Showing posts with label workingmommy. Show all posts
Showing posts with label workingmommy. Show all posts

20180316

Manusia Omprengan

Setiap hari from monday to friday aku selalu menggunakan omprengan Tangerang - Jakarta - Tangerang. Uniknya kalau omprengan Tangerang ini ongkosnya sama saja dengan bis, enggak komersil karena menggunakan simbiosis mutualisme, saling menguntungkan. Si empunya mobil bisa bebas biaya tol dan BBM udah itu aja enggak lebih, jadi mereka punya mobil dan berkantor di Jakarta. Daripada cuman isinya dia saja maka si empunya mobil mengajak pekerja lain nebeng di mobilnya , yang nebeng senang karena nyaman, yang punya mobil kebantu di biaya tol dan BBM.

Naik omprengan itu membuat aku turun naik mobil yang berbeda setiap hari. Pagi naik innova sore naik Land Cruiser, nyaman dan yang pasti bisa beristirahat sebelum bekerja atau kembali ke rumah. Selama aku naik omprengan semakin banyak tipe manusia yang aku bisa kenali, aku menyebutnya manusia omprengan hehe.

Pixabay.com, user id : jil111


Untuk naik omprengan kita sudah tahu dimana titik kumpulnya, rebutan pasti dan cara bayarnya sudah otomatis begitu si empunya menjalankan mobilnya maka semua penumpang serentak mengumpulkan uang. Sebisa mungkin uang pas, jangan buat repot yang punya mobil kan bukan bis. 
Nah bagaimana kelakuan manusia omprengan ini ?

Baca Juga : Tips Naik Omprengan

Kita bisa jadi baik tapi ketika di dalam omprengan maka ada karakter lain yang mungkin selama ini tersimpan rapih haha saat naik omprengan maka kamu akan diuji haha.

20180130

5 Perabot Rumah Tangga Ini Rusak Setelah 5 Tahun

Agak bingung sih kasih judulnya haha, intinya aku mau cerita aja kalau kami tahun ini tepat lima tahun menempati rumah cicilan kami hehe. Dan dalam lima tahun ini ternyata ada perabot yang harus kami ganti karena memang kondisinya rusak.


Bisa jadi di rumah kalian benda-benda ini justru awet dan belum perlu di ganti, kalian boleh juga sharing ya perabot apa saja yang pernah di ganti setelah lima tahun masa pemakaiannya. Sementara ini ada yang sudah aku ganti dan ada yang masih belum tapi kondisi memang sudah rusak namun masih bisa dimanfaatkan haha. Alasan belum mengganti ya klise lah i have no much money, kudu nabung  dulu kata Kanda hehe.

This is it lima perabot dalam rumah kami yang sudah harus diganti :

  • Rice Cooker, dirumah ada dua rice cooker, yang kecil dan besar. Kalau lagi ada saudara tentu butuh yang kapasitas besar dan kalau hanya kami sekeluarga cukup pakai yang kecil saja. Rice cooker yang rusak adalah yang gede, akhirnya harus ganti deh, sempat tertunda karena uangnya belum terkumpul, eh alhamdulillah aku dapat voucer karena menang lomba blog yipiii rice cooker baru pun kebeli. 
  • Ember dan Gayung , jadi didalam kamar mandi itu ada dua ember juga, yang besar dan yang kecil. Yang besar suka difungsikan si Kanda untuk mandi didalamnya haha, yang kecil lebih untuk merendam kaos kaki, sapu tangan dan baju anak-anak yang kena noda dan harus di sikat. Ember ini belum pecah sih tapi pinggirannya sudah mengeletek dan karena harganya terjangkau maka sudah diganti. Gayung sendiri enggak pecah namun warna nya sudah enggak cemerlang haha, entahlah untuk ukuran gayung ini berapa lama sih masa pakai nya? 


  • Rak Handuk, entah kenapa tiba-tiba rak nya copot, enggak bisa di baut lagi karena sudah los, rak ini belum diganti karena belum sempat cari model lain, dan sepertinya bakalan belanja online saja 
  • Lemari Pakaian, ada dua lemari pakaian eh tiga dengan lemari anak-anak. Lemari yang rusak adalah lemari kami (aku dan suami). Memang bukan lemari mahal sih dan sebenarnya mulai rusak ketika pindahan rumah, namun semakin parah ketika ada air masuk ke rumah (banjir) haha dan sampai hari ini masih difungsikan meski pintu lemari sudah copot haha. Ehm semoga saja ada menang lomba blog yang hadiah nya uang tunai aamiin. 


  • Sofa, kalau sofa belum rusak parah masih bagus kok, hanya saja aku bosen pengen ganti model sepertinya. Lagi aku harus menunggu tabungan dulu deh biar bisa beli yang bagusan dan modelnya segala zaman haha. 


So guys itu dia lima perabot rumah tangga kami yang sudah harus di ganti, boleh donk ya kalian share juga perabotan kalian itu harus diganti kalau rusak saja atau ada jangka waktu pemakaiannya ?


NB poto semua diambil dari pixabay

20180122

Aku Seorang Ibu dari Dua Balita, Bekerja Kantoran dan Juga Seorang Blogger

Ada saja orang yang inbox hanya bertanya "Mbak kok bisa sih ngeblog aktif ? Emang Mbak benar kerja Kantoran ?". Ya..ya rupanya ada yang curiga kalau aku hanya mengarang tentang bekerja di Kantor hehe. Bisa jadi karena aku memang jarang banget buat status tentang dunia kerja ku, padahal banyak banget bahan ghibah yang bisa aku share loh hahaha, tapi aku berusaha profesional saja. Namanya cari makan yah harus menghargai periuk nasi nya, kalau orang medan bilang masak iya sih mau berak di periuk nasi sendiri hahaha. Jadi aku sangat-sangat menghargai kantor tempat aku bekerja, entah lah nanti bila sudah enggak ngantor mungkin bisa ada 10 blogpost tentang dunia kerja ku.


Balik ke judul ya, ngeblog itu sudah sejak dari single, sepertinya masih lamaan ngeblog daripada usia pernikahan, artinya sudah menyatulah dan terbantu sejak ada facebook bisa menulis status sebagai pelepas rindu kalau ingin menulis tapi malas di blog. Menikah, memiliki anak, memasak sendiri, mengerjakan pekerjaan rumah tangga sendiri, mengerjakan tanggung jawab sebagai karyawan tapi masih bisa ngeblog ? Yup! 

Atur Waktu

Dimana ada niat pasti ada jalan. Enggak maksain diri juga sih biar tetap ngeblog, buktinya di awal pernikahan aku begitu terlena dengan urusan rumah tangga, rasa-rasanya i have no time for write ! Bangun pagi buat sarapan, lalu berangkat ke kantor, perjalanan ke kantor waktu itu bisa menghabiskan 2 jam perjalanan naik bis, lalu sampai kantor langsung ngerjain tugas, tau-tau sudah jam pulang, habisin waktu 2 jam lagi untuk sampai ke rumah. Sampai rumah nyiapin makan malam sama suami lalu tidur. Ngeblog pun nyaris terlupakan meski tetap menulis (ada tulisan pregnancy), lalu lahir lah anak pertama duh makin enggak kepikir untuk ngeblog. Aku merasa seperti harus sempurna mengurus anak ku, semua aku handle sendiri. Begitu di kantor aku mellow karena harus berpisah dengan anak ku, menulis hanya aku lakukan sekali dua kali saja.


20180119

Karena Kurang Umur Anak Jenius pun Kesulitan Ikut Ujian Nasional


Pagi ini aku membaca sebuah sharing status di facebook. Status nya adalah tentang kegelisahan seorang Ibu yang mendapat pemberitahuan dari sekolah bahwa Anak nya tidak bisa mengikuti Ujian Nasional (UN) hanya dikarenakan pada 30 Juni 2018 anaknya belum berusia 12 Tahun.

Aku pun langsung teringat sebuah kasus di Sidoarjo, Jawa Timur. Patto Sayyaf si anak Jenius yang berusia delapan tahun dan mendadak di tolak oleh Dinas Pendidikan untuk melakukan Ujian Nasional. Patto menyelesaikan pendidikan dasar hanya dalam waktu 4 tahun, Sudah kelas 1 SD saat berusia 4 tahun dan tahun berikutnya mampu menyelesaikan Kelas 2 dan 3 sekaligus, tahun selanjutnya melalui akselerasi selesai juga kelas 4 dan 5 dalam satu tahun dan sampai akhirnya mendapati kenyataan bahwa sesuai peraturan yang berhak mengikuti UN adalah anak yang berusia 12 tahun.



Pada Kasus Patto mungkin kita bisa bilang dia anak jenius (sesuai hasil tes IQ nya 136) dan orang tua nya pun meminta bantuan anggota dewan dan pada akhirnya berhasil mengikuti ujian UN dengan bantuan anggota DPRD. Artinya negara juga belum memiliki aturan yang jelas, buktinya peraturan yang dibuat belum bisa mengakomodir kasus anak jenius seperti Patto. Kasus yang terjadi saat ini mungkin banget akan kita alami juga, namun saya enggak setuju juga bila ada yang menjudge orang tua nya yang terlalu bernafsu untuk memasukkan anak sekolah di usia dini.

Dan saat ini mungkin belum semua sekolah dan daerah yang menerapkan aturan tegas tersebut, tapi lebih baik kita pun bersiap untuk lebih mengikuti aturan yang ada, banyak cara yang bisa kita lakukan selain menyekolahkan anak ke pendidikan formal, salah satu nya mungkin kita bisa memberikan dia kursus seni yang sesuai dengan kesukaan nya sembari menunggu usia sekolahnya sesuai.

Kapan Waktu Tepat Anak Sekolah ?

Well, untuk pertanyaan ini setiap orang tua pasti punya jawaban. Berkaca dari orang tua ku kami semua masuk sekolah di usia tujuh tahun, zaman old asal kalian bisa memegang kuping maka udah layak masuk SD haha dan zaman now ternyata urusan menyekolahkan anak sudah ada peraturannya. Dilema lainnya adalah kita dihadapkan kepada milestone anak yang berbeda. Kalau dibaca pendapat para psikolog anak intinya lihat kesiapan anak, jadi enggak ada yang salah kalau anak si A umur tiga tahun sudah sekolah, anak si B baru 6 tahun masuk TK karena memang kesiapan anak-anak itu berbeda.

Peraturan no 17 tahun 2017 pasal 5 ayat 1 b dan pasal 2


Aku sendiri cenderung bercermin dari pola asuh orang tua ku, sehingga sejak semula memang sudah yakin akan menyekolahkan anak saat umur tujuh tahun (SD), namun ternyata perjalanan hidupku jauh berbeda dengan orang tua ku, khususnya mamak. Mamak adalah ibu yang 24 jam mendampingi kami, sementara aku adalah Ibu pekerja yang tak bisa 24 jam menjadi teman anak-anak ku. Perkembangan Kanda dalam bicara termasuk too late, dia baru bisa merangkai kalimat di usia 42 bulan, setelah bisa berbicara dan berkomunikasi barulah aku bisa memberikan instruksi ini itu, dan yup! Kanda menjadi tidak fokus karena dia baru ngeh semua instruksi itu saat umurnya empat tahun, dan ini jauh berbeda dengan teman seusia nya. Lalu aku berpikir andai aku mendiamkan nya tentu dia akan terus tertinggal nanti nya, ketika di SD bisa-bisa dia tak paham bahwa suara Ibu Guru harus diperhatikan, bahwa ada teman yang harus dipahami. Hal inilah yang menjadi dasar ku untuk segera memasukkan Kanda ke pendidikan formal, dia harus berada di lingkungan formal untuk bisa memahami instruksi.

Tips ala mami Kanda dalam menyikapi anak usia dini sekolah ..

Jangan Memaksa Anak

Sekolah Sebagai Solusi Menitip Anak


Menurutku enggak penting dibahas anak mau sekolah di usia berapa, balik lagi keadaan kita beda-beda toh? Apapun alasannya,pastikan saja dalam keputusan anda tidak ada unsur pemaksaan. Pemaksaan apapun itu. Misal, please ya nak kamu ke play group saja selama mama kerja, kalimat ini halus tapi menurutku ini pemaksaan terhadap anak. Pastikan saja anak memang meminta atau anak memang tertarik, bila belum ya sudah jangan paksa kan. Dan jangan jadikan sekolah sebagai solusi untuk menjaga anak kita.

Prestasi Anak

Ketika anak sudahs ekolah, maka akan muncul harapan akan prestasi anak, aku kembali belajar ke orang tuaku. Mereka tak pernah menuntut kami untuk juara, tapi mereka menceritakan betapa menyenangkan menjadi juara, sehingga kebahagiaan itulah yang kami ingin rasakan, bahkan adik ku yang tak pintar tetap mendapat hadiah dari mamak meski dia tak juara. So kenali anak-anak kita dan sebagai orang tua mohon jangan terbebani dengan urusan prestasi, ingat anak kita tak sama dengan anak tetangga.

Hal ini alhamdulillah aku terapkan ke diriku, aku menyadari tujuan ku menyekolahkan Kanda hanya supaya dia bisa memahami berkomunikasi, instruksi dan fokus. Selebihnya aku belum membutuhkannya. Sehingga ketika kemarin dia ujian maka tak sedikitpun aku meminta dia untuk memahami nya. Bahkan aku tak mempersiapkannya dengan baik, tapi alhamdulillah karena dia memang mampu ya hasilnya tetap baik, justru apa yang menajdi tujuan ku lah yang belum bisa tercapai karena Kanda masih belum bisa mengikuti instruksi guru nya,karena Kanda belum fokus.

Bersekolah yang pas dengan kondisi anak dan keluarga

Tak muluk-muluk, aku menyekolahkan anak sesuai dengan dompet ku, dan tentunya memperhatikan kebutuhan Kanda. Karenanya aku tetap melakukan survey ke beberapa sekolah sebelum mengambil keputusan. Apalagi dalam perjalanan aku melihat bahwa kesuksesan seseorang tak melulu di atarbelakangi pendidikan yang canggih. 

Pastikan Usia Masuk Sekolah Mengikuti Aturan Pemerintah

https://www.facebook.com/aboworld?hc_ref=ARTb4rjcciQQgDSNycYlJz1IQ4Eb-J6jUPOswcDHek39dFRhGa1e-GWon4yGrJL2JfQ&fref=nf&pnref=story

Saat ini aku juga sudah berencana bahwa setelah lulus TK B usia Kanda baru 6 tahun 3 bulan, sedangkan di sekolah negeri syaratnya boleh 6,5 tahun artinya Kanda belum bisa tapi katanya ada juga yang sudah bisa asal 6 tahun lewat, andai ada yang bisa maka akan langsung sekolah SD namun bila tidak, aku akan memasukkan Kanda ke kursus seni dan olahraga pilihan tetap atas kemauan Kanda. Belajar dari kasus saat ini maka aku enggak akan memandang sepele setiap aturan yang sudah ada jangan berpikir kita akan bisa melakukan sesuatu di masa depan toh umur kita juga enggak tahu, jadi ikuti aturan untuk kemudahan semua pihak. Apalagi negara kita banyak undang-undangnya yang enggak jelas, misal kasus ini dalam undang-undang toh usia masuk sudah diatur kenapa yang dipersoalkan malah usia pas mau UN , jadi banyak hal yang bisa keliru ya kan... 













20180118

Ketika Pelakor Lebih Populer daripada WIL

Perselingkuhan bukan hal baru, bahkan saat aku remaja sudah sering mendengar kisah rumah tangga orang yang hancur karena perselingkuhan. Sejak itu aku memandang bahwa setiap hubungan yang di khianati memang layak di akhiri tanpa harus ada kesempatan kedua. Sepanjang aku mengamati masalah perselingkuhan maka kesimpulan ku ini adalah sebuah penyakit bukan sebuah aib yang harus ditutupi, beberapa kali kasus bahkan seseorang itu bisa berselingkuh berkali-kali dan sudah mendapat banyak kesempatan namun penyakit selingkuh tetap tak hilang dari nya.

Ketika aku mempunyai pacar yang harus LDR saat itu, prinsip ku hanya satu bila dia selingkuh maka hubungan harus berakhir, enggak ada kesempatan kedua dalam prinsip ku. Bisa ditebak kejadian dong dan seperti prinsip ku langsung minta diakhiri saja hubungannya. Waktu juga membuktikan bahwa mantan ku itu selingkuh lagi dan lagi, see ? Karenanya sebelum menikah aku kembali menegaskan prinsip ku, sekali suami ku ketahuan selingkuh maka game over lah rumah tangga kami.



Well, dulu kalau perselingkuhan terjadi pasti ada pihak tertuduh, siapa WIL atau PIL nya ? Yup ! era 80-an penyebutan pihak ketiga masih sangat halus Wanita Idaman Lain atau Pria Idaman Lain. Dengan menggunakan istilah ini maka kesalahan tertuju pada orang yang melakukan selingkuh. Let's say aku selingkuh so aku lah yang memiliki Pria Idaman Lain (PIL), sebaliknya kalau seorang pria berselingkuh maka si pria ini memiliki Wanita Idaman Lain (WIL). Artinya para selingkuhan kita di posisi aman, karena dengan istilah ini kita yang melakukan selingkuh lah dianggap memiliki cinta yang lain. Atas dasar ini pula prinsip ku mengalir, kalau ada perselingkuhan maka pelakunya yang disalahkan karena dia memiliki idaman lain bukan menyalahkan wanita/pria idaman nya.

Istilah WIL dan PIL kini sudah tak terdengar lagi, saat ini ada istilah yang cukup populer yaitu "Pelakor" alias Perebut laki orang, dan satu lagi "Pebinor" alias Perebut bini orang. See ? bisa kan merasakan perbedaan nya ? Dulu yang selingkuh dianggap memiliki cinta yang lain, zaman now ? yang selingkuh itu aman, karena yang salah adalah selingkuhan nya karena dicap sebagai perebut. Orang sibuk menghujat si perebut tadi, bahkan akhir-akhir ini menjadi viral dan membuat geram banyak orang. Sampai disini aku masih tetap dengan pendirianku bahwa yang patut kita berantas bukanlah si perebut melainkan seseorang yang dengan pasrah menyerahkan diri nya kepada orang lain.

Terus si pelakor or si pebinor ini mau didiamkan saja ? Enggak juga, tapi akhir-akhir ini kasus viral seolah hanya menyerang si perebut sementara si pelaku selingkuhan 'aman'. Penggunaan istilah yang berbeda untuk hal yang sama ternyata berdampak luar biasa. Rasa-rasa nya sejak kasus Mayang Sari berhasil merebut hati Bambang kemudian disusul Mulan Jameela yang sukses menjadi Wanita Idaman Lain Ahmad Dani, menurutku sejak saat itulah istilah WIL berubah menjadi Pelakor/Pebinor.

Buatku pribadi enggak punya tips apapun untuk menjaga suami ku, Jodoh itu diberi Allah dan sama seperti anak hanya sebuah amanah, meski dalam agama poligami dibenarkan namun aku tak bisa mengamini nya, dan kalau sampai ada perempuan lain yang mau dengan tipu daya suami ku maka bersiaplah menghadapi kisah viral berikut nya hahaha

so ladies kamu lebih suka menggunakan istilah yang mana ? yang pasti kalian jangan mau jadi penyebab kesusahan orang lain ya .. 


20180117

Hadir di Pernikahan Mantan, Yay or Nay ?


Ampun deh pas aku lihat berita ada mempelai pria yang sampai pingsan karena memeluk mantan nya yang sedang bernyanyi di pesta pernikahannya. Oh my ! Kebayang enggak sih bagaimana perasaan istri nya ? Meski mereka mengaku baik-baik saja tapi aku percaya hal itu akan menjadi duri selamanya dalam pernikahan mereka, ya ya tentu saja aku berharap semua baik-baik saja.

from mirror.co.uk


Aku sendiri akan mengatakann NO (Nay) untuk menghadiri pernikahan mantan, what for ? Mau menunjukkan kalau aku baik-baik saja ? balik lagi what for guys ? Enggak perlu pembuktian kalau kita baik-baik saja. Menjaga silaturahmi itu banyak cara, mendoakan dari jauh pun termasuk silaturahmi. Jodoh itu urusan Allah so kita harus legowo kalau mantan kita akan menikah, dan kalau di undang tetap toh kamu punya pilihan untuk tidak datang.

Menghadiri pernikahan mantan disaat kamu belum siap dan hanya sok-sok-an akan membuat kasus seperti yang viral belakangan ini, tahun lalu ingatkan kisah Gadis bernama Risna yang hadir di pernikahan mantan nya dan dia tak kuasa sehingga memeluk mantan sambil menangis ? Eh tahun ini malah ada lagi kejadian, kebalikan dari Risna ini si mempelai pria nya yang enggak kuasa mendengar mantan cewek nya menyanyikan lagu, sampai pingsan pula ! 

Aku udah move on kok ! Meski pun sudah move on better kamu enggak usah hadir deh, kecuali nih kamu nya sudah menikah lalu mantan mengundang yah silahkan diskusi dengan pasangan, jangan ngotot juga untuk hadir karena sensitif banget loh buat pasangan mantan kalian.

7 Cara Bijak Menyikapi Sosial Media


Jujur buat aku sih agak mengherankan ketika beberapa seleb memutuskan untuk rehat dari riuh nya dunia maya, segitu nya ? Tentu aku begitu karena menjadikan diriku sebagai indikator nya. Memang tak baik menjudge orang, well sebut sajalah tulisan ini bukan menghakimi melainkan hanya berbagi opini saja tentang memanfaatkan sosmed dengan bijak sehingga kalian tak merasa di negeri awang-awang.



Ketika seseorang memutuskan “berhenti’” biasanya karena sudah berlebihan, yang perlu di apresiasi adalah mereka mengetahui kapan harus berhenti, poin nya adalah bersyukurlah mereka yang bisa memahami bahwa mereka sudah berlebihan dan harus berhenti. 

20180109

Pola Asuh Kuno di Zaman Now

Aku Lebih Memilih Ilmu Parenting Zaman Old

Mau tak mau aku memang membaca setiap apapun yang di sharing di sosial media, tapi enggak semua aku telan mentah-mentah, kenapa ? Karena si penulis tentu menuliskan dengan pengalamannya atau minimal tulisannya lahir karena lingkungannya, karena kondisi ekonomi nya bukan kondisi pembaca nya. That’s why tugas ku hanya membaca, lihat ke dalam diri apakah sesuai ? Bila tidak cukup sebagai penambah wawasan saja.

Aku pribadi mengasuh dengan pola kuno, Zaman Old katanya. Ketika aku marah ya sudah marah,ketika aku harus memuji ya aku lakukan, ketika harus melarang dengan sejuta kata tidak ya aku ucapkan, jangan begini, tidak boleh begitu, bisa kan di ubah ke kalimat positif ? Untuk apa ? Intonasi nya saja diubah ucapkan dengan tegas tanpa emosi, mengubah kalimat bisa mengubah makna, itu menurutku.



Keadaan Zaman memang berubah, teknologi mengatur sebagian sikap ku. Bahkan teknologi yang menurutku membuat kita menjadi begitu sibuk, dulu Ibu-Ibu punya anak banyak, menanak nasi bahkan menggunakan tungku yang harus menunggu kayu menjadi bara barulah nasi masak, tapi mereka berjalan sama dengan kehidupan yang ku yang sekarang, masak nasi dengan listrik dan bahkan aku terkadang masih terburu-buru. Teknologi membuat waktu berjalan dengan cepat, ini pendapatku.

20180108

Jangan Anggap Remeh Memori Balita

Dalam menulis kali ini malas banget buka-buka referensi. Jadi apa yang tertulis adalah pengalaman pribadi dan bisa berbeda pada setiap orang.

Dalam mengasuh kedua anak ku maka poin nya adalah :

https://pixabay.com/id/bayi-2956997/


1. Enggak berniat menjadi sosok yang berbeda dengan Mamak. Meski dulu aku berpikir untuk tak menjelma seperti sosok mamak tapi makin kesini aku mendapati hal-hal yang aku lakukan persis dengan cara mamak. Sejak itu aku tak melakukan perlawanan lagi didalam diriku, let it be ! Begitulah prinsipnya, semakin lu benci maka akan semakin mirip.

2. Bahwa setiap manusia sudah dituliskan kisahnya jauh sebelum kehadirannya bahkan sebelum kedua orang tua nya bertemu. So aku enggak punya alasan apapun untuk menyesal, selama aku sudah melakukan usaha yang maksimal, ingat ya berusaha maksimal

3. Jangan anggap remeh memori anak. Nah poin ke tiga inilah yang ingin aku bahas. Karena aku berkaca kepada diriku sendiri.

Sejak menikah aku sudah bilang ke suami “bahwa apapun yang terjadi tolong jangan pancing emosi ku di depan anak, dan tolong jangan memarahi aku di depan anak-anak” dan kemudian aturan berikutnya adalah jangan berhubungan suami istri di dalam kamar yang ada anak-anak tidur di dalamnya. Aturan ini berlaku sejak anak lahir, yah meski mereka baru hitungan hari di dunia ini.

20180104

Karena Mamak, Kini Aku Menjadi Super Mommy


Aku memanggil Ibu dengan sebutan Mamak, sebenarnya saudara ku yang lain memanggil Mama, tapi bagi ku memanggil Mamak rasanya jauh lebih manja.

Mamak adalah anak bungsu, hanya lulusan SMA, dan menikah dengan seorang pria berdarah Batak yang bekerja sebagai agen asuransi. Sejak aku punya memori, maka sosok mamak itu sudah tergambar sebagai sosok Ibu yang hebat. Sebagai anak bungsu tak membuatnya manja, semua urusan rumah tangga di handle beliau. Ada enam orang anak dengan enam watak yang berbeda namun di mata kami semua mamak mampu memberikan apa yang menjadi kebutuhan kami.

Trying to be The Best Mom and Wife


Kini akupun telah menjadi Ibu dari dua orang balita. Semua anak perempuan yang sudah menikah aku yakin akan memiliki rasa cinta yang semakin besar kepada Ibu nya. So lucky me karena bisa merasakan perjuangan seorang Ibu.

Aku adalah Ibu yang bekerja, sangat sedikit waktu yang bisa aku habiskan bersama anak-anak. Karena itu aku ingin menghadirkan jiwa ku buat keduanya selama 24 jam, caranya ? Sudah banyak tips yang aku tuliskan di blog ku dan beberapa di instagram. Respon kebanyakan orang adalah “gila lu li apa enggak capek bangun jam tiga pagi setiap hari?”. Andai aku jawab enggak capek tentu mustahil, karena aku pun manusia yang punya rasa lelah, namun dibalik semua kekuatan semangat yang aku punya saat ini adalah karena Mamak ku.

20171019

Pentingkah Mandiri Sejak Dini ?

Bukan untuk berdebat, bukan untuk pembenaran. Tulisan ini hanya pandangan ku pribadi dari apa yang ku terima selama ini, so kalau cerita nya berbeda dengan milik kalian silahkan di ulas juga jadi kita bisa saling melengkapi. Karena setiap Ibu punya keputusan terbaik untuk setiap keadaan yang dimilikinya.
-------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------

Mandiri ? Seorang teman mengeluh karena anak remaja nya begitu manja, tak bisa melakukan apapun bahkan sekedar mengisi kembali teko minum yang kosong. Atau seorang teman terperangah melihat anak lain yang seusia anaknya masih dibantu menggunakan kaos kaki dan sepatu. Keduanya bercerita kepada ku lantas aku balik mengernyitkan dahi "so what ?" Apa yang salah ?

Aku di besarkan seorang Ibu yang enggak bekerja, semua waktunya di dedikasi kan beliau untuk mengurus suami dan enam anak nya. Di rumah ada 3 asisten yang membantu mamak untuk menyelesaikan kerjaan rumah tangga. Namun meski memiliki 3 asisten tak sekalipun aku melihat mamak leyeh-leyeh menonton televisi, pokoknya mamak bilang "ART itu tugasnya hanya membantu dan semua finishing adalah tanggung jawab si pemilik". Saking banyaknya asisten maka secara otomatis kami sejak kecil enggak pernah melakukan kegiatan pekerjaan rumah tangga. Pagi dibangunkan, dimandikan, di pakein baju sampai kami sendiri yang meminta untuk berpakaian sendiri. Pun begitu dengan pakaian seragam, bermain semuanya tinggal pakai.

Pixabay.com


Keadaan sedikit berbeda dengan adik bungsu ku, mamak sudah berusia 41 tahun kala itu sehingga ada kesan lebih memanjakan adikku,padahal mungkin karena memang energi nya sudah tidak seperti dulu. Si bungsu ini berbadan bongsor sehingga untuk memakai kaos kaki pun selalu dipasangkan sampai dia SMA. Sewaktu sekolah TK sampai selesai TK ya ditemanin sama asisten di dalam kelas. Pandangan saudara, tetangga terhadap kami ? Jelas dicap anak manja, enggak mandiri. Tapi kami merasa kami tidak menjadi anak manja, semuanya memang sudah berjalan begitu. Bangun tidur pakaian sudah disediakan, sepatu, kaos kaki sudah ada, makanan dan minuman sudah tinggal santap di meja. Pun begitu ketika berangkat dan pulang sekolah papa sudah standby untuk kami. Intinya kami begitu karena mamak sudah menghandle semuanya.

20170721

Karena Aku Egois

Aku anak perempuan pertama di rumah, meski aku sempat tak dekat dengan mamak namun aku mencatat setiap detail kebaikannya. Aku ini sangat egois, aku berbuat apapun karena diriku, karena nya aku tak pernah berharap imbalan apapun dari mamak, aku tak butuh pujian apapun atas perbuatan ku. Keep calm mak! aku melakukannya karena diri ku bukan dirimu, aku ingin pahala dari sang pencipta so dont say anything to me!.



Mamak sedih melihat aku yang bekerja, memberikan hampir seluruh penghasilanku, tak memiliki kekasih, di rumah membantunya menyetrika, membersihkan rumah dan berbincang dengan mereka, "pergilah bersama teman supaya kau bahagia" begitu pinta nya disela rutinitas ku di rumah, mungkin dikiranya aku jenuh, tapi sungguh aku menikmatinya, aku ini egois, aku pikir allah memberikan aku kesempatan untuk bersama mamak papa, aku mengambil peluang menggetarkan hati kedua orang tuaku sehingga aku akan diganjar pahala, egoisnya aku !

20170610

Puasa nya Working Mom

Assalamualaikum,

Alhamdulillah yang kita sudah memasuki 14 Ramadan, semoga perjalanan ibadah puasa tahun ini jauh lebih baik dari sebelumnya ya.

Berpuasa bagi kita orang dewasa bukan hal yang sulit, hanya saja terkadang waktu memang terasa sangat lambat, ditambah kondisi cuaca akhir-akhir ini begitu cerah dan panas. Buat aku yang seorang Ibu, Istri sekaligus pekerja melaksanakan ibadah puasa bisa saja menjadi berat bila tidak bisa menyikapinya. Nah  justru Nah kabar baiknya nih bagi pengguna XL menyikapinya. Bayangin aja mesti siapin menu sahur, menu makan anak-anak yang belum berpuasa, menu berbuka puasa dan urusan kantor yang bukan sedikit.

Kalau gak bisa mengaturnya wah bakalan habis deh tenaga dan bisa-bisa ibadah puasa nya gak maksimal ya. So aku ada beberapa tips nih supaya ibu pekerja bisa sukses menjalankan ibadah puasanya.


  1. Buat menu sahur dan berbuka selama seminggu, nggak usah muluk-muluk kita suusun aja menu selama seminggu dan langsung sesuaikan kebutuhan bahan-bahannya biar sesuai antara menu dan kesiapan bahan masakan. Kalau bingung langsung aja googling, gunakan provider XL ya biar mudah, kalao sinyal kenceng maka resep masakan akan keluar sekaligus potonya, kadang suka bete kan nge googling tapi muter-muter aja. Nah kalau pakai XL dijamin lancar dan gak kehilangan ide deh buat masak.
  2. Lauk pauk sudah dikukus, bumbu sdh diolah sehingga ketika masak sudah mudah saja
  3. Tidur Awal Waktu, usahakan selesai tarawih langsung beristirahat ya
  4. Set alarm, dan bangunlah jam 03.30 (aku di tangerang imsyaknya jam 04.20 wib). Setelah bangun langsung masak nasi, buat minuman hangat. Lalu langsung masak sayur dan lauk.
  5. Sahur jam 04.00 dan jangan lupa makan buah ya atau konsumsi vitamin supaya tetap fit.
  6. Jangan tidur lagi, langsung beraktivitas untuk ke kantor
  7. Tugas di kantor juga harus direncanakan ya mom sehingga jangan sampai menumpuk
  8. Untuk berbuka aku nggak masak moms, cukup gunakan aplikasi online hehe

Itu dia tips dariku, semoga ibadah kita lancar ya moms..

20170209

Bolehkah Blogger Pasang Tarif ??

Well,,tulisan ini adalah opini, murni pendapat pribadi dan tak ada maksud untuk menyinggung siapapun, semoga tetap membawa manfaat bagi pembaca.

Kemarin membaca status salah satu teman blogger Winda tsu, kegalauannya menyikapi sebuah tawaran menulis 8 artikel di portal online, 1 blogpost pribadi, 8x tweet dan 2x FGD, sepaket ini dibandrol 750 ribu. Sudah pasti banyak komentar ada yang setuju dan tidak. Aku termasuk tidak setuju dan berkomentar minimal 3 juta fee nya atau kalau berkelanjutan bisa diskon lah.

Ada yang menimpali menulis di portal online ga semahal itu melainkan kisaran 50 ribu sampai 100 ribu per artikel tanpa batasan kata, ada pula yang memberi komentar bahwa wartawan saja sehari bisa beberapa tulisan gak semahal itu juga, semua komentar ini tentu sesuai dengan pengalaman teman-teman, pun aku demikian punya dasar perhitungan karena memang pernah mengalaminya.



Tujuan Ngeblog ?

Untuk membahas sebuah topik dengan pandangan yang berbeda akan susah sih untuk menemukan kesimpulan, so buatku mari kita kembalikan ke pribadi masing-masing , tujuan lu ngeblog itu apa ? Kalau aku pribadi mulai suka menulis sejak ada multiply lanjut ke note FB, sampai suatu saat aku berani membuat akun kompasiana dengan tujuan untuk berani tampil di arena yang lebih luas, ini pun karena aku beranggapan kompasiana itu rumah menulis yang sehat, dimana harus mengikuti EYD, gak boleh berstyle alay dan disana banyak penulis politik senior. Sampai saat itu ngeblog adalah sebuah pelampiasan rasa, diari digital. Namanya diari pasti ga berharap apapun, kalau sudah dituliskan ya sudah selesai, ada rasa senang di hati, jadi boro-boro dulu memikirkan ada fee dari huruf-huruf yang aku rangkai kan wong bisa ada pembaca nya aja sudah sumringah seharian.

Aku tak berubah, namun dunia digital yang lebih personal itulah yang berubah, tiba-tiba orang mulai banyak mencari tahu sesuatu itu dari exprience user, nota bene banyak ditemukan dalam tulisan entah di blog, atau sosial media lainnya. Alhasil banyak perusahaan juga akhirnya membuat budget khusus marketing ala experience user dengan mengandalkan para penulis blog selain memasang iklan.