20151201

Perempuan Baik-Baik

36 tahun menjadi perempuan, banyak kisah yang datang dan pergi dalam kehidupan. Kisah yang hadir tak melulu milikku, tapi terpaksa menjadi bagiannya atas nama empati sesama perempuan.


Perempuan baik-baik? Sebuah predikat yang bisa dimiliki siapa saja, aku perempuan baik-baik...



# Seorang perempuan bernama cahaya, masih gadis dan mengaku perempuan baik-baik. Suatu malam seorang perempuan lain menelponnya, menanyakan "mengapa kau menanggapi keganjenan suamiku"? Dengan enteng Cahaya menjawab "hah? masalah? urusan gue mau berhubungan dengan siapa saja, mau sudah punya istri, mau sudah duda. Lalu perempuan diujung telepon sana bertanya kembali "lu menikmati semua sensasi ini ? dipanggil adek sayang? dipanggil dinda sayang?" Lalu bagaimana ibu mu mengajarkanmu ? Sontak perempuan baik-baik itu meninggikan suaranya "jangan bawa ibu gue". Suami lu yang gatel, gue perempuan baik-baik yang berteman dengan siapa saja. 



# Perempuan yang satu ini sangat cantik, memang perempuan baik, lalu berdoa menemukan pasangan yang baik. Well bukan hanya baik bahkan dia mendapatkan a handsome husband. Dan diluar nalar, perempuan baik ini tetiba bersimpuh dikaki ku, menangis sampai semua bagian tubuhnya berguncang "suamiku selingkuh". What? how come? perempuan baik, perempuan cantik lalu siapa perempuan lain yang mampu mengisi hati suamimu? Bukan perempuan baik-baik, tapi dia lelaki. Aku terdiam dan memeluknya, haruskah ada rasa syukur bagi perempuan yang suaminya berselingkuh dengan perempuan? Dua bulan berlalu, perempuan cantik dan baik itu mendatangi ku dengan senyum sumringah, heiii aku sekarang bukan perempuan baik-baik tapi aku bahagia.


# Perempuan ketiga ini melabel dirinya perempuan baik-baik dilahirkan dari ibu yang berkali-kali ke Mekkah, bahkan mempunyai suami berpangkat. Lalu suatu ketika ada sosok perempuan lain yang tanpa sengaja terhubung dengan perempuan lain. Perempuan lain ini sudah melabel dirinya "aku bukan perempuan baik-baik" buat apa? Hidup itu singkat, nikmati. So tanya perempuan itu? Karena aku yakin lu perempuan baik-baik..eh bukan baik tapi bego alias lugu tak berkesudahan. Lugu? bukan, aku bisa saja tidak mengetahui, aku bisa saja dibohongi tapi yakin Allah akan menunjukkan kebenarannya. Lalu perempuan itu menepuk pipi perempuan ini "aku diutus tuhanmu, untuk membuka matamu" Lihat ini perempuan bersuami ini, tatap wajahnya "dia berkali-kali meniduri suamimu diatas ranjangmu" Sontak air mata perempuan itu mengalir, dadanya bergemuruh. Dan setelah kebenaran muncul maka secepat menutup payung diapun tersenyum, indah memang tidak menjadi perempuan baik-baik ucapnya. Senyum dipinggir bibir menunjukkan ada aksi balas dendam disana. Tiga bulan kemudian, perempuan bersuami tadi tetiba menelpon suami perempuan lain yang ditidurinya "duit gue raib", entah kenapa perempuan itu marah, lalu suami perempuan lain yang sudah merasa enak disusupi perempuan bersuami ini hanya diam terpaku, apa daya memang orang tak berpunya. Dan diantara bisu pembicaraan sang peselingkuh hadirlah perempuan yang memiliki senyum dipinggir bibir "katanya bersuamikan orang berpangkat, katanya orang kaya, masih doyan aja tidur ama gembel? Perempuan baik-baik ini meloncat emosinya "lu pikir suamilu enak dipakai?" jelas masih enak suami gue, jelas masih keren suami gue dan jelas masih beduit laki gue, gak level laki lu". Perempuan dengan senyum dipinggir bibir melempar uang keatas, serta merta perempuan baik-baik yang meniduri suami perempuan itu bertanya "uang siapa? Duit lu jawab perempuan dengan senyum dipinggir bibir, kalap perempuan itu mengumpulkan uang beserak, cuiihhh lu baru kehilangan uang receh sudah panik sampai kelangit tujuh, sementara aku? suamiku..suamiku kau nikmati dengan gratis, ranjangku kau tiduri gratis ! Perempuan itu tak menghiraukannya, dia kalap dengan uangnya. Lelaki gembel itu hanya terbisu dipojokan, entah bagaimana kisah akhir hidup seorang pezinah sepertinya. Lantas istrinya? memasrahkan diri untuk tak menjadi wanita baik-baik demi sebuah kepuasan bathin yang takkan mungkin bisa didapatnya kembali dari suami pezinah.

Ilustrasi poto dari google


# Perempuan baik-baik lainnya sedang menikmati masa iddahnya, apa daya hati tak mampu bertahan dan menikah sirih adalah solusi untuk label perempuan baik-baik. Siapa yang tau aku bermain dengan suaminya, yang penting sah dimata tuhan kan? kami bukan pezinah, aku hanya menggangguk, 


Aku perempuan baik-baik







No comments:

Post a Comment

Komentar mu Informasi untuk Kita