20171218

Cinta Ibu Sejak Dua Garis Merah



"Coba di test saja saran dari teman ku "
dagdigdug dan aku melihat ada dua garis merah di alat tes kehamilan itu. Semua orang meyakinkan ku bahwa aku positif hamil. Menangis itu adalah respon pertama ku, langsung teringat dengan teman-teman yang sedang menanti kehadiran buah hati “ya allah perasaan seperti inikah yang sedang diharapkan teman-teman ku? Please ya rab ijabah keinginan mereka”. Suami heran melihat ku menangis dan aku bilang “terlalu bahagia aku”.



Akhirnya untuk memastikan aku pun melakukan check up, aku di USG lewat “bawah”, dalam ruang gelap itu hanya ada bulatan yang tak lebih besar dari kedelai, oh my terimakasih tuhan ! Ada rasa yang cukup besar menganga di dalam dada ku, sebuah cinta yang belum pernah aku miliki sebelumnya “bagaimana bisa aku mencintai bulatan kecil tak berbentuk itu?” bahkan denyut jantungnya belum ada. Usia 10 minggu kandungan kembali aku melakukan USG dan kali ini aku mendengar degup jantung nya, kencang dan cepat, “seperti nya seorang anak laki-laki bu” ucap sang dokter sambil tersenyum. Mashaallah, aku semakin mencintainya !

Tak terasa hari itu adalah pemeriksaan usia kandungan ke 32 minggu, raut wajah Dokter tak seperti biasanya, mulutnya terkatup, sebentar memandang ku sebentar menunduk, “Dok, something wrong? Bilang saja dok supaya saya bisa mempersiapkan mental”. Ehm begini bu ini sudah delapan bulan dan sepertinya ada indikator yang menunjukkan bayi Ibu akan menderita Down Syndrome. Oh..tak apa dok saya mampu mencintainya dalam keadaan apapun. Dokter pun tampak lega “percaya sama tuhan Bu, semua pasien saya yang menyatakan sikap seperti Ibu pada akhirnya memiliki anak yang normal, bergeser dari prediksi saya.

Aku diam, suami pun diam, sepeda motor kami membawa diam kami sampai ke rumah. Lalu aku meminta suami untuk berjanji bisa menerima apapun keadaan anak kami “kalau mendengar jantungnya saja sudah membuat kita bahagia, apalagi kalau dia ada ditengah-tengah kita”. Cinta kita sudah sempurna untuknya sejak aku melihat dua garis merah. Suami pun mengaminkan nya. Dan hari yang dinanti pun tiba, Dokter datang dan pertanyaan ku adalah “beneran Down Syndrome dok?”. Senyuman Dokter, gelengan kepalanya menjawab “Tidak”. Alhamdulillah..cintaku tanpa syarat nak, tapi menjadi luar biasa mengetahui kau sempurna.

Happy Working Mom

Sebagai Ibu yang bekerja maka harus banget memiliki kualitas waktu bersama anak-anak. Urusan kuantitas tentu saja aku kalah dibanding Ibu-Ibu beruntung yang bisa menemani anak-anak selama 24 jam. Semula aku berpikir akan resign setelah memiliki anak. Meninggalkan anak di pagi hari dengan menahan tangis adalah hal melelahkan bagi ku. Namun keadaan membuatku terlatih sampai aku bisa menikmatinya dan menjadi bahagia. Setiap hari aku harus meninggalkan anak-anak di daycare dari jam 6 pagi dan baru bertemu kembali setelah jam tujuh lewat atau berbarengan dengan adzan isya.

Membuat waktu yang sedikit menjadi berkualitas sebenarnya mudah selama kita sebagai Ibu mau berkomitmen. Aku pikir semua Ibu akan memberikan hal yang terbaik bagi anak-anaknya pada masing-masing kemampuannya. Akupun demikian, kemampuan ku hanya maksimal saja memberikan yang terbaik bagi anak-anak. Untuk bisa mewujudkan komitmen ku aku sudah beraktifitas sejak jam 3 dini hari. Banyak teman bilang “lebay” tapi tidak bagiku, melainkan ada sebuah kepuasan bagiku, dan pastinya aku bahagia bisa melakukannya.



Tips Sederhana Ala Working mommy Untuk Bisa Dekat dengan Anak

Sudah 5 tahun aku menjalani nya dan tentunya sekarang terasa mudah, penyemangat ku tentu saja Ibu ku, ketika mamak membesarkan aku dan 5 saudaraku semua alat bantu masih manual, bahkan untuk mendapat air saja harus menimba, mau memasak harus mengolah bumbu dulu. Beruntung aku sudah di era yang sedikit lebih maju, so kenapa aku tidak bisa ? Semua tinggal cekrek saja ya kan. Nah mommies mungkin bisa meniru tips yang aku lakoni untuk selalu dekat dengan kedua anakku.

  1. Menyiapkan masakan sendiri. Menurutku cinta itu bisa hadir dari urusan perut, karenanya aku memasak sendiri untuk urusan makanan keluarga. Aku, suami dan kedua anakku membawa bekal masing-masing. Dan biasanya ketika bertemu di malam hari anak-anak akan bilang “mami tadi aku suka ayamnya”, atau dia akan request “mami besok aku mau nugget ya”. Hal sederhana ini berhasil membuat kami berinteraksi.
  2. Memandikan anak-anak. Setiap pagi sebelum berangkat kerja aku berusaha memandikan mereka, sejak bayi anak-anak sudah terbiasa mandi pagi. Kegiatan ini cukup menyenangkan, aku bisa bernyanyi di sahut mereka, sambil menyikat gigi kami melakukan tarian dan melap air di badan mereka dengan pelukan. Percaya deh mom’s memori ini akan tersimpan lama di kepala mereka, they know i love them so much !
  3. Melakukan Video call/voice note. Selama bekerja aku selalu memantau anak-anak, sesekali menyempatkan diri untuk mengirimkan voice note dan mereka akan membalasnya. Kedekatan emosi memang harus kita ciptakan dengan cara apapun.
  4. Bermain sebelum tidur. Sesampai di rumah biasanya lelah itu menguap, ada energi baru begitu melihat wajah anak-anak menyambut kita. Nah aku biasanya akan mengajak mereka bermain sekitar 10 menit saja, enggak usah lama-lama tapi mereka tahu kalau kita sudah berusaha dan reward nya pasti untuk kita juga.
  5. Bangunkan anak dengan sapaan gembira. Setelah aku beres dari dapur jam 5 pagi aku akan membangunkan mereka, biasanya aku akan mencium mereka dan kemudian mereka tersenyum menyambut sapaan ku “selamat pagi mami”.
  6. Merayakan Momen Spesial, anak-anak akan bahagia banget kalau di rumah ada kue dan balon yang banyak. Salah satu wujud cinta ku adalah merayakan ulang tahun anak-anak, enggak meriah tapi cukup layak menjadi kenangan mereka.
  7. Mengantarkan anak-anak ke daycare. Sembari aku berangkat kerja maka anak-anak akan aku antar, sepanjang jalan kami akan bernyanyi dan ada nasehat untuk mereka.

Tempra Teman Terbaik Ibu Untuk Keceriaan Anak

Menjaga kesehatan anggota keluarga merupakan tanggung jawab ibu. Kedua anakku stay di daycare jadi memang rentan banget tertular sakit oleh temannya. Pilihan menitipkan anak di daycare juga sudah dibarengi dengan pertimbangan banyak hal. Tapi aku bukan tipe Ibu yang menyalahkan situasi, bagi ku komitmen selalu dibarengi dengan resiko. Karenanya bagaimana meminimalisir resiko yang ada adalah usaha yang harus dilakukan.



Kedua anakku masih usia balita, dan sedang aktif mengeksplorasi sekelilingnya. Dan dari pengalaman selama ini maka demam adalah respon pertama dari tubuh untuk menunjukkan mereka sedang tidak enak badan. Terkadang baru sejam lalu leloncatan, lari kesana kemari eh pas mau bobok malah badannya panas. Pagi hari kondisi  masih baik eh siang nya di telpon mama di daycare yang kasih kabar kalau anak-anak demam. Atau sering juga setelah balik dari daycare mereka masih fine-fine saja malah bangun tidur kok jadi demam.

Demam merupakan indikator yang menunjukkan anak-anak sedang ada masalah, kadang karena batuk, karena gigi nya mau tumbuh atau sedang flu. Dan karena itu di rumah, di daycare bahkan saat ini di sekolahan anak pertama ku aku selalu sediakan sirup pereda panas. Tempra sudah menjadi pilihan kami sejak awal. Dokter spesialis anak kami yang menyarankannya. Menurut beliau sih Tempra itu bisa untuk banyak masalah kerewelan anak seperti panas,flu dan pertumbuhan gigi, jadi dengan satu jenis obat ini bisa menyembuhkan banyak keluhan pada anak.

Selama ini Tempra adalah sahabat terbaik ku, bukannya senang melihat anak sakit tapi memang aku kemana-mana selalu membawa Tempra sebagai salah satu benda wajib yang harus di bawa bersama. Di daycare dan sekolah anak sudah aku titipkan Tempra, dan dalam tas bepergian Tempra juga menjadi sahabat ku, seperti kemarin mengajak anak berenang, ngeblog pokoknya Tempra harus ikut juga buat jaga-jaga.



Kenapa Harus Tempra ?

Menjelang lima tahun usia anak pertama kami, maka akan selalu merekomendasikan Tempra bagi teman-teman, selain aku  sudah membuktikan khasiat nya selama ini dan ini dia alasan kenapa Tempra menjadi handalan keluarga kami :

  • Ada untuk berbagai usia, Tempra hadir untuk berbagai usia. Untuk anak yang di bawah usia 1 tahun bisa kita berikan Tempra Drops, untuk anak usia 1-6 tahun ada Tempra Syrups dan untuk anak remaja kita tersedia Tempra Forte



  • Kemasan, Tempra mempunyai kemasan dengan tutup yang tidak mudah tumpah. Dan memberikan tempra kepada anak-ana juga mudah karena Tempra drop sudah menyediakan pipet, Tempra Syrups dan Forte juga di lengkapi gelas takar sehingga memberikan ke anak-anak menjadi lebih mudah. 


  • Mengandung Paracetamol, seperti kita ketahui paracetamol adalah jenis obat untuk menurunkan panas dengan efek samping minimal sehingga untuk mengatasi demam sangat ampuh. 

  • Aman untuk Lambung, Kandungan tempra sangat aman untuk lambung, tidak menyebabkan iritasi, mual atau bahkan diare. 

  • Tidak perlu di kocok terlebih dahulu. Kadang kalau anak sudah demam kita bisa saja panik dan lupa mengocok botol syrup akhirnya obat penurun panas menjadi tidak efektif. Nah mommies jangan khawatir karena Tempra adalah obat penurun panas yang enggak perlu di kocok dahulu, hal ini karena paracetamol nya larut 100% sehingga di jamin tidak membuat over dosis atau low dosis (Dosis Tepat)


  • Rekomendasi seluruh dokter, Tempra bukan obat penurun panas yang hadir baru saat ini, sejak dulu Tempra sudah menjadi rekomendasi para dokter di seluruh dunia.



Nah itu dia 6 alasan kenapa mommies harus mengandalkan Tempra untuk pereda panas anak-anak. Dan jangan lupa untuk melakukan hal-hal yang menyenangkan bersama anak-anak. Cinta itu bisa kita ekspresikan dengan banyak cara dan usahakan anak bisa memahami ekspresi cinta Ibu ya. Bagiku yang bekerja dan meninggalkan anak di daycare maka menghadirkan cinta untuk mereka adalah kewajiban bagi ku. Kondisi Ibu yang bahagia adalah kunci kebahagiaan seluruh isi rumah. Kesedihan anak adalah merupakan derita orang tua. So untuk bisa bahagia maksimal moms and kids harus selalu menghadirkan cinta di dalam rumah. Cinta ku sudah ada sejak dua garis merah di test pack kehamilan !


30 comments:

  1. Ponakan ku juga kalau panas minum Temra ini, lebih efektif kata Mamanya.

    ReplyDelete
  2. Aku juga sedia paracetamol di rumah. Alhamdulillah cepet turun panasnya kalau anak-anak lagi demam. Memang ya kalau anak sakit bikin cemas tapi karena sudah ada cinta ketika 2 garis merah jadi sudah siap segala situasi.

    ReplyDelete
  3. Mbak Uli, salut buatmu. Benar-benar mencintai sejak garis dua, bahkan saat dokter menyampaikan kondisi bayi yang kemungkinan bisa membuat limbung orang tua. Syukur alhamdulillah sehat2 ya Mbak. :)

    ReplyDelete
  4. Saya malah baru tahu mb kalau Tempra gak perlu dikocok dulu. Kebiasaan kalau obat sirup pasti dikocok dl ya ��

    ReplyDelete
    Replies
    1. iya karena memang sdh larut 100% badningin dengan merk lain mmg lbh encer sih ya

      Delete
  5. Tempra itu senjata andalan emak2 untuk kesehatan buah hati
    Wajib ada kapan saja dimana saja. Kalau lagi trip keluarga, tempra selalu ikut serta dalam kotak P3K

    ReplyDelete
    Replies
    1. aku ke mall aja bawa kok haha buat jaga2

      Delete
  6. aku juga sama mbak... kalau jauh dari anak-anak lebih sreg kalau video call..btw anakku juga cocok pakai tempra nih...

    ReplyDelete
    Replies
    1. iya kalo video call lgs keliatan ekspresinya hehe

      Delete
  7. Kalau aku selalu gagal video call sama anak pas jauh-jauh. Anaknya ngambekan dan akunya baperan diambek anak. :) Tapi itu memang solusi sih untuk melihat anak pas lagi ga di rumah

    ReplyDelete
    Replies
    1. hihihi anak-anak mah memang gabetah lama2 yamereka ada dunia sendiri

      Delete
  8. Toss mbak, aku juga selalu sedia Tempra di rumah..

    ReplyDelete
  9. Semangat working mom! Aku jg slalu sedia tempra untuk si kecil krn cm tempra obat demam yg ga dy muntahin. Mampir blogku jg yuk Bun 😃

    ReplyDelete
  10. Semangat working mom!!aku juga masih kuwalahan atur waktu nih mbak.makasih tipsnya ya mba

    ReplyDelete
  11. Makasiih atas tips2nya moms.. Walopun aku bukan working mom tapi berguna buatku juga.. Apalagi tipa ngatasin panas dengan Tempra..

    ReplyDelete
  12. Harus sedia Tempra di kotak obat rumah kita ya Bun. Obat penurun panas anak tanpa perlu dikocok.

    ReplyDelete
  13. Meskipun bukan wm, tipsnya keren. Jd acuan untuk besok klo mau jd wm lagi. Tfs ya mb

    ReplyDelete
  14. Subahanallah.. begitulah cinta seorang ibu ya, Mbak. Sudah hadir ketika dua garis merah itu terlihat, dan mampu mencintainya tanpa syarat. Huhuhu. Kok jadi terharu saya.
    Semoga anak-anak kita selalu sehat dan ceria ya, Mbak. Kalaupun sakit jangan lama-lama. Apalagi kalau demam, ada Tempra yang bisa diandalkan :)

    ReplyDelete
  15. huaaa berenang.... ikutan donk hahaha. Ah kalau kakak mah gak diragukan lagi pasti jadi ibu siaga dengan Tempra, kan anak-anaknya aktif semua. Kiss kiss...

    ReplyDelete
  16. Sejak si kecil sering ke dokter, oleh beliau dipesan agar sedia termometer dan obat penurun panas selalu di rumah, agar tidak mudah panik dan untuk pertolongan pertama.

    ReplyDelete
  17. makasih mba tipsnya bisa jadi referensi juga nih sesama working mom, tetapi memang hal-hal simple seperti memandikan dan masak buat anak akan meningkatkan bounding

    ReplyDelete

Komentar mu Informasi untuk Kita