Karena Aku Takut Punya Anak Perempuan - Ulihape.com

Karena Aku Takut Punya Anak Perempuan

Anaknya berapa ? dua
Sepasang ? ngga 
Wahh tambah satu lagi donk biar ada ceweknya
=========================

Biasa itu, jangan marah kalau ada yang tanya-tanya. Justru aneh juga kalau ketemu teman terus diem-dieman dan balik badan said good bye. Tapi memang kalo lagi mood nggak asyik susah yes mau jawab dengan manis -__-.

Dulu waktu hamil pertama kalinya, aku ngarep banget punya anak cewek, tapi situasi berubah entah kenapa aku memikirkan mamakku, ah sepertinya mamak ingin cucu laki-laki, lalu kuubah doaku supaya aku bisa menghangatkan kerinduan mamak akan sosok bayi laki-laki. Alhamdulillah memang lelaki. Lalu hami anak kedua, wajar mengharapkan lawan jenis dari yang sudah dimiliki, tapi sehari setelah aku yakin hamil batinku bilang ah ini anak laki-laki lagi. Alhamdulillah, entah kenapa aku bersyukur banget, jauh didalam hatiku ternyata aku tak ingin anak perempuan.



Sampai hari ini rasanya sudah puas memiliki dua anak laki-laki, niatnya sudah dua anak saja. Nggak kepengen anak cewek ? Entahlah kalau hatiku jawab jujur iya enggak pengen. Tapi kalau lihat anak bayi perempuan, sumpah deh lucunya sampai gemes sendiri, kadang aku bertanya "serius li nggak mau anak cewek ?" Hatiku menggeleng kencang..ngak..nggak mauuu..

Sampai disini maka percayalah Allah sudah paling tahu apa yang pas buat kita, terkadang karena ego jadi kita nggak yakin apa yang diberikan itulah yang terbaik. Mamak dulu pernah bilang sedihnya ulah anak laki-laki lebih sedih lagi kalau anak perempuan yang berbuat. Akupun beberapa kali membuat Mamak menangis, entahlah rasanya memang selalu ingin berdebat, selalu ingin membuat mamak dikalahkan oleh perbuatanku. Dari kecil rasanya melawan mamak itu adalah kesenanganku. Pernah aku kesal lalu aku ambil palu atau martil lalu aku senyum naik keatas sofa dan menjatuhkan martil/palu tepat diatas kaca meja ditengahnya, piiiyyyyyaaarrrr kacanya pecah menjadi berkeping-keping. Hukumannya ? Aku disuruh berdiri di pojokan lemari dan aku dengan gagahnya berdiri sampai akhirnya Mamak give up, yeeeiii i am the winner !

Lalu pernah Mamak Papa sedang adu mulut, aku hadir ditengah mereka dengan membawa keramik kesayangan mamak, ancaman untuk membuat keramik itu menjadi kepingan berhasil membuat mamak papa tak adu mulut lagi. Lalu akupun pernah lari keluar kota hanya karena merasa tak senang atas tuduhan mamak, alhasil seminggu kemudian aku disusul dan entahlah aku selalu merasa menjadi pemenang.

Lalu banyak hal lagi yang kubuat sehingga aku sendiri yang memberi cap anak durhaka kepada diriku. Lalu dunia kampus membuat aku mengaku kalah, tingkat dua aku merasa menjadi anak yang penuh dosa, aku meminta maaf pada mamak dan sejak itu tak pernah lagi ada bantahan dari mulutku, tak ada lagi kata tidak untuk setiap pinta mamak, rasanya cukuplah membuatnya berurai air mata sejak aku kecil. Dan ketika airmatanya jatuh melihat aku bekerja, mengurus rumah tanpa pembantu maka aku bilang "kenapa menangis ? justru aku bisa penuh semangat karena mamak, mamak yang menitip semangat itu pada diriku, sudahlah mak aku bahagia, kami baik-baik yang penting doamu terus mengalir. 

Lantas aku tahu bahwa ketidakinginan ku atas anak perempuan juga karena diriku sendiri, rasanya nggak sanggup kalau nanti aku mendapati anakku berbuat hal yang sama persis dengan aku dulu, karena aku tak sekuat mamak, karena aku tak sesabar mamak, karena aku bukanlah mamak, dan sejak kuliah tingkat dua aku selalu mengaku kalah dari mamak, mak you are the winner and i am a loser

So, kalau ada yang tanya kepengen nggak anak perempuan ? Jawabannya tidak, semoga kedua anak laki-laki ini bisa memberikan kebahagiaan pada ucinya, angkunya dan kedua orangtuanya aamiin. Catatan hati kali ini supaya aku bisa mengingat betapa baiknya mamakku dan betapa aku menyesali segala perbuatan ku dulu dan tentu aku berharap duoKYH menjadi anak sholeh, semoga dengan proses lahiran keduanya yang tak memberi rasa sakit merupakan bentuk pengampunan mamak atas segala kesalahanku aamiin, and i love u mak ..

When Sharing Is Caring, Aku Senang Bercerita Untuk Membuatmu Tak Merasa Sendirian Nikmati Cerita Tentang Hidup, Info Produk, Kesehatan Dan Cinta.