Showing posts with label GTM. Show all posts
Showing posts with label GTM. Show all posts

20181029

Waspada, Kenali Gejala dan Solusi GTM Pada Anak

Fiuuh, iya berat banget sebenarnya mau membahas tentang pola makan anak. Karena sampai saat ini aku masih merasa menjadi ibu yang gagal memberikan nutrisi terbaik pada anak. Baru jadi Ibu ? Nope! justru aku mengalami kegagalan memberikan nutrisi seimbang pada anak keduaku dan aku baru tersadar ketika anakku menjelang usia tiga tahun. Entahlah apakah aku terlambat atau tidak, namun aku berusaha untuk memperbaiki semuanya.

Bicara gizi 2


So please yang membaca tulisan ini disimak baik-baik supaya tidak terjadi pada anak-anak kalian. Kayama ketika menjelang usia 3 tahun hanya memiliki Berat Badan (BB) 10.4 Kg dengan Tinggi Badan (TB) 88 cm dan menurut grafik pertumbuhan WHO indikator ini hanya sesuai untuk anak berusia 20 bulan. Kaget dan aku terlena dengan ucapan disekitarku "enggak papa kok, wong bapaknya kecil wajar saja anaknya kecil. Yang penting itukan anaknya sehat, aktif, not delay development. Akhirnya akupun mengabaikan kecurigaanku, sampai akhirnya ketika aku menjadi bagian dari sebuah kegiatan akademi blogger yang diadakan Danone disitulah aku menyadari bahwa ada yang salah dalam pola makan anak keduaku.

Sejak MPASI aku melakukan semua rules yang sudah aku jalankan pada anak pertamaku, dan usia 10 bulan memang anak kedua ku mengalami infeksi saluran pernapasan dan sejak saat itu nafsu makannya menurun, sebetulnya aku sudah membawa konsultasi anakku namun tes yang kami curigai seperti anemia dan TBC semua menunjukkan hasil negatif. Lagi aku berpikir ini disebabkan penyakit sampai akhirnya aku memahami bahwa yang salah adalah pola makannya.

Anakku stay di daycare setiap hari, menu makanan aku yang memasaknya namun urusan interaksi dalam memberikan makanan aku terpaksa menyerahkan kepada pengasuh dan menurut pengalaman anak pertamaku tak ada masalah. Perbedaannya memang pada cara makan dimana anak keduaku memang tidak mau ada lauk dalam nasinya, awalnya aku masih rajin menghaluskan lauk namun demi niat melatihnya aku tetap memberikan lauk kasar dan mungkin disinilah kesahan fatal yang aku lakukan.