Showing posts with label school. Show all posts
Showing posts with label school. Show all posts

20180119

Karena Kurang Umur Anak Jenius pun Kesulitan Ikut Ujian Nasional


Pagi ini aku membaca sebuah sharing status di facebook. Status nya adalah tentang kegelisahan seorang Ibu yang mendapat pemberitahuan dari sekolah bahwa Anak nya tidak bisa mengikuti Ujian Nasional (UN) hanya dikarenakan pada 30 Juni 2018 anaknya belum berusia 12 Tahun.

Aku pun langsung teringat sebuah kasus di Sidoarjo, Jawa Timur. Patto Sayyaf si anak Jenius yang berusia delapan tahun dan mendadak di tolak oleh Dinas Pendidikan untuk melakukan Ujian Nasional. Patto menyelesaikan pendidikan dasar hanya dalam waktu 4 tahun, Sudah kelas 1 SD saat berusia 4 tahun dan tahun berikutnya mampu menyelesaikan Kelas 2 dan 3 sekaligus, tahun selanjutnya melalui akselerasi selesai juga kelas 4 dan 5 dalam satu tahun dan sampai akhirnya mendapati kenyataan bahwa sesuai peraturan yang berhak mengikuti UN adalah anak yang berusia 12 tahun.



Pada Kasus Patto mungkin kita bisa bilang dia anak jenius (sesuai hasil tes IQ nya 136) dan orang tua nya pun meminta bantuan anggota dewan dan pada akhirnya berhasil mengikuti ujian UN dengan bantuan anggota DPRD. Artinya negara juga belum memiliki aturan yang jelas, buktinya peraturan yang dibuat belum bisa mengakomodir kasus anak jenius seperti Patto. Kasus yang terjadi saat ini mungkin banget akan kita alami juga, namun saya enggak setuju juga bila ada yang menjudge orang tua nya yang terlalu bernafsu untuk memasukkan anak sekolah di usia dini.

Dan saat ini mungkin belum semua sekolah dan daerah yang menerapkan aturan tegas tersebut, tapi lebih baik kita pun bersiap untuk lebih mengikuti aturan yang ada, banyak cara yang bisa kita lakukan selain menyekolahkan anak ke pendidikan formal, salah satu nya mungkin kita bisa memberikan dia kursus seni yang sesuai dengan kesukaan nya sembari menunggu usia sekolahnya sesuai.

Kapan Waktu Tepat Anak Sekolah ?

Well, untuk pertanyaan ini setiap orang tua pasti punya jawaban. Berkaca dari orang tua ku kami semua masuk sekolah di usia tujuh tahun, zaman old asal kalian bisa memegang kuping maka udah layak masuk SD haha dan zaman now ternyata urusan menyekolahkan anak sudah ada peraturannya. Dilema lainnya adalah kita dihadapkan kepada milestone anak yang berbeda. Kalau dibaca pendapat para psikolog anak intinya lihat kesiapan anak, jadi enggak ada yang salah kalau anak si A umur tiga tahun sudah sekolah, anak si B baru 6 tahun masuk TK karena memang kesiapan anak-anak itu berbeda.

Peraturan no 17 tahun 2017 pasal 5 ayat 1 b dan pasal 2


Aku sendiri cenderung bercermin dari pola asuh orang tua ku, sehingga sejak semula memang sudah yakin akan menyekolahkan anak saat umur tujuh tahun (SD), namun ternyata perjalanan hidupku jauh berbeda dengan orang tua ku, khususnya mamak. Mamak adalah ibu yang 24 jam mendampingi kami, sementara aku adalah Ibu pekerja yang tak bisa 24 jam menjadi teman anak-anak ku. Perkembangan Kanda dalam bicara termasuk too late, dia baru bisa merangkai kalimat di usia 42 bulan, setelah bisa berbicara dan berkomunikasi barulah aku bisa memberikan instruksi ini itu, dan yup! Kanda menjadi tidak fokus karena dia baru ngeh semua instruksi itu saat umurnya empat tahun, dan ini jauh berbeda dengan teman seusia nya. Lalu aku berpikir andai aku mendiamkan nya tentu dia akan terus tertinggal nanti nya, ketika di SD bisa-bisa dia tak paham bahwa suara Ibu Guru harus diperhatikan, bahwa ada teman yang harus dipahami. Hal inilah yang menjadi dasar ku untuk segera memasukkan Kanda ke pendidikan formal, dia harus berada di lingkungan formal untuk bisa memahami instruksi.

Tips ala mami Kanda dalam menyikapi anak usia dini sekolah ..

Jangan Memaksa Anak

Sekolah Sebagai Solusi Menitip Anak


Menurutku enggak penting dibahas anak mau sekolah di usia berapa, balik lagi keadaan kita beda-beda toh? Apapun alasannya,pastikan saja dalam keputusan anda tidak ada unsur pemaksaan. Pemaksaan apapun itu. Misal, please ya nak kamu ke play group saja selama mama kerja, kalimat ini halus tapi menurutku ini pemaksaan terhadap anak. Pastikan saja anak memang meminta atau anak memang tertarik, bila belum ya sudah jangan paksa kan. Dan jangan jadikan sekolah sebagai solusi untuk menjaga anak kita.

Prestasi Anak

Ketika anak sudahs ekolah, maka akan muncul harapan akan prestasi anak, aku kembali belajar ke orang tuaku. Mereka tak pernah menuntut kami untuk juara, tapi mereka menceritakan betapa menyenangkan menjadi juara, sehingga kebahagiaan itulah yang kami ingin rasakan, bahkan adik ku yang tak pintar tetap mendapat hadiah dari mamak meski dia tak juara. So kenali anak-anak kita dan sebagai orang tua mohon jangan terbebani dengan urusan prestasi, ingat anak kita tak sama dengan anak tetangga.

Hal ini alhamdulillah aku terapkan ke diriku, aku menyadari tujuan ku menyekolahkan Kanda hanya supaya dia bisa memahami berkomunikasi, instruksi dan fokus. Selebihnya aku belum membutuhkannya. Sehingga ketika kemarin dia ujian maka tak sedikitpun aku meminta dia untuk memahami nya. Bahkan aku tak mempersiapkannya dengan baik, tapi alhamdulillah karena dia memang mampu ya hasilnya tetap baik, justru apa yang menajdi tujuan ku lah yang belum bisa tercapai karena Kanda masih belum bisa mengikuti instruksi guru nya,karena Kanda belum fokus.

Bersekolah yang pas dengan kondisi anak dan keluarga

Tak muluk-muluk, aku menyekolahkan anak sesuai dengan dompet ku, dan tentunya memperhatikan kebutuhan Kanda. Karenanya aku tetap melakukan survey ke beberapa sekolah sebelum mengambil keputusan. Apalagi dalam perjalanan aku melihat bahwa kesuksesan seseorang tak melulu di atarbelakangi pendidikan yang canggih. 

Pastikan Usia Masuk Sekolah Mengikuti Aturan Pemerintah

https://www.facebook.com/aboworld?hc_ref=ARTb4rjcciQQgDSNycYlJz1IQ4Eb-J6jUPOswcDHek39dFRhGa1e-GWon4yGrJL2JfQ&fref=nf&pnref=story

Saat ini aku juga sudah berencana bahwa setelah lulus TK B usia Kanda baru 6 tahun 3 bulan, sedangkan di sekolah negeri syaratnya boleh 6,5 tahun artinya Kanda belum bisa tapi katanya ada juga yang sudah bisa asal 6 tahun lewat, andai ada yang bisa maka akan langsung sekolah SD namun bila tidak, aku akan memasukkan Kanda ke kursus seni dan olahraga pilihan tetap atas kemauan Kanda. Belajar dari kasus saat ini maka aku enggak akan memandang sepele setiap aturan yang sudah ada jangan berpikir kita akan bisa melakukan sesuatu di masa depan toh umur kita juga enggak tahu, jadi ikuti aturan untuk kemudahan semua pihak. Apalagi negara kita banyak undang-undangnya yang enggak jelas, misal kasus ini dalam undang-undang toh usia masuk sudah diatur kenapa yang dipersoalkan malah usia pas mau UN , jadi banyak hal yang bisa keliru ya kan...