Ketika Anak TK Ujian

Kanda akhirnya aku masukkan sekolah TK, usianya 4,5 tahun hal ini tentu saja setelah melewati berbagai pertimbangan. Aku sendiri TK usia 6 tahun dan SD 7 Tahun, seperti hal lainnya standard yang aku gunakan untuk mendidik anak-anak enggak jauh beda dengan apa yang sudah aku lalui, termasuk urusan sekolah ah nanti sajalah.



Namun situasi aku dan anakku jauh berbeda, aku di besarkan oleh Ibu yang full time di rumah, sementara Kanda dibesarkan oleh ku yang bekerja kantoran dan karena aku takut punya asisten jadilah anak-anak aku percayakan di daycare sejak usia mereka 3 bulan. Urusan sosial enggak usah ragu lagi, mereka stay di daycare hampir 12 jam bersama puluhan anak lainnya. Namun Kanda tetap mengalami keterlambatan bicara meski dikelilingi banyak orang, entah apa sebabnya.

Akhirnya menjelang usia nya empat tahun Kanda bisa juga bicara, dan komunikasi dua arah belum berjalan baik, yes aku maklumlah wong dia baru bisa berkata-kata. Saking excited nya di usia ke empat tahunnya persis seperti balita usia  tahun yang semuanya ingin di sebut, ini apa mami ? kenapa begitu mami ? Komunikasi dua arah masih susah kami jalin, terkadang dia seolah tak mendengar tapi pada akhirnya aku tahu dia mendengar, terkadang seolah tak memperhatikan tapi akhirnya aku ngeh kalo dia paham.

Akhirnya aku berpikir untuk menyekolahkan nya, ada berbagai pilihan dan keputusannya aku pilih sekolah yang enggak full inggris dan enggak full agama, karena apa ? Karena muridnya satu kelas hanya ada enam orang, yup! aku butuh sekolah yang isi kelasnya enggak banyak supaya Kanda bisa dapat perhatian.

Harapan Ketika Kanda Sekolah 

Jujur aku enggak berharap banyak, aku hanya ingin dia bisa paham komunikasi dua arah, aku hanya ingin dia mengerti bahwa ada sebuah instruksi yang harus dia pahami. Selebihnya aku enggak berharap apapun. Pintar baca, pintar berhitung, pintar mewarnai, no..no jauh dari itu intinya cuman ingin Kanda memahami bahwa hidup itu ada aturan mendengar dan di dengar, sampai disitu saja.

Hari pertama sekolah aku mengantarkannya, Kanda masih minta diantar dan ditungguin, setelah usai sekolah aku antar ke daycare lagi. Dari awal sudah kasih tahu Kanda kalau mami hanya bisa menemani 3 hari saja, dan alhamdulillah setelahnya tidak ada tangisan harus ditemani. Sampai seminggu pertama anak-anak TK belum belajar masih bermain dan sampailah kelas sudah aktif belajar. Lalu aku SMS bunda guru nya,jawabannya ya seperti masalah yang aku hadapi "Kanda enggak bisa fokus mom" balasan SMS nya. Aku pun menjelaskan kenapa Kanda begitu dan minta pengertian dari guru-guru nya supaya bisa sabar menghadapi Kanda.

Anak TK Ujian

Awalnya aku berpikir bahwa anak TK enggak akan ada ujian nya, sampai suatu pagi seperti biasa aku memeriksa tas Kanda, didalamnya ada surat dan ternyata itu adalah jadwal ujian nya, oh NO ! Ujian apa ya ? Aku bersikap cuek saja, enggak usah bicara hal ini dengan Kanda, sampai waktu hari jumat sebelum minggu depannya ujian ketika aku sampai di rumah, Kanda menyambut ku "mami aku enggak ada pe el kalena aku mau ujian". Biasanya setiap jumat malam Kanda bersemangat mengerjakan PR karena dia tahu setiap weekend mami nya selalu ngeblog hehe jadi supaya bisa ikut PR nya harus sudah dikerjakan. Dan momen mengerjakan PR adalah momen aku mengetahui apakah Kanda sudah bisa menerima pelajaran atau belum, sekaligus menguji aku apakah bisa memberikan arahan atau tidak. Nyata nya, dalam perjalanan mengerjakan PR ini aku pernah hampir marah dan memaksa Kanda untuk bisa dan seketika tersontak dengan tujuan utama ku menyekolahkan nya. So masalah anak sekolah itu bisa jadi seperti yang aku alami, perang antara keinginan orang tua dan kenyataan anak nya. Langsung deh minta maaf sama Kanda dan sejak itu enggak ada lagi harus begini begitu, dan alhamdulillah Kanda bisa kok tapi memang belum rapi kalau menulis, balik lagi tujuan saat ini bukan itu toh mi ?

Hasil Ujian

Hari pertama Kanda ujian, sekembalinya aku dari kantor dia sudah teriak, mami ujian nya Kanda bisa cuman nulis dua mata saya "de u a em a te a es a huruf kek gini (meragain Y) dan a". Duh itu benar bukan ya soalnya ? ah sudah jangan bahas "sip anak mami pinter" dan kami pun bersiap untuk tidur. Pagi hari salam pamit sambil mencium kening nya "selamat ujian hari kedua ya". Malam nya enggak ada lagi laporan dia ujian apa.

Ternyata bener loh ujian hari pertama nya Dua Mata Saya hehe

Pembagian raport pun tiba, dan bertemu Bunda guru Kanda, isinya laporan perkembangan Kanda selama satu semester :


  • Kanda itu paling pintar di kelas, mudah menangkap pelajaran, hanya Kanda yang menulis huruf dan angka enggak perlu saya ajarin dia langsung bisa menuliskannya karena punya imajinasi yang baik.
  • Kanda paham benar berhitung 
  • Kanda anak yang terbuka, sangat memudahkan guru-guru untuk mengetahui keinginannya
  • Kanda anak yang bahagia banget
  • Kanda masih kurang fokus, namun dibanding awal sekolah sekarang sudah jauh lebih baik.
  • Kanda bisa melakukan gerakan sholat dengan baik hanya saja dalam sholat dia bertanya apa yang dia inginkan
  • Kanda masih suka menangis ketika temannya tidak seperti inginnya
  • Kanda tidak bisa menjaga kebersihan diri nya(duh bener bu, mami nya aja sampe pegel nyuci baju sekolahnya haha)
  • Kanda kurang menyukai seni (duh mamak nya banget ini) 

Selama aku mendengar perkembangan Kanda ada rasa bangga, duh ternyata anak aku yang cuek ini pintar, ternyata anak aku yang ogah-ogah an diajak sholat bisa sholat dan ternyata cengeng nya sama saja mau di rumah or sekolah sama saja haha.


Dan sepertinya perjalanan sekolah ini masih panjang, sebagai orang tua aku harus melawan ego ku sendiri, mengurangi tuntutan ini dan itu, selama menyambut semester dua Kanda !

Selama libur si anak TK ini bisa bilang :

Mami aku bosen nih, libul lama gimana kalo aku les seni aja, sepelti les ini (tangannya menirukan biola
Mami aku kangen Bunda gulu santi
Mami kapan donk aku ke Palembang

 
 



When Sharing Is Caring, Aku Senang Bercerita Untuk Membuatmu Tak Merasa Sendirian Nikmati Cerita Tentang Hidup, Info Produk, Kesehatan Dan Cinta.