20181130

Enggak Nyangka Aku sudah Menyinggahi Lebih Dari 50 Kota di Indonesia

#bloggerperempuan
#BPN30daychallenge2018
#day11

===========================================

Tema hari ini adalah tentang koleksi, dan jujur satu-staunya koleksi ku dulu ada prangko dan sejak aku SMA kegiatan mengumpulkan jenis prangko sudah tidak pernah aku lakukan. Karena nya tantangan dengan tema koleksi terpaksa aku ganti dengan kota-kota yang pernah aku tinggali, dan kebetulan ini gue banget kata orang Jakarta hehe.

---------------------------------------------------------------------------

Nomaden, begitu aku menyebut kehidupan kami, Papa adalah seorang pejabat di salah satu perushaan Ausransi dan memang setiap lembaga keuangan pasti tidak bisa menetap lama di suatu tempat. Hal ini menghindari terjadinya kecurangan seperti korupsi.

Hampir setiap 2 tahun sekali kami harus pindah dari satu kota ke kota lain dan sata itu rasanya hal yang paling aku benci adalah "berkenalan di hari pertama aku masuk sekolah baru:. Bayangkan kegiatan serupa harus aku ulang setiap dua tahun atau bahkan ada yang belum genap setahun kami sudah harus berpindah kembali.

Well aku dilahirkan di Panyabungan sebuah kota di daerah Tapanuli Selatan, Sumatera Utara. Menjelang aku umur tiga tahun kami harus pindah ke kota lain yaitu Padang Sidempuan  dan ini lebih ramai dari Panyabungan karena ini kota ini adalah Ibu kota Tapanuli Selatan pada masa itu. Tapanuli Selatan terkenal sebagai kota Salak dan mayoritas penduduknya bergama islam. Lalu menjelang aku umur lima tahun kami kembali harus berpindah ke Gunung Tua dan ini masih di daerah Sumatera Utara dan ada sebuah kenangan yang membuat aku tak akan pernah lupa akan kota ini. Saat itu aku bermain dengan temanku dan kami begitu takjub mendapati rambut yang mengeriting ketika kami mencoba membakar rambut dengan korek api kecil. Tertawa kami sampai akhirnya temanku rambutnya nyaris habis karena kami bakar dan untunglah perbuatan kami segera ketahuan hehehe.

Usiaku sudah 6 tahun dan aku sekarang ada disebuah kota bernama Aek Kanopan, aku ingat hari itu aku berulangtahun ke enam sekaligus perpisahan dengan sekolah TK menuju jenjang pendidikan selanjutnya yaitu SD. Ternyata baru 3 bulan merasakan bangku SD kami harus pindah ke kota Perbaungan yang hanya berjarak satu jam dari kota Medan, ibukota Sumatera Utara. Sampai kelas 5 aku berada di kota ini dan kemudian kami kembali pindah ke Pematang Siantar, ternyata nyaris aku enggak bisa mengikuti ujian akhir dikarenakan aku pindah sekolah disaat mendekati ujian akhir namun akhirnya berkat urus sana sini akupun bisa melanjutkan pendidikan ke SMP, dan lagi baru 4 bulan aku dibangku SMP papa kembali dipindahkan dan kali ini tujuannya kembali ke Padang Sidempuan. Ternyata enggak lama juga baru beberapa bulan di SMA aku harus pindah ke kisaran , Asahan dan ini masih di Sumatera Utara.



Belum lulus papa harus pindah ke Rantau Parapat jadilah aku anak kos pada masa itu hehe dan kuanggap sebagai latihan awal menuju kuliah. Aku kuliah di Bogor dan papa kembali pindah ke Batu Raja di Sumatera Selatan, namun karena aku sudah kuliah maka drama perkenalan sebagai murid baru sudah berakhir. Setelah dari Batu Raja papa kembali pindah ke Palembang, dan ternyata belum berakhir gengs kembali dipindahkan ke Prabumulih dan pada masa itu aku sudah bekerja.

Dari Prabumulih kami dipindahkan ke Lahat dan menjelang papa pensiun hingga kini kami kembali ke Palembang. Fiuuuhh capek juga pindah sana-sini, positifnya aku mempunyai banyak teman dan bisa mengetahui ragam budaya daris etiap daerah yang aku singgahi. Ada 14 kota yang pernah kami singgahi untuk tinggal dan bila ditambah dengan jalan-jalan yang sudah aku lalui lebih dari 60 kota sudah aku singgahi dan aku masih berharap terus bisa menjelajah kota-kota senusantara.

Nah kalau kalian adakah yang pernah stay di kota yang kusinggahi tadi ?




2 comments:

  1. Banyak juga ya mbakkk... Tapi jadinya kaya pengalaman. Pas masih kecil berarti harus pintar2 menyesuaikan diri dengan teman dan lingkungan baru ya

    ReplyDelete

Komentar mu Informasi untuk Kita