Tips Santuy Pasca Banjir - Ulihape.com

Tips Santuy Pasca Banjir

Awal tahun 2020 tak pernah terlintas akan dilalui dengan memandang air masuk ke dalam rumah, dan akhirnya aku hanya bisa nangkring di atas tempat tidur sembari membelai kedua anakku yang masih tidur sementara pak suami mulai panik melihat air semakin meninggi di dalam rumah.

Tanggal 31 Desember aku masih berkantor dan rencananya memang seluruh karyawan akan dipulangkan lebih awal. Namun hujan deras sore hari itu membuat kami para pekerja lebih memilih stay di kantor sembari berharap hujan segera reda.

Suami berharap aku bisa segera tiba dirumah lalu seperti tahun-tahun sebelumnya kami akan ke rumah teteh ipar sekedar berkumpul atau bahkan melanjutkan dengan kegiatan lain yang identik dengan suasana menyambut malam tahun baru.

Namun hujan sejak sore membuat kami membatalkan rencana tersebut, kami memilih untuk di rumah saja. Jam 12 aku terbangun karena mendengar hujan yang semakin deras, lalu memastikan tidak ada air bocor dan aku melanjutkan tidur. Pukul 03.00 dini hari suara kucing kami si Bleki membangunkan ku, tak biasanya dia mengeong tepat diujung jendela kamar tidur kami akupun terbangun dan menyingkap tirai kamar. 

Subhanallah air di luar rumah sudah tinggi, lalu aku bangunkan suami dan kamipun bergegas menaikkan semua barang-barang yang masih ada di lantai, namun baru separuh perjalanan aku kembali mendengar suara kucing kami yang lainnya. Ya ada dua ekor kucing di dalam kandang dan bener saja itu sudah seleher mereka, mau gak mau aku memilih membuka pintu untuk menyelamatkan kedua ekor kucing kami dan bisa ditebak air yang sudah menunggu di luar rumah langsung menyerbu masuk dan semakin lama air makin tinggi akupun menyerah enggak tahu mau menyelamatkan barang-barang kemana lagi? Suasana di luar msih gelap, masih 3.30 pagi dan PLN dengan sigap memadamkan lampu sehingga membuat aku lebih tenang menanti matahari menampakkan dirinya.

Kedua anakku terbangun, dan seperti anak-anak lainnya mereka excited dan tak sabar ingin turun dari kasur namun aku tahan. Sampai akhirnya aku intip ke luar jendela langit sudah mulai terang, perlahan aku lihat ada aliran air, dan pukul 7 setelah air mulai turun 20 cm dari pintu rumah akupun membuka pintu dan mulai mengusir air dari dalam rumah.

Pasrah dan Bersyukur

Ada yang menanyakan kenapa kok aku santuy aja? Kenapa gak bergegas menyelamatkan kasur? Jawabanku pasrah, dan lewati saja. Begitu PLN kembali hidup kamipun membuka televisi dan wow ternyata lokasi lain banyka yang banjir dan aku tak sempat mengeluh karena kondisi kami jauh lebih baik, bersyukur itu yang aku rasakan.

Apalagi saya masih bersyukur karena bisa bangun lebih awal dari tetangga-tetangga, saya bersyukur Allah memberikan situasi yang membuat kami membatalkan perjalana ke rumah tetah ipar. Andai saja semua sesua rencana kami maka kerugian kami pasti jauh lebih besar.

Tips Menghadapai Pasca Banjir

Banjir kali ini adalah pengalaman pertama ku seumur hidup, dan aku baru tahu ternyata banjir menimbulkan banyak kerugian materi. Isi kepalaku langsung memikirkan orang-orang yang menjadi langganan banjir, aku memikirkan orang-orang yang lebih parah kondisi rumahnya dari pada rumah kami. Namun enggak bisa lama-lama memikirkannya karena bagaimanapun semua masalah itu harus diselesaikan bukan diendapkan.

Selama banjir kemarin aku jadi punya penglaman dan bisa berbagi sedikit tips untuk menghadapi musibah banjir dan hadapai dengan santuy supaya urusan banjir cepat selesai.


  1. Jangan menyalahkan siapapun, menyalahkan orang lain atas musibah yang kita hadapai ingatlah tak akan membuat keadaan membaik. Alih-alih rumah bisa bersih dari lumpur yang ada mood jadi bete, energi terbuang.
  2. Segera Bersihkan Rumah, begitu banjir surut segeralah membersihkan rumah, bila semua ruangan kotor maka usahakan pada hari peretama bersihkan satu ruangan sehingga ada tempat yang bersih untuk meletakkan perabot-perabot lainnya.
  3. Minta Bantuan Tenaga, dan ternyata menurutku bantuan yang sangat aku harapkan selama banjir adalah tenaga. Urusan membersihkan rumah tentu akan membutuhkanw aktu dan tenanga yang cukup banyak. Karena jangan sungkan meminta tolong orang lain seperti teman, saudara atau tetangga. Aku kemarin memilih menggunakan jasa pembersih online.
  4. Jangan Lupa Makan, membereskan rumah pasca banjir membuat kita ingin terus bekerja namun tolong jangan lupa makan. Usahakan untuk makan, percaya deh kenyang mampu membuat mood jauh lebih baik daripada lapar.
  5. Saling Support, suami istri dan anggota keluarga lainnya harus saling support, kerja sama untuk merapihkan rumah pasca banjir dan syukur-syukur bisa main tiktok ya hehe
  6. Sediakan Kamper Penyerap Air, semula aku bingung mengatasi rumah yang terasa lembab dan bau apek. Namun setelah aku membeli penyerap air alhamdulillah rumah berkurang kelembabannya dan bau apek juga berkurang.
Nah itu deh tips menghadapi pasca banjir, namun bila situasi masih terkendali kalian bisa juga segera melakukan beberapa tips ini sebelum banjir tiba
  1. Amankan surat-surat berharga di tempat yang kedap air, usahakan semua dokumen penting di laminating dan letakkan di bagian teatas dalam rumah. Kalau aku surat2 ada dalam lemari bagian paling atas jadi kemarin pas banjir memang enggak panik.
  2. Hidup Cashless, enggak usah nyimpan uang cash yang banyak didalam rumah, apalagi zaman now semua sudah serba digital bukan?
  3. Perabot usahakan yang terbuat dari besi, dan ini masih menjadi PR ku karena sekarang banyak perabot dari besi yang cakep-cakep. Kalau dari kayu diterpa banjir maka tamat riwayatnya hehe
  4. Tempat tidur tinggi sekitar 70 cm, ini penting sepertinya supaya kasur enggak kebasahan. Kasur di rumah yang basah memang dipannya aku design pendek makanya langsung kelelep hehe.
  5. Selamatkan Hewan Peliharaan, nah yang punya hewan peliharaan jangan sampai lupa untuk menyelamatkannya ya.
Semoga teman-teman yang terdampak banjir bisa segera melewatinya dan jangan lupa jaga kesehatan!

When Sharing Is Caring, Aku Senang Bercerita Untuk Membuatmu Tak Merasa Sendirian Nikmati Cerita Tentang Hidup, Info Produk, Kesehatan Dan Cinta.