Mudahkanlah Urusan Orang Lain

Mudahkanlah Urusan Orang Lain

Sudahkah ?


Dari Abu Hurairah ra, Nabi SAW, bersabda: “Barang siapa yang melepaskan satu kesusahan seorang mukmin, pasti Allah akan melepaskan darinya satu kesusahan pada hari kiamat. Barang siapa yang menjadikan mudah urusan orang lain, pasti Allah akan memudahkannya di dunia dan di akhirat. Barang siapa yang menutupi aib seorang muslim, pasti Allah akan menutupi aibnya di dunia dan di akhirat. Allah senantiasa menolong hamba Nya selama hamba Nya itu suka menolong saudaranya”. (HR. Muslim, lihat juga Kumpulan Hadits Arba’in An Nawawi hadits ke 36).



Sebenarnya sepele saja tapi dibutuhkan niat yang kuat untuk memudahkan urusan orang lain. Contohnya pagi ini, setiap senin memang saya harus naik angkot dari depan jalan utama perumahan saya, dan seringnya ketika hendak menaiki angkot biasanya sudah ada orang lain yang duduk dan dengan pilihan posisi yang nyaman, saya sering kali mengalami kesulitan untuk naik hanya dikarenakan orang yang sudah PW (Posisi Wenak) tidak mau menggeser duduknya dengan alasan "gue sudah duluan naik" atau "gue turunnya lebih dulu dari lu", meski sebenarnya dia tak tahu siapa yang duluan nyampe nantinya. 


Kalau saya akan memilih menggeser duduk saya untuk memudahkan orang lain naik dan tentunya agar angkot juga lebih cepat bergerak tentu hasil akhirnya sama-sama enak toh? Urusan sepele ini juga akan membawa kebaikan bagi kita selagi kita lakukan dengan kebaikan pula. Dan terkadang menyikapi orang yang malas menggeser duduknya macam-macam, maklumlah ya iman ini tak mantaf disatu titik, kadang diatas bisa awak diamkan, tapi kalo pas lagi down maka akupun tak jarang melakukan aksi balas dendam, ketika aku turun duluan maka dengan sengaja dan dibuat seolah-olah tak disengaja biasanya kakiku akan menginjak kakinya "rasain kata iblis dihatiku". Begitu turun dari angkot ada saja balasan dari Allah atas kelakuan yang aku buat tadi, entah itu aku dikerjain driver ojek aplikasi, gak dipickup-pickup hehehe, setelahnya biasanya istighfar sih tapi sudah terjadi toh. Pagi tadi sih iman masih UP maklumlah habis piknik, jadi meski awak sudah PW ada orang naik awak geserkan duduk awak biar mudah dia naik dan seperti kaget karena aku turun setelah tak berapa lama aku memberi dia duduk "maaf ya saya turun duluan". Nah untuk hal baik beginipun Allah langsung memberi kebaikanNYA, didalam omprengan aku sudah sendiri "mau kemana pak?" Saya mau ke Senayan Bu jawabnya, oh kebetulan saya bisa nebeng sampai pengkolan ya. Oh iya boleh bu, dan mendekati pengkolan sudah bersiap turun, bu ibu dari kanan saja nanti saya arahkan kekanan supaya Ibu gak repot nyebrang jalan. Ahaaaa...mashaallah ya ini kemudahan datang atas kemudahan yang kita berikan kepada orang lain.


Setelah menikah tak dipungkiri keuangan agak kenceng, kenceng keluar susah masuk lagi hahaha, alhasil banyak selera tertahan. Tapi Allah itu baik banget, banyak keinginan ku yang dikabulkan lewat adik-adikku, bisa aja tiba-tiba adik perempuanku kasih uang untuk beli baju sampai beberapa stel, lalu mamak dengan baik hati memberi uang untuk merawat kulit wajahku yang sudah berflek, dan tetiba adik bungsuku memberi hadiah cincin tanpa ada alasannya, kadang terharu awak dibuatnya tapi mamak bilang "ahh sudah itu karena upik berbuat baik sama kami". Adik bungsuku membalas "ahh kaka ini suka kali nonton bollywood jadi mellow teros".


Ada lagi cerita ketika aku baru berhasil mendapatkan KPR, terduduk dipojok ruangan menatap seisi ruangan, lah KPR cuman bisa beli rumah isinya mana? Dan disaat duduk bengong begitu ada telpon dari mantan kontraktor lama sekedar say hello, lalu nanya lagi apa bu? Awak biasanya jujur jadi dijawab lagi dirumah pak. Wahh hebat sudah punya rumah, ahh KPR ajanya Pak, masih kosongpun. Ohh ya udah bu saya isikan apanya deh sebagai hadiah, ahaaaa...ya udah kursi ruang tamu aja pak, sama sofa bed ajalah buat nonton. Pria diujung telpon sana beres bu. Lalu mata tertuju ke kamar  belum bekedip mata awak ada lagi telpon masuk "Hallo uli apa kabarmu?" nah kali ini mantan bosku, setelah 8 bulan menikah baru ini memberikan ucapan selamat, baik Pak jawabku. Biar ada pembicaraan ditanya beliau aku lai ngapain ? Ya jujurlah awak "lagi mikirin siapalah yang ngasih tempat tidur Pak? Si Bapak nanya lagi lah untuk apa? Ku jelaskan bahwa baru KPR rumah, Ya udah berapa kamar rumah mu ? 2 ajanya pak, siplah katanya. Udah gitu dapur pulak kan ya yang butuh diisi, eh alhamdulillah ada aja yang ngasih pertolongan.

Kalo dipikir-pikir semuanya pas butuh pas ada, sampai ada yang tanya kok bisa ya li semuanya pas aja ?
Kadangpun aku juga mikir "iya ya" Tapi mungkin ini bisa ditiru teman-teman, kalo soal ibadah aku bukan nomor wahid, masalah sedekah masih banyak suka mikirnya, masalah baik dengan ortu , aku rasa gak juga, satu-satunya yang memungkinkan karena aku suka memudahkan urusan orang lain, entah apapun itu, asal jangan berurusan dengan duit ya. Misal ada yang nanya li tau gak jualan ini dimana? Padahal aku gak tahu, tapi aku berusaha cari tahu dulu, sampai aku nemuin jawabannya dan biasanya dalam waktu yang cepat, atau adikku ketika minta tolong sesuatu biasanya gak sampe 2x24 jam apa yang dimintanya sudah bisa dinikmatinya, atau ketika teman minta ditemani menghabiskan waktu suntuk maka aku akan memberikan waktuku, bahkan ketika teman menanyakan alamat maka aku akan mencarikannya. Dalam situasi apapun aku mencoba memberikan jawaban, kadang suamiku suka ngejawab "suruh aja mi cari di google", kadang aku pikir iya, tapi aku percaya ketika dia bertanya kepada kita maka dia sedang butuh bantuan kita, mudahkanlah urusan orang maka Allah akan memudahkan pula semua urusan kita yang tertunda. Lalu hal lain yang kulakukan adalah (ini sih karena aku harus naik turun bis, jadi bisa ketemu banyak orang yang membuat rasa syukur) suka mendoakan orang-orang yang menyentuh hatiku, misal sedang dalam bis dari kejauhan aku lihat pedagang buah mendorong gerobaknya "ya Allah lakukan dagangannya, cukupkan rezekinya", ketemu lagi dengan ibu yang menyapu jalanan "Ya allah beri kesehatan baginya dan cukupkan rezekinya", yah hanya mendoakan itu yang bisa saya perbuat, untuk berbuat lebih belum bisa.

Jadi terkadang kalo ditanya apa resepnya biar mudah dalam urusan ya cuman bisa kasih jawaban itu, mudahkan orang lain dan doakan orang tanpa sepengetahuan dan tanpa mereka memeinta terlebih dahulu.


Siipp ya pren..tetap optimis dan berprasangka baik untuk setiap hal yang terjadi

0 Komentar

Komen ya biar aku tahu kamu mampir