Masakan Jadul dan Cara Aku Menjaga Kenangan Tetap Hangat

Masakan Jadul dan Cara Aku Menjaga Kenangan Tetap Hangat

Assalamu'alaikum,

Kalian sama ngak seperti aku yang suka kangen akan masakan Mamak atau kampung halaman? Bukan karena di kota perantauan tak ada makanan enak. Bukan juga karena kita tak mampu membeli makanan yang lebih mahal atau lebih modern. Tapi ada rasa yang tak bisa digantikan, rasa yang tumbuh bersama kenangan bahkan aroma masakan itu tak sama ketika namanya sama, betul?

Masakan Jadul
Masakan Jadul dan Cara Aku Menjaga Kenangan Tetap Hangat - Ulihape.com

Masakan kampung halaman itu bukan sekadar soal bumbu. Ia tentang dapur sederhana, tentang Mamak yang memasak tanpa takaran pasti, tentang makan bersama dengan lauk seadanya tapi penuh cerita. Saat kita merantau, jarak bukan hanya memisahkan tubuh dari rumah, tapi juga memisahkan lidah dari rasa yang membesarkan kita.

Dan di situlah rindu bekerja.

Aku pun begitu. Setiap kali mencium aroma tertentu, atau melihat makanan yang mirip dengan masakan kampung, hatiku langsung bergetar. Ada yang bergerak pelan di dalam dada: keinginan untuk pulang. Atau setidaknya, menghadirkan pulang itu di dapurku sendiri.

Beruntungnya aku, rindu itu masih bisa aku eksekusi. Aku masih ingat resep-resep Mamak. Tanganku masih hafal takarannya meski tak pernah ditulis dan yang pasti lidahku tahu bagaimana mewujudkan rasa meski tak persis paling tidak bisa melepas rindu. Dan lebih beruntung lagi, di pasar dekat rumahku sekarang ada pedagang orang Tapanuli Selatan (Tapsel). Jadi kalau kangen menyerang tiba-tiba, aku bisa berburu bahan dan memasaknya sendiri. Meski beda kota, aroma kenangannya tetap sama. 

Salah satu yang paling sering aku rindukan adalah Mi Gomak. Mi lidi khas Tapanuli Selatan yang ukurannya besar dan kenyal. Bisa digoreng dengan telur, ayam, atau udang sesuai selera. Setiap kali aku memasaknya, rasanya seperti sedang memanggil kembali suasana rumah. Sederhana, hangat, dan mengenyangkan dan bukan cuma perut, tapi juga hati.

Lalu ada ikan limbad, lele asap khas Mandailing yang berbeda dengan lele asap yang biasa ditemui di Jawa. Rasanya lebih tegas, lebih pedas, dan punya sensasi panas yang khas. Setiap gigitan seperti membawa kembali ke masa kecilku. Aroma ikan limbad disantap dengan ansi panas bisa bikin nambah.

Masakan Sumatera Utara
Ikan Asap Khas Medan

Namun, tak semua makanan jadul itu bisa aku “masak ulang”. Makanan jadul itu lebih mantap bila disantap di kota asalnya. Aku lahir di kota Panyabungan, kota ini punya kuliner yang khas yaitu Toge Panyabungan.

Jangan salah paham dulu. Ini bukan sayur kecambah. Ini adalah minuman tradisional khas Panyabungan, Mandailing Natal, Sumatera Utara. Isinya terdiri dari: pulut hitam, candil, lupis, tape, cendol, disiram santan dan gula aren. Rasanya manis, segar, sekaligus mengenyangkan. Lebih dari itu, ia adalah simbol kebersamaan. Biasanya dinikmati saat bulan Ramadan atau di momen-momen spesial.

Ada juga minuman khas Padang Sidimpuan Kolding alias kolak dingin isinya kolak pisang dan potongan roti, diminum dingin nikmat banget. Aku berharap semua makanan dan minuman jadul ini masih bertahan di daerahnya supaya selalu ada alasan untuk mampir hehe

Anehnya, meski bahan-bahannya bisa saja ditemukan di kota lain, rasanya tetap berbeda jika tak diminum di tanah kelahirannya. Mungkin karena rasa sejatinya bukan hanya dari gula dan santan, tapi dari suasana, dari logat orang-orang sekitar, dari udara yang pernah menjadi saksi masa kecilku.

Buatku, masakan jadul bukan sesuatu yang ketinggalan zaman. Justru di sanalah aku menjaga kenangan tetap hangat. Di setiap mi yang aku rebus, di setiap sambal yang aku ulek, di setiap suapan yang mengingatkanku pada Mamak.

Minuman Khas Tapsel
Minuman Toge Khas Panyabungan

Karena kadang, menjadi anak rantau bukan hanya soal bertahan di kota orang. Tapi tentang bagaimana kita tetap membawa pulang rasa.

Dan selama aku masih bisa memasaknya, selama lidahku masih mengingatnya, rindu itu tak akan pernah benar-benar menyakitkan. Ia hanya berubah menjadi hangat. 💛

0 Komentar

Komen ya biar aku tahu kamu mampir