Showing posts with label lombabloghepi. Show all posts
Showing posts with label lombabloghepi. Show all posts

20170330

Hello My Dear Self !

Sebagai seorang anak, aku menyayangi kedua orang tuaku. Setiap momen kelahiran Mamak dan Papa, dan hari pernikahan mereka alhamdulillah sampai sekarang aku tak lupa memberikan sesuatu bagi mereka, bahkan kado ulang tahun Mamak yang ke 67 pada tanggal 21 April nanti pun sudah aku siapkan.

Sebagai kakak, akupun menyayangi adik-adikku, bahkan adik perempuanku baru bertanya kepadaku berapa nomor bra nya saat aku sudah menikah, iya dia tak pernah membeli apapun atas dirinya, semua aku yang hadirkan untuknya coz i love her so much. Untuk adik-adikku yang cowok sama saja, biasa nya aku akan memberi mereka hadiah atau sekedar traktir ketika aku bisa menang lomba blog, i love them all.



Sebagai adik, akupun menyayangi abang ku, masih teringat dahulu setiap weekend aku akan ke Bandung hanya sekedar memastikan baju nya ada yang bersih, mengajak nya nongkrong ke mall atau menonton televisi. Sekarang abang ku sudah berpisah dengan istrinya, tak ada kebahagiaan yang bisa aku berikan melainkan hanya sedikit perhatian walau hanya sekedar mengirim pulsa hasil menang live tweet, but i am happy for him.

Sebagai seorang istri, aku berusaha mencintai suami ku lahir batin. Memenuhi kebutuhan nya luar dalam, menyiapkan bekal makannya, menyiapkan pakaian untuk berangkat kerja, mencuci baju nya dan mengganti beberapa pakaiannya yang sudah tak layak dari hasil tabungan ku yang tersisa di akhir bulan. Meski sering dia bilang “sudah mi, beli untuk keperluan mami”, tidak ! Kebahagiaan ku terletak pada kesempurnaan penampilan mu !



Sebagai seorang Ibu bagi kedua anak lelaki ku, jelas mereka adalah buah hatiku, melahirkannya ke dunia ini adalah sebuah berkah dan mencintainya sampai akhir hayat adalah sebuah doa, bahkan aku sudah mencintai keduanya jauh sebelum mereka hadir, aku rela bertarung nyawa asal mereka bisa hadir di dunia ini, i am really love my sons ! Suamiku sering memberikan sedikit dana tambahan yang bisa aku gunakan untuk keperluan pribadi ku, namun untuk kesekian kalinya ketika kaki sudah melangkah entah kenapa “ah rasanya tak usah lah aku mengganti baju ku dulu, bajunya masih bagus kok, akhirnya dana yang ada aku belikan untuk keperluan anak-anak, entah membelikan sandal, sepatu atau hanya sekedar mainan untuk mereka. Setelah membelinya terkadang ada perasaan “ugh ! kenapa sih aku tak bisa berbuat adil untuk diriku ? Bukankah aku baru saja membelikan anak-anak sepatu ? Bukankah bonus dari tulisan kemarin sudah aku belikan baju buat mereka ? Oh what a pity you are ! Tatap ku pada diriku.