20181102

Peran SETAPAK Dalam Menjaga Hutan

Aku tahu kalau hutan telah banyak dirusak, fungsinya sebagai bagian dari ekosistem tergerus oleh fungsi ekonomi saja. Dan rasa iba terhadap hal tersebut akhirnya memunculkan rasa empati dan ingin mengembalikan hutan kepada fungsi membuat sekelompok orang bersatu untuk mendorong transformasi di sektor tata kelola hutan dan lahan.

Forestival 4

Cikal bakal itu hadir dari rasa cinta dan SETAPAK adalah sebuah ide untuk "Selamatkan Hutan dan Lahan Melalui Perbaikan Tata Kelola" , sebagai sarjan pertanian jujur aku baru tahu tentang keberadaan SETAPAK dimana didalamnya adalah orang-orang yang peduli akan keseimbangan alam. Beberapa hari lalu aku berkesempatan hadir disebuah acara Forestival dan ternyata ini sudah yang keempat kalinya di selenggarakan, berlokasi di Hotel Bidakara dengan tema "Transformasi dalam Tata Kelola Hutan dan Lahan di Indonesia". Dalam kesempatan ini ternyata banyak banget peserta yang hadir dan mereka adalah mitra-mitra program SETAPAK 2 , kehadiran mereka adalah untuk menyampaikan pencapaian selama periode 2015-2018 dan saling berbagi kisah sukses yang mereka lakukn dalam mewujudkan akuntabilitas dan trnasparansi dalam mendorong  upaya penegakan hukum, perubahan kebijakan, keadilan dan kesetaraan gender dan tak lupa curhat dari masing-masing mitra tentang hambatan yang ditemui selama pelaksanaan pendekatan dengan para stakeholder.

Mitra SETAPAK adalah masyarakat sipil yang bergabung dalam sebuah organisasi sejauh ini sudah ada 64 mitra yang tersebar di 14 Provinsi Indonesia seperti : Aceh, Riau, Sumatera Selatan, Sumatera Barat, Bangka Belitung, Bengkulu, Kalimantan Barat, Kalimantan Timur, Kalimantan Utara, Sulawesi Tengah, Sulawesi Selatan, Papua, Papua Barat, Jakarta dan Bogor. 


Acara dimulai dengan sambutan dari Ibu Sandra Hamid selaku Country Representative The Asia Foundation (TAF), dalam sambutannya beliau berharap agar perempuan lebih banyak lagi terlibat dalam program SETAPAK 2 dan memang saat itu aku melihat hanya ada beberapa perempuan dari 64 mitra yang hadir disana. Ibu Sandra Hamid sangat berharap dengan adanya program SETAPAK 2 maka tata kelola hutan dan lahan dapat lebih transparan, akuntabel dan partisipatif. Selanjtunya Deputy Head of United Kingdom Climate Change Unit (UKCCU) Mr. Peter Rajadiston mengucapkan terima kasih atas pencapaian SETAPAK dengan para mitranya dan beliau sangat senang bahwa program SETAPAK dapat berjalan dengan baik selama 4 tahun terakhir ini. Awalnya aku bingung apa sih pengaruh nyata dari program SETAPAK 2 ini ? Dan semua pertanyaan itu terjawab ketika Bapak Lili Hasanuddin selaku Direktur program SETAPAK 2 menjelaskan pencapaian para mitra dan SETAPAK, bahwa selama 4 tahun ini sudah menghasilkan 239 kebijakan terkait izin perhutanan sosial, transparansi RTRW (Rencanan Tata Ruang Wilayah) dan ada 16 izin usaha yang bermasalah sudah dicabut serta 222.385 Hektar lahan hutan sosial berhasil memperoleh izin untuk dikelola masyarakat melalui skema perhutanan sosial.

Bupati Aceh Utara


Dan dalam kesempatan ini hadir Bupati Aceh Utara dan ternyata beliau sangat mensupport SETAPAK, dimata beliau selama ini orang terlalu terlena dengan perkebunan kelapa sawit padahal faktanya kelapa sawit merusak tata kelola hutan dan lahan bahkan petani pisang tak mendapat air lagi karena setiap tahun 14 liter air menyusut karena ulah perkebunan kelapa sawit. Dan sejak ada SETAPK maka banyak mitra yang menjadi paham mengenai peraturan tentang tata kelola hutan dan lahan sehingga mereka bisa mengaudit para perkebunan kelapa sawit.

Dan pada akhirnya SETAPAK yang digagas oleh UKCCU sejak tahun 2011 berharap program SETAPAK akan bisa terlaksana secara berkelanjutan dan tentunya tujuannya adalah untuk pemerataan kesejahteraan masyarakat desa sekitar hutan serta lingkungan terpelihara dengan baik.

Ingin bergabung menjadi mitra SETAPAK  ? Apalagi kalau kamu perempuan bisa banegt kepoin ya akun sosial medianya.

Email : setapak2@tafindo.org
Facebook : Aksi SETAPAK
Twitter : @aksisetapak
Instagram : @aksisetapak
Website :www.programsetapak.org


No comments:

Post a Comment

Komentar mu Informasi untuk Kita