20181113

Beri Ayah Kesempatan Untuk Menjaga Anaknya.

Sebagai Ibu bekerja, perasaanku tentu tak biasa-biasa saja. Aku selalu ingin anak-anakku mengingat aku sebagai Ibu yang baik. Semaksimal mungkin mereka harus aku kuasai, memandikan, memakaikan baju, memberi makan, menidurkan sampai mengajak bermain aku lakukan, semata hanya supaya anak dekat dengan ku. Pernahkah Ibu berpikir demikian ?



Jujur aku tidak! Bukan tak sayang anak tapi entahlah aku merasa bahwa seorang anak selalu mempunyai nilai khusus untuk Ibunya, seburuk apapun Ibu dimata sang anak atau bahkan orang lain. Dulu sebelum menikah aku pernah melihat anak menangis meraung karena ingin dipisahkan dari Ibu nya, padahal Ibunya setiap hari menyiksanya. Orang-orang merasa heran, namun anak itu menangis semakin pilu "jangan pisahkan kami, Ibu enggak jahat keadaan yang membuatnya begitu". Dilain kesempatan aku pribadi sebagai anak selalu benci dengan mamak kala beliau melarang apa yang menjadi kesukaanku, namun disisi lain hati tak pernah tenang bila tak mendengar do'anya.



Pengalamanku tadi membuat aku punya satu keyakinan bahwa Ibu mempunyai tempat istimewa di hati anak-anaknya, entah saat itu atau kapanpun waktunya akan tiba bagi si anak untuk memahami bahwa cinta seorang Ibu sudah ada bahkan hadir sebelum dia terlahir kedunia, 9 bulan dalam satu jiwa bukan waktu yang sebentar untuk mengukir kenangan indah dan aku percaya apapun keadaan Ibu maka selalu ada cinta anaknya. Karena itu aku tak pernah ngotot menjadi Ibu sempurna, aku tak pernah menghabiskan waktu untuk merebut perhatian anak-anakku. Dan satu hal sebagai seorang Ibu kita harus bisa kasih kesempatan untuk suami supaya dekat dengan anak-anaknya juga.

20181112

Kenapa Harus Blogger Kalau Butuhnya Selebgram ?

Akhir-akhir ini aku merasa hampir semua yang membutuhkan blogger kasih syarat minimal follower Instagramnya harus 2.000 bahkan ada yang minimal 3.000 follower. Duh! Aku akui memang aku enggak jago bikin konten IG, aku enggak bisa kasih story tiap jam bahkan sehari satu IG story aja jarang, dan bisa jadi itu semua penyebab follower di Instagram ku enggak naik-naik.

Dulu aku berpikir I am a Blogger jadi orang yang butuh aku pasti hanya butuh tulisan ku, tapi nyatanya kini tuntutan itu berbeda sebagai blogger juga diharapkan menjadi seorang influencer dengan follower ribuan di semua akun sosmed.Jujur aku sekarang mulai blank tentang permintaan ini, maksudnya begini "kalau lu butuh influencer kenapa enggak cari yang influencer ?" banyak toh yang bisa diendorse ? Nah kalau butuh blogger yang sekaligus influencer kenapa bayarnya standard blogger ? Ehm..bukan matre sih cuman memang di kepala ku enggak bisa nerima hehe. Dan memang aku enggak pernah daftar yang mengharuskan aku punya ribuan follower, barangkali sekarang para selebgram ramai-ramai bikin blog supaya bisa juga memenuhi permintaan pasar. 

Sumber https://pixabay.com/id/laptop-ponsel-instagram-3781384/


Di mataku memandangnya sebagai sebuah ketakadilan, blogger itu enggak mudah. Menulis dengan hati, berjuang keras supaya orang mau klik artikel yang disharenya. Bahkan ketika share artikel di instagram kebanyakan enggak buka karena linknya mati, beda kalau ditwitter aku yakin orang masih tertarik buat klik link yang hidup. Nah kalaupun memang butuhnya blogger yang punya ribuan follower seharusnya fee nya juga dibuat menarik, sorry to say ada banyak job yang kasih rate sama tanpa harus sibuk ngecek follower instagram ku. Contohnya artikel content placement, mereka enggak mau tahu riuh rendahnya instagram karena memang tujuan mereka blog nya si blogger. Tapi kalau memang cuman butuh blogger hanya untuk sampingan nitip link brand doang trus syarat utamanya follower sosmed, apa yakin tulisan bisa maksimal ?

Jadi ya enggak heran kalau akhir-akhir ini kebanyakan blogger nulis campaign job saja karena lagi-lagi keknya kualitas tulisan bukan lagi jadi sasaran pemberi job, yang penting bisa jadi trendic topic di sosmed sudah cukup. Padahal selama ini pengalamanku yang bertanya langsung kepada ku kelanjutan dari artikel justru mereka menghubungi ku via WA bukan via sosmed. Mereka mendapat informasi itu dari blog ku bukan dari akun instagramku, bahkan sebagian teman yang "terpengaruh" akan campaign yang aku jalankan karena baca share artikel di facebook ku. Jadi itu kenapa aku masih menyimpan tanya kenapa sekarang banyak brand yang butuh blogger sekaligus selebgram ?

Ya udah sih li, tinggal follow-follow aja, lah akukan blogger bukan selebgram ? lagian aku pusing dengan perang unfol di instagram, follower itu menurutku jangan dipaksalah buktinya ntar aku sudah folbek eh besoknya followerku lenyap 10 hehe ? nah bingungkan ? Itulah yang bakalan terjadi kalau konten IG memang enggak menarik. Ah sudahlah...bukan pasrah tapi aku memang ingin blogger is blogger udah gitu aja. Kalau butuh share ya gak papa sih tapi ya jangan maksa juga punya follower sekian ribu hehe. Atau boleh dipertimbangkan kalau suruh ngulasnya cukup di Instagram enggak perlu di blog, gimana ?

Dan akhir-akhir ini aku suka kriteria job yang cukup posting di instagram dengan minimal follower 200 aja dan fee cukuplah buat kuota, kerjaan begini kan ringan dan bebannya dikit banget, tapi kalo sudah diminta ngeblog trus kudu punya ribuan follower berarti kita belum berjodoh hehe.

Sore ini sebuah WA menyapaku, mengajak ikut campaign dan lagi-lagi "yah sayang follower kamu belum 2K". Carinya blogger tapi seleksinya kenapa dari follower instagramnya nya ? dan lalu aku kasihan dengan google analytic ku hei kamu yang sabar ya karena meski banyak yang baca ternyata enggak selaku kalau followermu belum 2K hehe.


Sekian curhat sore ini, bukan bete hanya saja tak cocok sama kepala ku hehe.







20181109

Pentingnya Restu Dalam Sebuah Hubungan, Siapakah yang Paling Bahagia Antara Mulaan Jameela dan Maia Estianti ?

Kalau sudah hari jumat bawaannya selow ges, aroma besok leyeh-leyeh sudah didepan hidung banget dan biasanya hanya hari Jum'at yang aku pulangnya aenggak nongkrongi mesin absen hehe karena kalau hari lain aku udah di depan mesin absensi 10 menit sebelum bel pulang kantor bunyi wkwkwk.

Trus aku iseng dong ngecek trending topik di youtube dan Kekeyi beauty vlogger fenomenal masih bertengger di nomor 1 dan 2. Lalu di nomor empat ada tentang Mulan Jameela dan Maia, ehm..tertarik juga aku menulis tentang keduanya. Tulisan ini hanya sebatas opini karena aku enggak kenal dengan Mulan or Maia, sebatas tahu dari infotainment saja.

Sumber Pic : https://www.youtube.com/watch?v=cAAz076z7GA


Dulu ketika Maia bersama Dhani aku berharap banget mereka bisa menua bersama, sekarang going old juga sih tapi mereka dalam keadaan bukan as acouple lagi. Aku suka memperhatikan perjuangan pasangan-pasangan yang dimulai tanpa restu lalu mendapat restu selalu berakhir dengan perpisahan. Dari beberapa pengalaman teman dan para selebriti ternyata hubungan tanpa restu itu malah memuluskan perpisahan, kok bisa ya ?

Kasus Maia dan Dhani hanyalah salah satu contoh saja, hubungan mereka awalnya memang tak direstui oleh orang tua Maia. Maia dulu nempel aja sama Dhani si anak band yang zaman dulu bukan diidamkan para orang tua untuk jadi menantu. Orang tua Maia enggak pernah bisa meramal kalau Dhani akan sukses, dan sampai Maia mempunyai 1 anak barulah restu itu diberikan orang tuanya. Yah kadunglah ceritanya. Orang tua mana yang enggak kasihan lihat anaknya melahirkan, karena dia tahu betapa itu memang sebuah pengorbanan. Ada lagi temanku yang nekad menikah dengan pacarnya karena merasa yakin, sementara orang tuanya tak merestui dengan alasan mereka. Sampai akhirnya restu datang ketika orang tua tak tahan melihat temanku hidup dalam rumah kecil.

20181107

Ketika Rahmawati Kekeyi Putri Cantikka Menyalip Para Beauty Vlogger, Ada 4 Hal yang Wajib Kamu Contoh !

Assalamualaikum gaes ketemu lagi dengan aku Rahmawati Kekeyi Putri Catikka (double K) ya,

Suaranya yang imut membuat aku tersenyum melihat videonya, dan baru kali ini aku mau mengklik berbagai tutorial makeup untuk ku tonton sampai habis. Tiba-tiba saja semua video Kekey menjadi viral, bahkans ampai siang ini sudah ada 127 ribu subcriber, awasome! Rasanya kalau bisa mengambil pelajaran maka sekali lagi "Content is The King". Mau secantik apapun kamu, mau sekeren apapun alat-alat yang dimiliki tapi kalau konten so biasa maka enggak ada yang klik. Semua video tutorial makeup itu pada cantik-cantik makanya aku malas nonton hihihi soalnya enggak usah makeup aja cantik to ? Atau pas tahu yang dipakai makeupnya berkualitas semua "yaiyalah wong mahal", kadang kala muncul juga pembelaan "hallah videonya aja yang bagus wong diedit". Tapi tidak dengan Rahmawati Kekeyi Putri Cantikka, dia mampu menghadirkan dirinya apa ada nya.

Rahmawati Kekeyi Beauty Vlogger


Kualitas rekaman juga enggak bagus, dia juga enggak punya lampu apa sih namanya yang bikin mata berkilau ? Tapi kontennya asli, semua makeupnya juga dijual bebas di tempat yang mudah di jangkau. Bahasa yang digunakannya juga biasa saja, tidak ada yang menarik, semua mata tertuju padanya karena dia mampu menghadirkan konten asli tanpa proses editing lebay hehe.

Kalau dia bilang habis cuci muka ya dia nongol dengan muka yang basah dan baju yang basah, persisi kalau aku cuci muka haha. And then dia bisa mengakali alat makeup beauty blender dengan balon yang diisi air hahaha how could she do that ? Hahaha.

Beauty Vlogger pun ramai-ramai membuat parodi video ala Kekey, mau enggak mau ini sebuah fakta bahwa Rahmawati Kekeyi Putri Cantiika sudah menyalip para beauthy vlogger yang sudah beken sebelum dia beken. Dan enggak ketinggalan Gigi "Nagita Slavina" juga sudah meet up sama kekey, Raffi dan Gigi begitu terpesona dengan kepercayaan diri yang dimiliki kekey dan kesederhanaan yang dimiliki kekey justru menjadi koentji.

Kekey mengaku berusia 23 tahun berasal dari nganjuk and stay di Surabaya, dari Kekey kita bisa belajar bagaimana menjadi vlogger or blogger, teman-teman bisa lihat dichannelnya bahwa dia rajin banget mengupdate kontennya dengan konten original. Produknya beli sendiri, alat makeup ciptakan sendiri dan enggak fokus dengan proses editing. Konsistensi membawa Kekey pada hari ini, semua orang bahkan beauty vlogger melirik channelnya. So genks mari kita belajar dari Kekey untuk konsisten menghadirkan konten positif, rajin update dan jangan hanya nunggu sponsored post hehe. so 4 hal yang wajib kamu contoh biar kontenmu sukses adalah :


  1. Konsisten mengupdate blog dan channel yutub kalian dengan satu tema , yah branding namanya ya jadi subcriber kita selalu penasaran sama ide kita yang fokus sama satu tema. Seperti Rahmawati orang jadi pengen tahu besok dia pake merk apa, pake alat apa lagi hehe. Lah beauty vlogger sampe beli balon buat niru doi hehehe
  2. Pede di depan kamera and be your self, nah kekey memang fasih banget loh di depan kamera dan enggak jaim, dia pakai bahasa apa adanya, pede itu bisa diraih kalau memang jam terbang tinggi ya ges hehe
  3. Ikuti Trend, harus uptodate ges. Kekey juga pas halloween dia ikutan bikin tutorial makeup horror padahal yang enggak horror hehe
  4. Maksimalkan kemampuan, jangan ada alasan gue enggak bisa ini karena gue belum punya gimbal, gue enggak bisa begini karena gadget gue murahan. Kekey sudah membuktikan keep focus and get your success.
Video Kekey ketemu gigi




20181106

Hati-Hati Era Digital Bisa Membuatmu Jadi Pelit !

Judulnya entah apa yang pas tapi semoga dengan membaca tulisan ini bisa dipahami arah yang saya maksud, jangan juga menjadi tersinggung, karena perbedaan pengalaman pasti menghasilkan sudut pandang yang berbeda, tulisan ini murni melihat kepada diri sendiri dan orang disekitar saja, tanpa bermaksud menunjuk ke salah satu pihak.

=====================================================

Jasa Online Transportasi.

Jadi begini, dulu sebelum ada yang namanya aplikasi transportasi online, maka setiap hari aku menggunakan jasa oejk pangkalan. Ongkos sekali jalan dari kantor ke tempat aku naik omprengan adalah 35 - 40 ribu. Well dalam keterpaksaan aku merasa terbantu dengan aplikasi jasa transportasi online. Ternyata dengan transportasi online aku cukup mengeluarkan ongkos one way sebesar 20 ribu, artinya ada selisih 15-20 ribu per sekali jalan, hemat! Lantas tiba-tiba transportasi online memanjakan konsumen dengan segala promosi, yang tadinya ongkos 20 ribu sometimes bisa hanya membayar separuhnya, wow hematnya dobel!.

Transportasi Online


Setelah ada penghematan hati ku bertanya "li, keknya ada yang enggak beres. Lu sehari bisa menghemat nyaris 30 ribu hanya untuk urusan ojek, but kenapa enggak ada uang sisa ? Semua pengeluaran masih sama saja. Oh iya ternyata gengs karena merasa hemat aku malah jajan ch*t*me sebelum naik omprengan. Alhasil dari hasil merenung ini aku menyadari bahwa aku menjadi pelit dan cenderung membuang uang untuk hal konsumtif. Sejak itu aku berusaha berubah, ongkos di aplikasi online 20 ribu, kasih tips 5-10 ribu tergantung kepadatan jalanan. Dilebihin 5 ribu mashaallah doanya abang ojek sampai ke surga. Dengan memberi tips aku masih hemat 5-10 ribu ? Toh selama ini membayar 35-40 ribu itu sudah biasa kan? Sejak itu patokanku adalah ongkos jangan melebihi ongkos tanpa aplikasi sebelumnya.