembok kala itu haha.



Tahun 2008 pertama kalinya membuat akun di sebuah platform menulis dan adanya interaksi didunia maya mampu membuat aku bersemangat untuk tetap menulis. Tahun 2009 seseorang mengajakku menulis di sebuah platform jurnalis yaitu kompasiana, sejak saat itu aku semakin mengenal dunia blogging, namun tahun itu aku belum mengenal apa itu komunitas blogger, belum tahu juga cara memonetisasi blog dengan iklan sehingga bisa mendapat bayaran dari google.

Tahun 2015 akhir dalam sebuah kumpul komunitas aku beruntung bisa duduk bersebelahan dengan Mbak Effi dari Komunitas blogger dan dari beliaulah aku tahu ternyata banyak komunita blogger di facebook. Akhirnya akupun jadi slaah satu member dari Komunitas Blogger Perempuan yang kini lebih akrab disapa Blogger Perempuan Network (BPN), kini hampir 4 tahun lamanya aku bergabung dengan BPN dan ini adalah Komunitas blogger yang paling profesional, baik dalam memberikan kesempatan job bagi blogger, dari sisi rate card dan semua berjalan secara sistematis.

20190328

Ikut Berpolitik Lewat Ngebuzzer

Tahun 2014 tawaran menjadi buzzer politik pernah aku terima dan aku tolak, karena menurut ku hanya akan menimbulkan debat yang tak berkesudahan. Selama tahun politik kala itu maka untuk menjaga perasaan ku, beberapa teman sengaja aku unfollow.

Membaca postingan orang lain yang isinya mencemooh pilihan kita sungguh sangat tak mengasyikkan. Demi menjaga silaturahmi maka aku memutuskan mengunfollow dan alhamdulillah sampai saat ini aku berteman baik dengan mereka tanpa sedikitpun hatiku merasa tersakiti.


Ada pula status yang memberikan pengumuman kalau dia enggak suka dengan status pilpres, sebenarnya enggak usah bikin pengumuman juga toh sosial media punya tools yang bisa kita atur sedemikian rupa sesuai kebutuhan kita. Kalau tidak mau berinteraksi sekalipun boleh-boleh saja. 

Tahun 2018 akhir aku bahkan belum menerima tawaran untuk ngebuzzer politik sampai akhirnya aku berpikir "lah enggak ngebuzzer saja aku selalu bikin cerita tentang situasi politik, aku menulis apapun yang aku inginkan". Aku mencoba melihat dari sisi bisnis, dulu menulis gratis juga ok-ok saja namun ketika menghasilkan rupiah why not ? Selama aku enggak diarahakan berbuat sesuatu, mereka membayar apa yang sudah biasa aku lakukan, why not ?

Akhirnya aku memutuskan untuk menerima tawaran yang ada, lagian dengan begitu aku justru bisa merasakan dunia politik. Baru menulis beberapa artikel politik dari kacamata seorang emak-emak aku sudah gemetar mendapati komentar yang menusuk, aduhh gini amat ya nulis politik! hehe. Lalu aku enggak bisa membayangkan orang-orang yang benaran terjun di dunia politik, pantas saja kalau terlihat ricuh wong baru sekedar tulisan saja bisa memancing beragam komentar.