Umroh, Wisata Ibadah


Tulisan ini sudah pernah dipublikasi di facebook dan kompasiana. Tetapi tulisan ini merupakan catatan hati yang akan saya pilih untuk disalin kembali di media baru ini.


Tahun 2006 Alhamdulillah aku bisa berkunjung ke baitullah, sebuah impian panjang "Pokoknya mak kalau mau ke Luar negeri Mekkah adalah negara pertama yang harus aku datangi". Mamakku berkomentar seperti biasanya "udahlah jangan banyak kali cakapmu, semuanya sudah diatur Allah" maklumlah aku anaknya yang suka mengkhayal ini itu sampai sering buat sakit kepala mamak.


Percaya atau tidak sebagian hal yang kucapai sampai saat ini merupakan omongan impian, begitupun ketika orang tua ku berangkat haji ditahun 1994, aku harus ditinggal bersama ke 4 adikku, sibungsu kala itu berusia 4 tahun. Dan alhamdulillah kedua orang tua kembali dengan selamat. Setelah acara syukuran kepulangan Papa dan Mamak, aku yang saat itu baru menyelesaiakan ujian akhir di SLTP sibuk membongkar tas mamak, bukan oleh-oleh yang kucari melainkan mukena bekas yang dipakai mamak saat menunaikan ibadah haji. Untuk apa itu pik ?? kata mamak, "Mak mukenanya untuk aku ya ?" biar nanti aku bisa cepat ke Mekkah Mak. Namanya orang tua pastilah mengiyakan apa yang diminta anaknya, apalagi ini hanyalah sebuah mukena hadiah dari bank. 



Mukena ini kubawa sampai aku kuliah, kadang teman bertanya kok mukenanya ada logo bank nya? Iya ini mukena yang dipakai mamak saat beribadah haji, biar aku ketularan ucapku. Akhirnya mukena itupun sobek dan saat aku bekerja mukena itu sudah harus pensiun, namun buku diari kecil yang berwarna hijau masih menyisakan catatan saat aku SMP, didalamnya tertulis urutan negara yang aku ingin kunjungi nantinya 1. Mekkah dalam kurungnya "pokoknya negara pertama yang aku kunjungi harus ini" pakai tanda seru banyaakkk 2. Malaysia, entah ide dari mana tapi itulah yang tertulis disana. 


Lulus kuliah, bekerja dan impian ke Mekkah sudah tak teringat lagi bukan tak ingin tapi karena memang aku tak mampu dari sisi biaya dan sangat mustahil rasanya. Pekerjaanku sebagai karyawan biasa berstatus non-staf diperkebunan sawit, tinggal didalam hutan hanya mempertemukanku dengan orang-orang biasa, paling tinggi derajat sosialnya adalah Bapak Kepala Desa. Dan sudah biasa Kades akan memborong proyek kerja di perkebunan kami. Pak kades ini pastinya kaya, punya banyak truk, mobil dan terkenal sering berangkat atau memberangkatkan saudara-saudaranya ke Mekkah baik itu haji atau umroh. Saat akhir bulan beliau selalu mampir ke kantor kebun untuk menandatangani BAP pekerjaan borongan dan kuitansi insentif sehingga untuk urusan itu semua akulah orang yang dicarinya. Ku lihat dia memasuki ruangan ku dengan map ditangannya "apa itu pak" tanyaku, oohh ini berkas-berkas keluargaku mau pergi umroh. Wowww... ucapku takjub dan dengan antusias bilang ke beliau " Ya allah pak, pergi sekeluarga ya ? Mashaallah.. uli tuh pak dari dulu sudah bertekad akan ke Mekkah" Oh ya katanya, mau ikut gak ? kaget mendengar ajakannya dan hanya kutanggapi dengan candaan ku "boleh..bolehlah pak, asal bisa diuruskan". Pembicaraan berakhir dan akupun tak berpikir apa-apa karena aku hanya berbasa basi, dan sangat yakin pak Kades tidak akan menguruskan apapun untukku. 


Bulan berikutnya pak Kades datang kembali untuk menjemput insentifnya, hari ini terlalu ramai jadi beliau hanya bertemu dengan KTU tidak denganku. Dua bulan kemudian pak kades kembali datang dan kali ini membawa map, seperti biasa aku bertanya "bawa apa pak?' Jawabannya kali ini membuat mataku terbelalak mata melotot), nah ini semua sudah saya urus, ibu uli tinggal berpoto saja ke imigrasi palembang, pembayaran umroh sudah saya lunasin, tinggal bayar ke saya saja" Apaaa...kaget aku mendengarnya, bukan karena bahagia tapi langsung lemas memikirkan biayanya, aku hanya becanda pak ucapku lirih...duh gimana saya melunasinya pak ? Ahh tenang aja toh kita berangkat masih 3 bulan lagi ucapnya. Ku buka buku tabunganku hanya ada 6 juta masih kurang separohnya, darimana aku akan menutupinya ? aku telpon mamak ku dan sama dengan ku mamak kaget bukan kepalang ? hal yang dikagetkan juga sama uang dari mana ? jangan berangkat ke Mekkah dengan modal hutang kata mamak


Aku minta ijin mamak untuk menghabiskan uang tabunganku , dan mamak setuju, pakailah kalau untuk ibadah ucap mamak. Tapi masih kurang 6 juta lagi ? gajian dua bulan berikutnya aku sudah memberikan uang 8 juta ke pak kades, masih kurang 4 juta lagi dan gajian hanya tinggal satu kali lagi , paling maksimal aku hanya bisa menambahnya 2 juta tetap masih kurang. Berita rencana kepergianku untuk umroh pun sudah didengar banyak teman, banyak yang memberi selamat, menyambut ucapan mereka bibirku tersenyum tapi hatiku didalam meringis memikirkan bagaimana caranya supaya lunas. 


Dan benar adanya bahwa pertolongan Allah itu tepat waktu, Subhanallah diluar kebiasaan bulan April 2006 tiba-tiba saja perusahaan memberikan bonus 1x gaji dan selesailah masalah biaya umroh ku, sungguh menangis hati ini tak percaya tapi terjadi, akhirnya aku bisa melunasi ke pak kades, dan papa hanya bilang ya sudahlah berangkat gak usah mikirin oleh-oleh papa hanya bisa kasih uang jajan 1 juta. 


Aku pikir yang terpenting adalah bisa berangkat, namun diluar dugaan para kontraktor kebun memberangkatkan ku dengan salam tempel, saat kubuka isinya 6 juta, lagi aku menangis ini sudah lebih dari cukup ya Allah...dan pesan mamak habiskan semua uang titipan itu untuk membeli oleh-oleh bagi mereka yang memberikan uang. Begitulah kisahku, negara pertama yang kuinginkan akhirnya bisa kukunjungi pada April 2006, aku ber umroh dengan sedikit keajaiban biaya..benarlah bahwa ke baitullah itu sebuah panggilan dari sebuah niatan yang sudah ditanam didasar hati. 


Negara berikutnya Malaysia pun terkunjungi disaat bersamaan, tiba-tiba saja Saudi Arabia Airlines harus mendarat di Malaysia untuk melakukan cek dan didalam pesawat aku menangis menatap Malaysia, Allah telah memberikan urutan kedua untukku, terima kasih ya Allah. Rangkaian ibadah haji dan umroh sebagian besar adalah sama (tawaf dan sa'ie), mengerjakan arba'in di Madinah,  hanya saja ketika umroh kita tidak melakukan melontar dan wukuf dipadang arafah, selainnya adalah sama. Haji dilakukan pada bulan Dzulhijjah sedangkan umroh kapan saja kecuali 10 Dzulhijjah dan hari tasyrik 11,12,13 Dzulhijjah, bahkan ibadah umroh yang dilakukan ketika bulan Ramadhan diimbali nilai ibadah setaraf haji " Melaksanakan Umroh pada bulan Ramadhan sama nilainya dengan melakukan Ibadah Haji (Hadits Muslim"


Dari pengalaman aku ber umroh ada beberapa catatan yang sepele tapi penting yang boleh dijadikan catatan dan semoga saja bermanfaat : 

  1. Niat, Ketanah Suci Adalah Panggilan Panggilan yang dimaksud menurut ku adalah kesiapan kita baik secara lahir maupun bathin, banyak orang yang sudah mampu tapi berdalih belum berangkat karena belum ada panggilan. Yang aku alami adalah disaat aku mengucapkan ingin UMROH pada saat itu adalah iseng dan berpikir ga mungkinlah karena memang duitnya belum ada tapi apa?ternyata niat yang iseng tadi ada yang mendengar dan tanpa susah payah semua persayaratan keberangkatan diurus Bapak itu. Catetannya : Jadi benar katanya semua diawali Niat aja dulu.
  2. Umroh atau Haji Dulu ?? Menurutku kalau memang memiliki rezeki lebih baiknya UMROH dulu karena dengan berumroh kita bisa seperti latihan gitu, jadi pas Haji kita sudah lebih memahami urutan ibadahnya , tidak sekedar mengikutin langkah pembimbing.
  3. Jadilah diri sendiri Sebelum berangkat orang tua ku berpesan “ingat ya jangan hebboh, diem aja banyak-banyak berdzikir”. Secara aku kan selalu dibilang biang keributan, dimana ada uli pasti rame itu kata mereka hehehhe. Alhasil selama perjalanan aku berusaha diem, jadi kalem tepatnya jaim..mumpung didalam rombongan ini ga ada yg kenal aku...diemku bertahan sampai kami tiba di Madinnah...selepas shubuh..kami naik bis menuju hotel..tiba-tiba saja hp ku berbunyi ada panggilan tapi ga ada nomernya..aku jawab “eh..nyet (monyet) lg dimana lu” ..dalem ati langsung tau kalo yang menelpon ku dalah monyet lainnya hahahha. Dasar siaalll..akhirnya dengan semangat 45 , suara khas batakku ,dan tanpa sadar aku langsung bilang “ya ampun nyet...tumben kali kau nelpon aku” ..spontan ustadz yang mimpin rombongan menoleh ke arah ku dan yang lain serempak tertawa..oopsss...akhirnya mereka tau kalo aku bukan pendiam sperti 12 jam yg lalu... Catetannya : “jadilah diri sendiri kayaknya ditanah suci ini semuanya kebongkar deh”.
  4. Shopping, Shopping ini emang kerjaan kaum hawa yang paling asyik...yang perlu diingat : belanjalah setelah jam sholat karena semua pedagang disana baik muslim maupun non-muslim begitu adzan berkumandang mereka semua pada tutup dan akan buka lagi setelah selesai solat. Hal ini berlaku buat mall, toko-toko dan pedagang kaki lima b. jangan lupa selalu menawar...terkadang harus menawar sampe setengahnya..trus banyak pedagang arab yang iso ngomong jowo..buktinya aku udah sok english ...eh sipedagangnya bilang “jamilah mau beli loro ya??” gubrax...iyo mas.
  5. Jaga air wudhu.. Usahakan agar air wudhu jangan sampe batal karena kamar mandinya berjarak cukup jauh apalagi yang di Mekkah, jauh kalipuun.
  6. Mesjid Nabawi.. - Penjagaannya sangat ketat jadi ga usah coba-coba bawa HP atau Kamera karena kalau ketahuan maka laskar/penjaga mesjid tak segan-segan mengambilnya bahkan ada yang sampai merusaknya. Di mesji Nabawi ini ada makam rasulullah (Raudhah namanya) tempat ini dibuka waktu tertentu saja kalau dulu habis shubuh dan dzuhur nah kalau memang niat mau berkunjung kemakam rasul sebaiknya langsung ambil posisi paling depan, selesai sholat langsung bisa antri didepan pintu pembatas raudhah.
  7. Masjidil Haram Penjagaan dimesjid ini tidak seketat di Nabawi ..kalo mau coba bawa HP atau Handycam masih bisa, makanya tak heran banyak orang yang mendokumentasikan poto didekat ka'bah padahal ka'bah tersebut berada didalam mesjid.
  8. Hajarazwad... Katanya dengan melambai saja sudah cukup karena hukumnya sunnah...aku pikir benar juga karena disaat kita berusaha menciumnya bener-benar merupakan perjuangan fisik, dimana gerombolan manusia bisa dibilang tidak memiliki kesabaran, semuanya saling sikut...sampai-sampai aku juga jadi kebawa berkelakuan sama demi mencium Hajarazwad maka akupun meksakan maju dengan sekuat tenaga menerjang kerumunan orang didepan, mana yang bisa ditendang ya ditendang sekalian dan pada akhirnya aku bisa mersakan aroma wangi yang tercium dari batu Hajarazwad lalu aku sempat kaget karena melihat Hajarazwad yang tidak seperti perkiraanku "ohh hanya begini saja?" namun aku kembali beristighfar, astaghfirullah dan aku tersadar betapa manusia sangat egois dan lalu aku berpikir bagaimana kalau tadi aku jatuh?? Pastilah koid keinjak. Dan benarlah bahwa cukup melambai saja, dan andai ngoto pengen mencium maka carilah waktu yang tidak begitu padat bisa coba di waktu zuhur atau setelah dhuha.
  9. Jabal Rahmah Tempat ini adalah tempat pertemuan Adam dan Hawa setelah terpisah beribu-ribu tahun lamanya, makanya banyak yang memanjatkan doa biar langgeng dalam rumah tangga atopun menemukan jodoh ditempat ini...tp mohon kita jangan ikut-ikutan coret-coret nama ya, masalahnya jadi kotor..banyak jemaah yang menuliskan namanya ditugu ini entah bermaksud apa ?
  10. Ole-ole khas mekkah udah banyak dijual dikota-kota di Indonesia, namun ada satu catatan...seorang ibu komplain kepadaku karena aku buanyak banget beli ole-ole makanan, lalu dia bilang “uli..uli ga usahlah beli beginian berat-beratin aja...kacang ini banyak dipalembang sama kok dari mekkah juga” tapi aku diamin aja... ternyata sampe dipalembang ..ibu itu dapet laporan dari anaknya kalo kacangnya ga ada yg jual udah habis. Prinsipku sih ya kalau kita memang niat memberi ole-ole ya berilah dari asalnya.
  11. Bagasi, urusan bagasi Aku juga sampe heran kok koper aku jadi 5 buah plus kardus 1 pcs...rombongan pada bingung apa aja sih yg dibawa ..ada seorang nenek dengan repetan khas nenek-nenek “eh li bisa-bisa hilang tuh kardus mu” aku bilang biarlah bu..ga apa-apa kalo memang hilang ya bukan rezeqilah”..tau gak??? Begitu kami cek bagasi di Jakarta alhamdulillah kardus ku ada semuanya komplit eh..tiba-tiba si ibu itu menangis dia bilang mana tas ku ?...kopernya cuman satu hilang bo’.... dalem hati aku makanya jangan usil sama urusan orang...jangan pernah mengkritik orang...seminggu kemudian si ibu laporan kalo kopernya nyasar ke turki dan udah kembali hehehehhe. Oh iya untuk air zam-zam aku menyelipkan didalam koper baju jadi dikemas diwadah 600 ml-an sekarang membawa air termasuk ketat, tapi maskapai Saudia masih memberi ijin sementara maskpai lainnya sudah sangat ketat.
  12. Body language, dan ternyata tidak semua pedagang bisa berbahasa inggris..jadi bahasa tubuh juga diperlukan untuk itu perlu juga menguasai body language, waktu itu aku sedang mencari obat pencahar karena sudah 2 hari aku mengalami sembelit. Aku mendatangi sebuah apotik dan disana tidak ada yang bisa berbahasa arab maupun inggris. Aku memasang mimik kesakitan sambil memegang perutku, lalu diapun merespon Ohh... biyuur..biyur sambil tangannya dibelakang , apa lu mencret? oh bukan--bukan..la..la..no..no sambil kepalaku menggeleng, lalu akupun memasang mimik orang sedang mengeden eeee...eeee kataku. Ahaaaaa...dulcolax...dulcolax, sembari telunjuknya bergoyang-goyang. Ya ileee...rupanya meski diarab tetap saja merknya sama,,,tau gitukan dari awal aku tanya aja dulcolax,....lalu aku lega dan dia juga lega hahahhaha

Sembari menulis eh tepatnya copas dan edit, maka aku sudah sangat merindukan baitullah, dulu waktu gadis berdoa semoga aku bisa mengajak mamak papa ke baitullah, dan sampai hari ini belum terwujud, bahkan doa sudah bertambah "ya rab ijinkan hamba kembali ke baitullah bersama mamak, papa, suami dan kedua anak hamba" Aamiin...

When Sharing Is Caring, Aku Senang Bercerita Untuk Membuatmu Tak Merasa Sendirian Nikmati Cerita Tentang Hidup, Info Produk, Kesehatan Dan Cinta.