Showing posts with label workingmom. Show all posts
Showing posts with label workingmom. Show all posts

20180215

Freelancer Itu Berat ! Setidaknya 7 Alasan Ini Penyebabnya

Dua tahun belakangan ini, sejak aktif menjadi blogger, entah karena banyak kesempatan atau karena memang suka menulis sebenarnya aku sudah pernah terpikir untuk serius ngeblog saja seperti teman-teman yang duluan menjadi full time blogger.

Pixabay.com by Gounbik

Tapi entah kenapa sampai detik ini aku belum berani, banyak keraguan meski berkali-kali yakin bahwa Allah akan mencukupkan kebutuhan ku. Hanya saja mungkin pola didik orang tua menjadi salah satu faktor yang membuat aku selalu ragu. Mamak selalu bilang "memang rezeki sudah di atur Allah, tetapi kau kan manusia yang selalu berubah-ubah jadi tetap gunakan lah hitungan alam manusia". Karenanya urusan rezeki aku enggak bisa sepasrah menunggu jodoh, urusan uang yang selalu bisa menjadi alasan seseorang untuk berbuat baik dan buruk. Memang dunia ini tak melulu urusan uang, tapi berapa banyak kasus kejahatan yang dipicu oleh uang, berapa banyak perceraian yang terjadi karena uang, entah itu lebih atau kurang.

Dan dalam menjalani dunia blogging selama dua tahun ini, ada beberapa hal yang membuat aku belum berani melangkahkan kaki untuk menjadi seorang freelancer, coba cek apakah sama dengan alasan kalian ? Kalau beda boleh juga sharing ya, supaya ada alasan kuat untuk meyakinkan diri ini kembali hehe.

20171228

Ketika Anak TK Ujian

Kanda akhirnya aku masukkan sekolah TK, usianya 4,5 tahun hal ini tentu saja setelah melewati berbagai pertimbangan. Aku sendiri TK usia 6 tahun dan SD 7 Tahun, seperti hal lainnya standard yang aku gunakan untuk mendidik anak-anak enggak jauh beda dengan apa yang sudah aku lalui, termasuk urusan sekolah ah nanti sajalah.



Namun situasi aku dan anakku jauh berbeda, aku di besarkan oleh Ibu yang full time di rumah, sementara Kanda dibesarkan oleh ku yang bekerja kantoran dan karena aku takut punya asisten jadilah anak-anak aku percayakan di daycare sejak usia mereka 3 bulan. Urusan sosial enggak usah ragu lagi, mereka stay di daycare hampir 12 jam bersama puluhan anak lainnya. Namun Kanda tetap mengalami keterlambatan bicara meski dikelilingi banyak orang, entah apa sebabnya.

Akhirnya menjelang usia nya empat tahun Kanda bisa juga bicara, dan komunikasi dua arah belum berjalan baik, yes aku maklumlah wong dia baru bisa berkata-kata. Saking excited nya di usia ke empat tahunnya persis seperti balita usia  tahun yang semuanya ingin di sebut, ini apa mami ? kenapa begitu mami ? Komunikasi dua arah masih susah kami jalin, terkadang dia seolah tak mendengar tapi pada akhirnya aku tahu dia mendengar, terkadang seolah tak memperhatikan tapi akhirnya aku ngeh kalo dia paham.

Akhirnya aku berpikir untuk menyekolahkan nya, ada berbagai pilihan dan keputusannya aku pilih sekolah yang enggak full inggris dan enggak full agama, karena apa ? Karena muridnya satu kelas hanya ada enam orang, yup! aku butuh sekolah yang isi kelasnya enggak banyak supaya Kanda bisa dapat perhatian.

20170908

6 Kebiasaan Jelek Suami Yang Menguji Kesabaran

Besok pak suami berulang tahun, mumpung mau ulang tahun baiknya diingatkan dengan tulisan sayang ini hehe. Selamat ulang tahun ya pi, terima kasih sudah mau membantu mami dalam memenuhi kewajiban mami sebagai seorang Istri dan Ibu. Semoga semua papi lakukan karena memang memahami keadaan kita bukan karena mami suka merepet ya hehe.




Nah, bu Ibu punya juga ketidaksukaan terhadap kebiasaan suami ? Kadang sih seperti bisa di pahami tapi tak jarang juga karena nya di buat bete, enggak sampai berkelahi sih hanya jadi pengen makan bakso di campur bakwan malang haha. Disamping itu aku selalu bersyukur kok, alhamdulillah bisa dibantuin, kadang say thank you nya malah berani nya cuman lewat WA hehe 

20170907

7 Kesalahan Istri Pekerja

I am a working mom, dengan segala kesibukan rumah tangga tanpa asisten dan kebetulan anak-anak selama kami bekerja berada di daycare,aku terlalu sibuk dengan kegiatan ku dan aku selalu bersyukur untuk bisa memilih bahagia.
#SudahBahagia

Kasus pembunuhan seorang suami terhadap istri nya membuat aku terhenyak, apa sih alasan yang bisa membuat suaminya begitu ? Belum habis tanya aku malah membaca transkrip yang diduga adalah rekaman pertengkaran suami istri, suara istri memang terdengar nyaring di banding pria, kalaupun di pukul yah seberapa sakit sih ?
Kata pak polisi sang suami tak kooperatif dan sampailah aku pada sebuah poto tersangka, wajah dengan tatapan mata kosong, tampak tak terawat dan aku jadi ingat raut wajah ketakutan ini sama persis dengan raut wajah para wanita korban KDRT. Sedih hati ini membayangkan semua keterangan sang kakak, suara tangis sang bunda yang memberi kesaksian anak nya kerap mendapat perlakuan kasar, hati ku berkata pria ini bertahan pada keadaan yang tak semestinya, otak pria ini sama dengan kondisi banyak perempuan yang tetap bertahan diantara derita kehidupan rumah tangga.

Aku sendiri belum lama berumah tangga, baru lima tahun dan hidup bersama pria yang diikat dengan status hukum sebagai suami merupakan tantangan sendiri, ada saja hal yang membuat hati ingin menangis tapi banyak hal yang bisa direnungi untuk menghadirkan senyuman.
Aku adalah perempuan yang sudah bekerja jauh sebelum menikah, dan karena banyaknya kasus kegagalan rumah tangga maka membuat aku berpikir untuk tetap bekerja setelah menikah. Dan jodoh pun tiba dan ya mungkin memang takdir ku untuk tetap bekerja karena memang tak mungkin hanya berharap dari gaji suami ku yang bukan pegawai negeri dan bukan pejabat di salah satu perusahaan swasta.

Penghasilanku 5x lipat lebih besar dari suami, sejak gadis angka yang masuk saldo tabunganku memang segitu namun pernikahan ini membuat orang membandingkannya dengan kondisi suami ku, padahal dulu sewaktu single tak ada yang menyinggungnya "yakin lu bisa hidup dengan kondisi suami begitu? Yakin lu bisa ikhlas?".
Ya ikhlas adalah kuncinya, toh sebelum aku menikah semua penghasilan ku pun sudah aku alokasi kan untuk orangtua dan saudaraku, lantas apa yang berbeda ? Nothing, bahkan alokasi kali ini justru lebih tepat, aku berjuang untuk kehidupan kami.

Ya, godaan banget ketika menjadi istri yang memiliki penghasilan lebih besar dari suami kadang rasa lelah menghadirkan ketidakikhlasan, rasa lelah membuat lupa bahwa pria yang hadir dalam hidup kita ini adalah pilihan kita, pria tersebut menyempurnakan kodrat kita sebagai perempuan, kadang lelah membuat kita lupa dalam diamnya dia mendoakan kita, dalam hujan menanti kita dengan cemas, semuanya hilang tak berbekas ketika lelah.

Mamak ku kerap menangis ketika mengunjungi ku, tangisan seorang Ibu yang merasa iba mendapati anak perempuannya begitu keras berjuang untuk keluarganya, di sisi lain tangisan nya adalah bentuk syukur nya telah berhasil mendidik anak perempuannya menjadi istri dan ibu yang baik sebagai anak aku hanya bisa meyakinkan mamak bahwa aku bahagia untuk kehidupan ku.

Inshaallah tulisan ini tak berniat apapun selain ingin mengajak para istri (khususnya yang bekerja dan memiliki penghasilan lebih tinggi) untuk bisa menghormati suami, untuk bisa menerima kondisi suami dalam setiap situasi, bukan membuka aib bila ada yang memandangnya demikian.

Menurutku ada 7 kesalahan istri pekerja dan ini murni aku simpul kan dari kehidupan yang ku jalani, semoga kita menjadi istri dan ibu terbaik dalam versi keluarga kita.

  1. Istri menganggap gaji nya hanya miliknya, Mau tak mau ketika kita menikah harus diingat apa yang kita peroleh itu tentu ada ridho suami, masak di doain mau tapi enngak mau mengakui penghasilan sebagai milik bersama. Yakin lah ketika kita terbuka maka suami pun tak akan meminta, suami pun tahu diri yang dibutuhkannya hanya keterbukaan. Suami ku mengetahui jumlah gaji ku, mengetahui segala pemasukan yang aku dapat dari menulis. Urusan siapa yang memegang ATM bukan tolak ukur penguasaan, toh ATM kami gunakan bersama.
  2. Istri memandang remeh suami, Tak semua istri begitu, namun dalam lingkungan ku entah kenapa terkadang muncul rasa sombong dihati hanya karena merasa memiliki penghasilan yang lebih besar dari suami. Kita bisa menekan hal ini dengan memiliki prinsip "karena sedikit maka cukup". Aku selalu meyakinkan suamiku ketika dia memberi gajinya "mi ini gaji papi sedikit", aku menerima dengan bahagia "tahu enggak pi karena sedikit inilah maka kebutuhan kita tercukupi, kalo hanya ngandalin gaji mami mah udah minus kita". Inshaallah penghargaan seperti ini bisa membuat suami percaya diri, membuat suami dihargai. Meremehkan suami sama saja kita merendahkan anak-anak kita dan bisa jadi hati suami tersakiti.
  3. Istri tidak pernah berdiskusi terlebih dahulu, Beberapa teman melakukannya, mereka beli ini itu tanpa mengabari suaminya "toh pakai uang sendiri, lagian kalo dikasih tahu juga palingan setuju ajalah wong enggak pake uang doi kok". Bisa jadi memang begitu bu, tapi dalam hati siapa tahu. Aku selalu berpikir untuk meminimalisir kesalahan, aku enggak mau suatu saat itu menjadi kesalahanku "yah kamu sih beli itu enggak kabari aku dulu". So aku selalu meminta izin kepada suami untuk apapun yang ingin ku beli, entah itu untuk aku, anak atau suami sendiri. Dan memang dijawab iya, tapi dilain itu aku yakin suami merasa dihargai dan dia tersenyum ketika kita menunjukkan apa yang sudah kita beli tadi.
  4. Istri mengeluh di saat yang tidak tepat, Akupun kerap merasakan lelah dan biasanya godaan setan akan hadir, melihat apa yang ditugaskan kepada suami tak sesuai sedikit saja sudah bisa memicu amarah "ya ampun pi cuman diminta begitu aja susah banget sih". Nada begini tentu akan memancing lawan bicara kita, sudah hukum alam untuk melakukan pembelaan saat kita merasa dipojokkan. Aku biasanya akan menarik nafas panjang, bermain dengan anak-anak dan aku akan komplain dalam chattingan. Misal esoknya suami ngechat dan aku sisipkan komplain ku, biasanya cara begini lebih efektif dan bisa beraknir dengan ikon cinta hehe
  5. Istri Merasa lelah karena bekerja, Ketika kita memutuskan bekerja maka yakinkan diri ini adalah atas kesadaran kita bukan suami yang menyuruh atau memaksa. Ketika merasa lelah sampaikan kepada suami, karena terkadang suami bingung melihat kita baik-baik saja namun kenapa bete ? Awalnya aku begitu merasa super woman semuanya berusaha dihandle sendiri, eh kok jadi bawaannya pengen marah-marah ya ? Akhirnya aku ajak suami berbagi tugas dan cara diskusi seperti ini justru membuat suami bisa lebih memahami maksud kita. Iya sih bu wanita hanya dibutuh dimengerti hehe 
  6. Istri Meminta Dispensasi, Tugas istri adalah melayani keluarga jangan sampai terbalik ya bu, mengutamakan kantor kemudian giliran dirumah pengen istirahat. Aku sebaliknya, me time ku itu adalah di kantor, selama 7 jam aku bebas tugas dari pekerjaan rumah, lalu tanamkan kerinduan akan keluarga so begitu office hour selesai aku tak sabar untuk bertemu keluarga ku dan merindukan rumah kami yang berantakan, adalah merepet dikit mah kan katanya itu bumbu kehidupan hehe 
  7. Istri menghindari hubungan seks karena capek bekerja, Aku selalu menganggap urusan sex ini adalah kebutuhan ku juga bukan hanya kebutuhan suami. Ada teman yang bilang begini "salut sama lu mbak, bangun jam 3, masak, nyuci, kerja masih melayani kebutuhan batin pula". Eiitss tolong urusan sex dikeluarkan, karena itu aku juga suka, sex itu aku butuhkan juga wong sama-sama enak. Kadang aku memang letih, ketika gesekan kaki suami terasa ingin banget pura-pura lelap, tapi aku tak lakukan. Paling aku hanya minta waktu, ok pi tunggu jam 10 ya..dan biasanya jam 10 suami sudah ngorok lalu beraktinglah aku membutuhkannya, kalian tahu ? Urusan begini suami itu (eh suami ku) paling doyan jadi jangan sungkan untuk mengajak suami sekalipun itu akting karena efeknya luar biasa buat suami, setelahnya kita minta tolong apa aja pasti dikerjainnya haha. 

Kita masih belajar, jadi tak ada kata terlambat, mungkin buat teman yang dekat denganku selalu berdecak kagum, hebat lu li masak sendiri, ngurus rumah tangga tanpa asisten, masih kerja pula, ngeblog pula. Kehebatan ku itu tak lain hanyalah karena keadaan, aku menerima semua keadaan dengan baik, rasa syukur selalu memberi nikmat berlebih dan semoga kita bisa menjadi istri penghuni syurga, aamiin. Mencari ladang pahala itu enggak usah jauh-jauh kita kumpulkan semuanya dari lingkungan kita, mengurus anak, memberi nafkah keluarga, melayani suami dengan baik jalankan dengan ikhlas maka akan menjadi amalan pribadi kita.
Hubungan suami istri yang bahagia akan dirasakan langsung oleh anak-anak kita. Bila merasa ada kendala jangan malu untuk berkonsultasi dengan pihak keluarga, cari solusi nya karena bertahan dalam keadaan tak baik hanya alasan sosial, hanya karena anak-anak bukanlah sebuah solusi melainkan merupakan bom waktu yang bisa meledak kapan saja dalam hitungan detik !

20170824

3 Penyebab Utama Emak Gemuk

Rata-rata yah artinya kebanyakan, perempuan status single langsing, apa aja dilakukan, diet hayuk, nge gym ho oh demi menjaga kualitas eh bobot tubuh. Begitu menikah perasaan bahagia membuat lupa dengan bentuk tubuh yang harus dipertahankan. Lalu beli test pack hasilnya garis dua "yeeiii ada alasan harus makan banyak, ingat loh yank ini maunya baby bukan aku loh ya". Memasuki usia kehamilan delapan bulan dokter mulai mensugest ibu untuk berpikir rileks supaya bisa memiliki ASI yang banyak, alhasil apa aja yang diminta dituruti suami haha.



Kemudian melahirkan lah calon Emak tadi, demi kelancaran ASI wajib hepi dan makan apa saja, wajarlah habis lahiran bodi masih gemuk yes! Lalu anak pun sudah disapih ternyata bodi tak kembali, rahim gue melar kelleus...ditambah suami yang tiap ditanya "pi, aku gemuk gak ?" jawabannya selalu "ah, enggak kok udah pas menurut papi mah", yes doi merasa tak ada yang berubah meski kini size bra aku sudah naik satu level haha.

Dan lalu si Emak ini memang tak dibantu asisten rumah tangga,semua di handle berdua suami. Atas dasar itu sepakat lah sang Ibu menjadi Ibu Setrong itu harus kuat, so makanlah terus jangan sampe lapar dan memicu rasa lemas yang bisa merembet menjadi letih dan habis tenaga. Fix ga bisa kurus aku !

Emak butuh penyebab, so inilah tiga penyebab emak gendut

20170725

Sebab Kau (Anak) Hanya Sebuah Amanah

Anak adalah sebuah Amanah yang tak semua bisa dimiliki oleh pasangan yang menikah. Entah apa indikator dari sang pencipta, ada yang tampaknya cukup materi namun tak diberi amanah ini, ada yang smart luar biasa juga tak menjadi jaminan mempunyai kesempatan, ada pula yang lahir batin oke banget dan mendapat amanah yang ok banget juga, lalu ada pula yang hanya diberi amanah sebentar bahkan cuman sekedar dititip di rahim dan tak pernah mendengar tangisnya, wallahu A'lam Bishawab, hanya Allah yang maha mengetahui

Sebab Anak Hanya Amanah


23 Juli kemarin di Indonesia di peringati sebagai Hari Anak Nasional, aku tak punya agenda khusus untuk merayakannya dengan kedua anakku, hanya saja aku ingin berbagi pandanganku terhadap anak sebagai amanah, yah murni mereka itu hanya titipan Allah. So jangan terlalu menguasainya sepenuh hati, karena bisa melukaimu. Aku bukan bicara diriku karena aku masih jauh dari semua itu, alhamdulillah 4 tahun lebih sudah berusaha menjaga amanahNYA, dan dalam doa aku pinta pada Allah agar kiranya DIA mempercayai aku untuk terus menjaga amanahNYA dan dimampukan pula olehNYA untuk memberikan kehidupan terbaik bagi titipanNYA, inshaallah DIA menitipkan sudah sepaket dengan rizki anak-anak ini.