-->

New Normal, Kebiasaan Baru Atau Kebebasan Baru ?


New Normal Itu Apa ?
New Normal ?

Sejak dinyatakan Covid-19 ada di Indonesia maka saat itu aku berharap kita seperti di negara lain yang memang lokcdown total, tujuannya ya biar gak kenalah. Tapi ternyata kita beda, bangsa kita memang terlalu luas, ditambah pula kita negaranya gak maju. Mungkin dampaknya bila lockdown total bisa kejadian sepeti India, kisruh dan menimbulkan penderitaan baru which is aku yakin pemerintah gak akan sanggup mengatasinya.

Untuk itu kita menggunakan istilah PSBB (Pembatasan Sosial Berskala Besar), Jakarta sebagai salah satu kota yang banyak pasien terkonfirmasi positif lumayan membuat aku bergidik namun semuanya jadi terasa biasa karena perusahaan ku tak ada aturan WFH yang jelas sehingga mau gak mau aku masih tetap berangkat kerja 3 kali dalam satu minggu dan itupun hanya selama bulan April, selebihnya yah normal saja.


Sementara itu gak sedikit juga perusahaan yang menggunakan momen pandemi ini untuk menyatakan perusahaannya bangkrut, atau bahkan banyak bisnis kuliner yang ada di mall-mall terpaksa mengurangi karyawan selama mall belum beroperasional.
Setelah tiga bulan akhirnya status PSBB pun dinyatakan berakhir, dan muncul istilah PSBB Transisi untuk Jakarta dan beberapa daerah yang sudah mulai mengalami penurunan angka covid-19 digunakan dengan Adaptasi Kebiasaan Baru (AKB) atau yang kita kenal dengan New Normal.

New Normal tentu saja bukan hanya negara kita yang menjalankannya, negara yang terkonfirmasi Covid-19 juga sudah melakukan new normal. New Normal yang dimaksud yah memang menerapkan kebiasaan-kebiasaan baru, seperti kemana-mana menggunakan masker dan face shield, rajin mencuci tangan, masuk ke mall jumlahnya dibatasi, mau makan di cafe suasananya juga berubah menjadi lebih steril dan banyak kebiasaan baru yang bertujuan untuk meminimalisir penularan Covid-19.


New Normal, Era Kebebasan Baru di Tengah Pandemi

Lalu di Indonesia sendiri sejak ada istilah New Normal, kenapa ya rasanya kok lega? Malah hampir bisa aku bilang banyak orang merasa New Normal itu pertanda bahwa Covid-19 udah gak ada, bahwa Covid-19 udah gak mematikan. 

Sejak New Normal jalanan di Jakarta macetnya balik lagi, mall memang masih sepi tapi dibeberapa pojokan sudah banyak orang berkumpul, ada banyak orang yang enggak pakai masker lagi, ada banyak orang yang mendatangi tempat wisata, mengapa new normal diartikan sebagai kebebasan baru bukan kebiasaan baru?

New Normal membuat orang merasa bebas mendatangi mall
New Normal membuat orang melepas penat dengan berekreasi
New Normal membuat orang tua melepas anaknya ke bimbel
New Normal membuat orang berkumpul melepas kangen
New Normal membuat orang tak menggunakan masker lagi
New Normal membuat orang enggan melakukan rapid test

Mengapa hal ini terjadi ?

Hal ini terjadi tentu karena kurang tegasnya pengawasan, kurang adanya penjaminan atas pasien yang terkena covid baik dari status terendah sampai tertinggi, masih banyak perusahaan yang memaksa karyawan untuk tetap bekerja serta banyaknya hoax yang beredar dan dipercaya di masyarakat pada akhirnya new normal justru diartikan sebagai kebebasan baru bukan kebiasaan baru.


Lalu dimana posisi kalian? Aku pribadi memang gak bisa berbuat banyak, sejauh ini aku menahan diri untuk tak mendatangi mall, menahan rindu untuk tak bertemu kedua orang tua meski akses transportasi telah dibuka dan yang pasti aku fokus melindungi keluarga dan meyakinkankan mereka untuk tetap memperhatikan protokol kesehatan.

So far menggunakan masker, face shield dan membawa hand sanitizer adalah hal wajib. Selebihnya memang berpasrah karena memang mau steril banget juga aku masih susah. Ujung-ujungnya berserah pada Allah, memohon Allah melindungi keluarga ku.

Punya kisah new normal? Share di kolom komentar ya !











When Sharing Is Caring, Aku Senang Bercerita Untuk Membuatmu Tak Merasa Sendirian Nikmati Cerita Tentang Hidup, Info Produk, Kesehatan Dan Cinta.

No comments: