Wisata Kuliner di Korea

Hohoho... dulu beruntung bisa jalan-jalan ke Korea gratis. Ya iyalah kalo gak gratis mana ko punya duit li hihihihi. Liburan gratis ini disponsori oleh Kompasiana dan Kosmetik Caring. Yah sesekalilah dapat liburan mewah. Kala itu lagu Oppa Gangnam Style belum beredar, tapi alhamdulillah aku udah duluan nginap di hotel kawasan Gangnam. Memang ini kawasan elite, sampai bingung mau beli apa-apa saking mahal-mahal hehehe, alhasil minum didalam kamar aja, sisa air mineral dari atas bus hahahaha.

suatu ketika dimusim semi 


Nah mengenai wisata kuliner, memang Indonesia adalah jagoannya, apalagi tentang kekuatan rasa, ehemmm sing ada lawan katanya. Alhasil begitu sampaikorea ada kali nambahin garam bersendok-sendok baru makanannya ada rasa hihihi, hambar sehambar-hambarnya. Untung panitia membawa sambal botol dari Indonesia sehingga kami bisa menikmati makan dengan gaya Indonesia.



Well, saat ini mari mengulang kisah di tahun 2012, liburan ini terjadi 2 bulan sebelum aku melaksanakan pernikahan. Kali ini berwisata ala koper bukan bagpacker seperti yang sudah-sudah. Bagaimana tidak, dari berangkat saja kami sudah menggunakan Korean Air, menginappun di Hotel Novotel Ambassador, live shownya pun berkualitas di kursi VIP dan bahkan jamuan makannyapun ditempat beken, alhasil aku gak tau budget yang dikeluarkan karena semuanya GRATIS !! Perjalananpun hanya kami lakukan diseputaran kota Seoul sepanjang mata bisa memandang dari dalam bis, jarang sekali bisa terlihat hotel-hotel murah yang biasa digunakan para bagpacker..bisa jadi karena kami tak melewatinya. Dari cerita tour guide kami di Korea merupakan negara dengan biaya hidup tinggi. Bisa dibayangkan sih, untuk beli gorengan aja disana paling murah 1.000 won ~ Rp. 8.800, es krim dilabel harga 4.000 won ~ Rp. 35.200. Tau sendiri orang Indonesia yang suka ngemil..akhirnya selama di Korea aku cuman 2 kali ngemil selanjutnya diteruskan oleh air mineral berharga 2.000 won #jleeebbb . Beberapa makanan khas Korea yang kami cicip dan catet semuanya dibayarin jadi aku kurang paham tentang budget yang dikeluarkan. Tapi kalo lihat didinding restaurant rata-rata bekisar 25.000 - 32.000 won (Rp.220.000 - Rp. 281.600) cukup mahal menurutku. 

  1. Kim Chi Kim chi adalah makanan fermentasi yang berasal dari sayuran, utamanya sawi, lobak dan ketimun (wikipidea, red). Di Korea kami sempat diajak ke sebuah tempat untuk belajar membuat kimchi. Terbuat dari sayur sawi yang sudah digarami terlebih dahulu selama 4 jam, kemudian dibalur dengan bubuk cabe yang sudah didiamkan bersama lobak selama 1 jam dan kemudian disimpan. Kim Chi dibuat untuk persiapan musim dingin dimana tak ada sayur-sayuran. Kim Chi ini selalu dihidangkan disetiap menu restaurant sehingga bisa dibilang Kim Chi seperti sambelnya atau acar kali ya.. ??? Rasanya sedikit asem, dan pedas namun bau lobak membuat lidah tak suka akan cita rasa yang ditimbulkannya. Aku sendiri hanya suka memakannya saat pertama kali itupun mungkin karena penasaran dengan makanan khas yang suka muncul di setiap seri drama korea :D.
    Belajar Membuat Kimchi
  2. Mie Udon Sebenarnya adalah mie khas Jepang, bentuknya besar dan rasa lumayan enak meskipun hambar. Namun setelah ditambah dengan cabe bubuk maka rasanya lumayanlah apalagi disantap saat perut kosong :D. Mie ini disajikan bersama kim chi juga tentunya.
    Mie Udon
  3. Samgyetang (삼계탕) Di hari pertama bersantap siang kami menikmati Samgyetang yaitu  sup yang terbuat dari daging ayam utuh yang diisi ginseng, hedysarum, nasi manis, jojoba, bawang putih dan kacang berangan. Samgyetang populer dikonsumsi sebagai sumber nutrisi pada musim panas, dimana warga Korea kehilangan banyak energi karena cuaca panas. Ayam ini dimasak dalam api kecil dan cukup lamaaaa sehingga ayam utuh itu hanya disentuh dengan sumpit maka dadanya bisa terbuka lebar dan nasi,sohun dan rempah-rempahnya langsung buyar. Rasanya hambar tapi di meja telah disediakan garam dan piring kosong untuk membuang tulang-tulang ayam . Menurutku makanan ini lumayan enak apalagi kalau bubuk cabe kita tambahkan. 
    Ayam Ginseng
  4. Shabu-Shabu Kalau ini sudah tak asing lagi, disini disajikan lagi bersama Kim Chi dan ikan goreng, rasa yang hambar adalah tantangan menyantap makanan Korea :D
    Shabu-Shabu
  5. BBQ Chicken dan Beef Menu ini adalah menu yang paling ku suka, karena rasanya tak begitu asing di lidah. Menu tambahannya berupa acar cabe ijo dan Kim Chi dan daun selada. Gunanya daun selada ini adalah untuk membungkus daging ayam baru kemudian dimasukkan ke mulut sluurrrppp... 
    Galbi
  6. Bulgogi (불고기) Menu di hari ke 3 adalah Bulgogi merupakan potongan daging sapi yang dipanggang dengan kecap, minyak wijen, bawang putih, bawang bombai dan lada hitam. Bulgogi berarti "daging api" dan disajikan diatas kompor kecil. Rasanya sih lebih seperti makanan jepang Beef Teriyaki. Menu tambahan sama saja Kimchi, daun slada dan otak-otak.
    Bulgogi
  7. Bimbimbap ,Bimbimbap adalah Nasi Campur. Sering kita lihat didrama korea nasi yang diaduk-aduk didalam baskom kemudian disantap langsung dari baskomnya. Dari tour guide diketahui bahwa cewe-cewek Korea akan membuat nasi campur dikala sedang patah hati ataupun malas masak. Ah jadi ingat kisah drama korea kan heheh. Nasi dicampur dengan sisa-sisa sayur yang ada dikulkas, diaduk jadi satu, diberi pasta cabe khas Korea, kemudian diberi minya wijen lalu aduk jadi satu dan siap disantap. Kalau melihat di drama Korea sepertinya enak banget, tapi sodaraaahh...rasanya benar-benar huueeksss...arah rasanya gak tau kemana tapi bisa diluruskan sepertinya ini mau membuat nasi urap..tapi rasa nasi urap kita jauuuuhh lebih enaaaak sodaraahhh,,, 
Sekarang off dulu berburu hadiah liburan karena anak-anak masih kecil, nanti kalau sudah agak gedean bakalan fight habis-habisan biar bisa holidei aamiin..

When Sharing Is Caring, Aku Senang Bercerita Untuk Membuatmu Tak Merasa Sendirian Nikmati Cerita Tentang Hidup, Info Produk, Kesehatan Dan Cinta.