3 Rekomendasi Channel YouTube Olahraga untuk Usia 40+

3 Rekomendasi Channel YouTube Olahraga untuk Usia 40+

Rahasia Berat Badan Stabil di Usia 40+ Tanpa Gym

Assalamu'alaikum,

Ada yang lagi berjuang menurutkan berat badan? Dulu aku berpikir menjaga berat badan itu soal diet. Mengurangi nasi, menolak gorengan, menghitung kalori. Tapi semakin bertambah usia, terutama setelah masuk kepala empat, aku sadar satu hal: diet saja tidak cukup.

Rekomendasi channel YouTube
Rekomendasi channel YouTube untuk Workout di Rumah

Tubuh usia 40+ tidak lagi bekerja seperti usia 20-an. Metabolisme melambat. Massa otot perlahan berkurang. Hormon berubah, terutama menjelang perimenopause. Lemak lebih mudah menumpuk, khususnya di area perut dan lengan. Bahkan aku pernah mendengar bahwa setelah usia 40, berat badan bisa naik sekitar 0,1 kg per bulan hanya karena faktor metabolisme meskipun pola makan terasa sama. So, nggak usah heran ketika merasa udah jaga makan eh kok timbangan masih naik? Ya bayangkan saja dengan diet saja bisa naik 1 kilo per tahun disaat usia 40 plus.

Di situlah aku berhenti hanya fokus pada diet, dan mulai fokus pada konsistensi olahraga. Dan pada akhirnya aku menyadari bahwa harga termahal untuk jaga berat badan bukan makanan, bukan tempat gym melainkan konsistensi kita baik dalam menjaga pola makan maupun melakukan. Olahraga.

Workout di rumah
Pound fit salah satu olahraga high impact dan terlalu berat bagi ku

Alhamdulillah, sudah tiga tahun ini aku olahraga di rumah saja. Tanpa gym. Tanpa alat mahal. Cukup bermodalkan YouTube dan niat. Dan ternyata, aku bisa konsisten.

Dan selama tiga tahun ini aku jadi tahu bahwa nggak semua olahraga bisa aku ikuti, contohnya pound fit yang bisa bakar kalori sampai 1000 kkal sungguh menguras tenaga dan membuat aku kliyengan, lalu yoga karena aku vertigo sangat tidak disarankan so jangan ragu untuk bertanya dulu sebelum memilih olahraga ya. 

Kebiasaan olahraga ini juga didukung suami dan anak-anak so setiap weekend kami rutin melakukan olahraga bersama dan terkadang kami mengajak kucing kesayangan juga 

Nah! Artikel kali ini aku mau kasih rekomendasi channel YouTube Olahraga buat kalian, dan aku selalu lakukan workout 30 menit di hari Selasa dan Rabu saat jam istirahat kerja. Untuk Senin dan Kamis aku puasa sunnah, sedangkan weekend biasanya aku olahraga di luar rumah bersama keluarga maupun komunitas.

1. Channel YouTube Body Fit by Bagus : Pondasi yang Bikin Konsisten

Rekomendasi banget untuk pemula ya gengs karena channel ini gerakannya komplit, instruksinya jelas, dan yang paling aku suka: banyak pilihan video berdurasi 30 menit. Durasi ini pas, tidak terlalu lama sampai terasa berat, tapi cukup untuk berkeringat dan membakar kalori. 

Workout di rumah
Bergerak di ruang kerjaku

Ada banyak pilihan olahraga di channel ini mulai aerobik, cardio, full body workout, sampai latihan pembentukan otot ringan. Di usia 40+, latihan kekuatan itu penting. Karena semakin berkurang massa otot, semakin lambat metabolisme bekerja. Dengan menjaga otot tetap aktif, tubuh tetap mampu membakar kalori lebih baik.

Sejak rutin mengikuti workout ini, aku merasa badan lebih ringan, tidak gampang pegal, dan energi lebih stabil.

2. Walk at Home: Solusi Saat Ingin Low Impact

Ada hari-hari ketika lutut terasa lebih sensitif atau tubuh tidak ingin terlalu dipaksa misalnya sedang haid. Di saat seperti itu, aku memilih walking workout.

Gerakannya sederhana, seperti jalan di tempat dengan variasi ritme dan gerakan tangan. Tapi jangan salah, tetap bikin keringat keluar.


Untuk wanita usia 40+, olahraga low impact itu penting. Memaksakan gerakan lompat berlebihan tanpa teknik yang benar bisa berisiko cedera. Sementara walking workout tetap membantu pembakaran kalori tanpa membebani sendi.

3. Eva Fitness: Tantangan untuk Perut dan Lengan

Kalau sedang ingin tantangan lebih, terutama fokus di area perut dan lengan, aku memilih channel ini. Beat-nya cepat, gerakannya energik, dan tidak membosankan.

Namun jujur saja, ini kurang cocok untuk pemula karena intensitasnya cukup tinggi. Tapi bagi yang sudah terbiasa, hasilnya terasa. Otot lebih aktif, keringat lebih deras, dan sensasi “habis olahraga” benar-benar terasa.

Kenapa Olahraga Jadi Kunci di Usia 40+?

Perubahan hormon membuat tubuh lebih mudah menyimpan lemak. Diet memang membantu mengontrol asupan, tetapi tanpa aktivitas fisik, metabolisme tetap melambat.

Olahraga membantu menjaga massa otot, meningkatkan metabolisme, menstabilkan gula darah, memperbaiki mood, dan menjaga kesehatan jantung. Yang berbahaya justru bukan makan sedikit lebih banyak, tetapi berhenti bergerak sama sekali.

Kini aku tidak lagi terobsesi angka timbangan. Yang aku jaga adalah konsistensi. Karena rahasia berat badan stabil di usia 40+ bukanlah diet ketat, melainkan tubuh yang terus aktif bergerak.

Dan siapa sangka, semua itu bisa dilakukan dari ruang tamu rumah. Tanpa gym. Tanpa biaya mahal. Hanya dengan kemauan untuk menekan tombol “play”.

Di usia ini, aku belajar satu hal penting: tubuhku bukan lagi tentang tampil sempurna, tapi tentang tetap kuat. Tentang bisa bangun pagi tanpa nyeri berlebihan. Tentang tetap lincah bergerak. Tentang menjaga diri sendiri dengan cara yang realistis dan penuh kasih.

Aku tidak lagi menghukum tubuh dengan diet ekstrem. Aku memilih merawatnya dengan gerak yang konsisten.

Karena bagi perempuan usia 40+, menjaga berat badan bukan sekadar soal penampilan. Ini tentang kesehatan jangka panjang. Tentang metabolisme yang perlu dibantu. Tentang hormon yang perlu diseimbangkan. Tentang masa depan yang ingin tetap aktif dan berdaya.

Dan kalau hari ini aku masih bisa berkeringat di ruang kerja dan rumah, mengikuti irama dari layar YouTube, itu artinya aku sedang berinvestasi pada diriku sendiri.

Tips Olahraga untuk Wanita Usia 40+

  1. Prioritaskan pemanasan dan pendinginan untuk menghindari cedera.
  2. Pilih kombinasi cardio dan latihan kekuatan.
  3. Jangan memaksakan diri. Dengarkan tubuh. Dan aku sampai membeli smartwatch untuk bisa memantau aktivitas jantung dan jumlah kalori yang terbakar.
  4. Konsisten lebih penting daripada intensitas ekstrem.

Yang berbahaya justru adalah berhenti bergerak sama sekali. Di usia ini, metabolisme menurun karena perubahan hormon, terutama menjelang perimenopause dan menopause. Massa otot berkurang, pembakaran kalori melambat, dan distribusi lemak berubah. Jika hanya mengandalkan diet, berat badan tetap cenderung naik.

Itulah sebabnya aku percaya: diet membantu, tapi olahraga menjaga. Bukan soal ingin langsing semata. Tapi ingin tetap kuat, sehat, dan percaya diri di usia yang terus bertambah.

Dan siapa sangka, semua itu bisa dimulai dari ruang tamu rumah, hanya dengan satu klik di YouTube.


0 Komentar

Komen ya biar aku tahu kamu mampir