5 Prinsip Memberi Tanpa Merendahkan

5 Prinsip Memberi Tanpa Merendahkan

Tema artikel kali ini adalah bagaimana supaya saat memberi kita tidak merendahkan si penerima, meski sebenarnya aku yakin ketika kita memberi maka nggak ada niat merendahkan bak adegan sinetron bukan? Era sosial media memang membuat kita seolah pamer semua kegiatan kita termasuk urusan memberi. Banyak youtuber yang menjadikan kegiatan sosial mereka sebagai konten yang mendulang banyak penonton, menurutku sih kita jangan baper. Karena konten tersebut sering juga menginspirasi orang lain untuk berbuat hal yang baik. Aku pribadi memang jarang mempublish tentang memberi dan menerima, namun ada hal yang tak bisa tertolak mau tak mau kadang terpaksa menginformasikan aku menerima sesuatu dari seseorang hanya sebagai rasa terima kasih. Pun ketika itu aku lakukan mungkin aku sebagai penerima bisa saja dihakimi "udah dibantu malah pamer" atau aku pernah mendengar ada seseorang yang menjual derita demi mengharap bantuan teman.

Prinsip dalam Memberi

Karenanya aku yakin setiap agama sudah mengajarkan umatnya mengenai tata cara memberi, sebagai orang Islam ajaran yang aku terima namun susah untuk aku terapkan adalah "tangan kanan memberi, tangan kiri tidak tahu" begitulah aturan memberi lakukan secara diam-diam tangan sebelah saja nggak boleh tahu apalagi tetangga hehe, susah bukan?

So, apa saja prinsip dalam memberi? Aku mencoba share apa yang aku lakukan, semoga saja bisa menginspirasi pembaca ya, bismillah!

5 Prinsip Memberi Tanpa Merendahkan

  1. Memberi Bukan Untuk Menerima, prinsip dasar sekali adalah memberi itu harus ikhlas, tak boleh pamrih atau mengharapkan balasan. Ikhlas memang bukan pekara mudah, karenanya bila kita bisa memberi tanpa mengharap imbalan bisa dipastikan kitapun tak akan merendahkan si penerima, rasa merendahkan seperti "huhu tahunya nerima aja" itu muncul karena di hati kecil kita ada rasa lelah memberi. 
  2. Beri dan Lupakan! sebaiknya kalau bisa kita hapus memori memberi supaya ketika kita berpapasan dengan si penerima kita biasa saja. Seringkali aku bisa biasa namun si penerima selalu saja berlebihan berterima kasih alhasil aku kadang yang nggak nyaman hehe.
  3. Apa yang Kita Miliki Adalah Punya Allah, nggak ada yang harus kita sombongkan. Lihat saja sekarang Crazy Rich yang pernah bilang di postingannya bahwa tuhan saja enggan memiskinkannya, nyatanya saat ini dia sudah ditahan, akun bank di blokir dan terancam dimiskinkan. Ketika kita yakin bahwa semua adalah kepunyaan Allah maka tak ada rasa ragu dalam memberi.
  4. Memberi Tanpa Rasa Sombong, hormatilah siapapun yang kalian tolong, kalau memberikan bantuan lakukan dengan sopan jangan malah belagu seperti adegan sinetron. 
  5. Pahami Berbagai Jenis Tipe Memberi, dalam Islam ada beberapa tipe memberi diantaranya sedekah, zakat, infaq dan wakaf. Semuanya butuh keikhlasan dan tentu saja tujuan untuk membantu orang yang tak mampu. 

Drama dalam Memberi

Saat ini fenomena konten saat memberi selalu mendulang kontroversi, semua seolah unjuk diri perihal memberi. Tapi sebagai Blogger aku tidak memandang sepenuhnya demikian, seperti instansi/komunitas yang terlibat aksi peduli bencana mau nggak mau sebagai bentuk pertanggungjawaban maka harus ada dokumentasi, katakalan member setuju dan percaya namun untuk eksistensi instansi/komunitas diperlukan juga dokumentasi. Drama lainnya bahwa tidak semua penerima merasa layak dibantu, ada saja yang merasa terhina ketika namanya dimasukkan kedalam penerima bantuan. Kalau yang aku rasakan saat aku membantu seseorang, lalu dia merasa berhutang budi denganku. Ketika aku benaran butuh tenanganya eh malah nggak mau dibayar karena merasa sudah pernah aku bantu dan yang begini membuat aku serba salah sih. Pernah juga ketika aku memberi seseorang makanan tak ada kata terima kasih lah aku kok baper ya haha. Namun aku anggap semuanya godaan dalam memberi, dan sampai hari ini aku masih belajar untuk menerapkan 5 prinsip dalam memberi di atas.

So apapun itu memberi adalah kebaikan, makanya lakukan terus, belajar pelan-pelan sampai kita sampai pada makna memberi sebenarnya ya, inshaallah aamiin.


0 Komentar

Komen ya biar aku tahu kamu mampir