Manusia Omprengan - Ulihape.com

Manusia Omprengan

Setiap hari from monday to friday aku selalu menggunakan omprengan Tangerang - Jakarta - Tangerang. Uniknya kalau omprengan Tangerang ini ongkosnya sama saja dengan bis, enggak komersil karena menggunakan simbiosis mutualisme, saling menguntungkan. Si empunya mobil bisa bebas biaya tol dan BBM udah itu aja enggak lebih, jadi mereka punya mobil dan berkantor di Jakarta. Daripada cuman isinya dia saja maka si empunya mobil mengajak pekerja lain nebeng di mobilnya , yang nebeng senang karena nyaman, yang punya mobil kebantu di biaya tol dan BBM.

Naik omprengan itu membuat aku turun naik mobil yang berbeda setiap hari. Pagi naik innova sore naik Land Cruiser, nyaman dan yang pasti bisa beristirahat sebelum bekerja atau kembali ke rumah. Selama aku naik omprengan semakin banyak tipe manusia yang aku bisa kenali, aku menyebutnya manusia omprengan hehe.

Pixabay.com, user id : jil111


Untuk naik omprengan kita sudah tahu dimana titik kumpulnya, rebutan pasti dan cara bayarnya sudah otomatis begitu si empunya menjalankan mobilnya maka semua penumpang serentak mengumpulkan uang. Sebisa mungkin uang pas, jangan buat repot yang punya mobil kan bukan bis. 
Nah bagaimana kelakuan manusia omprengan ini ?

Baca Juga : Tips Naik Omprengan

Kita bisa jadi baik tapi ketika di dalam omprengan maka ada karakter lain yang mungkin selama ini tersimpan rapih haha saat naik omprengan maka kamu akan diuji haha.



  • Manusia penyikut, jadi kalau mau naik omprengan itu harus pasang kuda-kuda yang kuat karena semuanya suka main sikut. Begitu satu mobil menepi maka semua penumpang omprengan menyerbunya. Ada yang berlari ke sisi kanan, atau bahkan menerebos kumpulan orang di pintu kiri, mendorong, bahkan sekuat tenaga menunduk untuk bisa melewati tangan-tangan yang berusaha menahan badan mobil. Pernah aku sudah menahan badan mobil dengan tangan kanan, tetiba ada emak-emak yang menunduk dan dia sudah berada di depanku. Sampai takjub hahaha dan akhirnya aku enggak kebagian.
  • Manusia cuek, seperti yang aku bilang tadi jadi kita akan secara otomatis mengeluarkan ongkos dan ada yang enggak mau tahu dia ngasih uangnya tukaran 100 ribu sementara ongkos hanya delapan ribu. "Udah lu enggak usah sewot kasih aja ke bapak nya siapa tahu dia punya kembalian". Kalau yang normal sih kita enggak pernah ngerepotin yang punya mobil, sebisa mungkin kita saling bantu supaya uangnya bisa saling  kembalian dan yang punya mobil terima beres.
  • Manusia yang duduk di samping supir, aku termasuk yang menunggu posisi ini. Lucunya kadang ada yang ngotot membuka pintu depan padahal si empunya mobil sudah lock karena bini nya mau naik di depan haha.
  • Manusia yang duduk di pinggir, jadi jumlah penumpang tergantung jenis mobil. Kalo Livina sih di belakang cukup dua orang saja, nah bagian tengah diisi 3 orang dan selalu ada manusia yang enggak mau di tengah, doi rela menunggu orang lain datang demi dapat di pinggir haha.
  • Manusia yang baik hati, begitu kita kumpulin ongkos, dia dengan rapi menghitung jumlahnya, mengembalikan sisa uang penumpang lain dan memberikan ke si empunya mobil
  • Manusia yang ribet, masih terkait ongkos jadi kadang si penumpang ini duit nya 50 ribu, lalu 2 penumpang lainnya uang pas so wajar dong itu uang kita kasih ke dia  dulu, sejumlah 16 ribu artinya masih kurang 26 ribu yang nantinya akan didapat dari yang didepan kita. Eh doi menolak dong "udah nanti aja saya tunggu kembalian utuh, ribet saya hitung-hitungnya". Yaelaa...ada banget deh manusia begini.
  • Manusia sok akrab, nah karena hampir setiap hari naik omprengan maka ada yang seperti sudah langganan gitu, sampai tukeran nomer WA tapi ya tetap sih doi numpang juga beda nya doi sering bareng. Itu kelakuannya udah kek yang punya mobil aja, suaranya paling berisik dan sok akrab beuud.
  • Manusia tukang tidur, ada yang baru duduk langsung kedengaran dengkur nya, untuk yang satu ini aku kagum hehe
  • Manusia penggosip, kadang ada yang barengan sama temannya terus sepanjang jalan mereka ngakak-ngakak bareng tanpa mempedulikan penumpang bahkan si pemilik mobil.
  • Manusia selingkuh, ternyata tragedi cinta di kereta ada juga di omprengan entah karena kerap bareng atau apa alasannya kurang paham
  • Pemilik Mobil yang baik, dari sisi si empunya mobil juga beda-beda, ada yang bebas mau masuk dari kanan or kiri, ada yang hanya boleh dari kiri. Lalu ada yang kasih bangku belakang cukup diisi dua orang saja tapi ada yang maksa harus isi tiga. Yang parah yang punya mobil freed, bagian tengah harus isi 3 duh itu kejam banget karena cuman di kasih dudukan kayu gitu haha. Ada yang baik banget nyediain permen dan minuman. 
  • Manusia calo, jadi urusan omprengan ini ada calo juga kalau dari Jakarta calo nya ngotot dibayar 5 ribu per mobil, kalau yang dari Tangerang sepanjang pengetahuanku jarang bener membuka lembaran yang disalamkan kepadanya.
Bagiku mungkin ada kalanya aku menjadi dari beberapa tipe manusia omprengan itu, iya karena enggak setiap saat juga aku bisa baik, kadang aku enggak mau ditengah, kadang aku juga merebut dengan mendorong orang yang sudah terlebih dahulu, tapi urusan mengembalikan uang orang aku berusaha mendahulukan orang lain baru aku. Semakin banyak memahami karakter orang selalu bisa memberi pelajaran berharga dalam hidup ku. Manusia omprengan ada di pagi dan sore hari, manusia omprengan pengais rezeki jalanan, manusia omprengan pergi meninggalkan keluarga dan ingin kembali secepatnya kepelukan keluarga. Dan enggak terasa aku sudah hampir 6 tahun menjadi manusia omprengan, kehidupan pengais rezeki di bumi Allah hehe. 


When Sharing Is Caring, Aku Senang Bercerita Untuk Membuatmu Tak Merasa Sendirian Nikmati Cerita Tentang Hidup, Info Produk, Kesehatan Dan Cinta.