Showing posts with label Diari. Show all posts
Showing posts with label Diari. Show all posts

20170203

Ketika Anak Masuk Bioskop

Mengingat masa lalu, di hujan yang membasahi bumi pagi ini.

Aku dikenal orang ceria, bahkan mamak ku sendiri suka bete melihat aku yang masih bisa baik dengan teman yang sudah berbuat tak baik kepadaku. Entahlah! tapi mamak lupa sebenarnya aku bisa seperti itu karena dirinya, meski kerap kali mamak bilang "kalau mamak digituin mamak akan blablabla", tapi aku tahu bukan seperti itu, buktinya aku bisa bersikap begitu karena mamak hehe.

Mamak sama sepertiku sekarang, bahwa anak-anak itu akan tumbuh dengan pemikirannya sendiri, mau kita larang, mau kita cegah tapi kalau pemikirannya salah maka akan salah. So mamak tak pernah menerapkan aturan yang keras, paling hanya bilang pacaran boleh saat SMA, begitu daftar masuk  SMA meski belum tahu lulus apa nggak langsung diijinkan berpacaran hehehe atau tentang belajar nngga pernah ada keharusan, mamak hanya meminta hasil akhir lengkap dengan rewardnya, so kami anak-anaklah yang berjuang mendapatkannya, tapi adikku IQ nya ga bagus tetap dapat hadiah karena mamak memasang kriteria itu sesuai kemampuan anak-anaknya.



Nah, mau cerita nih tentang usia berapa aku ke bioskop, yah itu kejadian juga karena menemani mamak, awalnya ga paham sih tapi seiring bertambah usia akhirnya mengerti bahwa gedung besar dan gelap itu adalah tempat menonton. Papa itu dulu sibuk banget ketemu di pagi hari saja rasanya, pulangnya malam terus, jadi mamak yang IRT diberi 'me time' untuk menonton film, yah tahun 80an dikampung belum kenalan sama yang namanya video.


20170201

Papa "Bau yang Tak Tercium"

Setiap pagi aku akan duduk di posisi depan motor GL Max nya, papa akan membawaku berputar jalanan, dagunya kerap ditempelkannya ke atas kepalaku, mungkin itulah sentuhan fisik yang pernah aku rasakan dari nya !



Aku adalah anak yang kerap tidak "disukai" mamak karena memihak papa dalam perdebatan mereka. Bukan apa-apa pria ini selalu diam, selalu meng iyakan apa yang diinginkan wanita itu, suatu kali aku mengancam papa, "Kalau papa tak berani melawannya maka aku tak akan pernah lagi membela papa". Sambil menyetir pria dewasa itu menatap lurus kedepan, ditariknya nafasnya "hhffffhhh" jangan begitu, Mama mu sudah berjuang untuk kalian, suatu saat nanti kau akan paham kenapa Papa memilih diam, berumah tangga itu bukan masalah siapa yang kuat, tapi sekuat apa kau bisa mengendalikan egomu. Dan kini aku bisa paham, bisa sangat menghargai segala diamnya di masa lalu, nyatanya berumah tangga itu adalah proses mengalahkan ego, thanks Pa !