20170725

Sebab Kau (Anak) Hanya Sebuah Amanah

Anak adalah sebuah Amanah yang tak semua bisa dimiliki oleh pasangan yang menikah. Entah apa indikator dari sang pencipta, ada yang tampaknya cukup materi namun tak diberi amanah ini, ada yang smart luar biasa juga tak menjadi jaminan mempunyai kesempatan, ada pula yang lahir batin oke banget dan mendapat amanah yang ok banget juga, lalu ada pula yang hanya diberi amanah sebentar bahkan cuman sekedar dititip di rahim dan tak pernah mendengar tangisnya, wallahu A'lam Bishawab, hanya Allah yang maha mengetahui

Sebab Anak Hanya Amanah


23 Juli kemarin di Indonesia di peringati sebagai Hari Anak Nasional, aku tak punya agenda khusus untuk merayakannya dengan kedua anakku, hanya saja aku ingin berbagi pandanganku terhadap anak sebagai amanah, yah murni mereka itu hanya titipan Allah. So jangan terlalu menguasainya sepenuh hati, karena bisa melukaimu. Aku bukan bicara diriku karena aku masih jauh dari semua itu, alhamdulillah 4 tahun lebih sudah berusaha menjaga amanahNYA, dan dalam doa aku pinta pada Allah agar kiranya DIA mempercayai aku untuk terus menjaga amanahNYA dan dimampukan pula olehNYA untuk memberikan kehidupan terbaik bagi titipanNYA, inshaallah DIA menitipkan sudah sepaket dengan rizki anak-anak ini.


Kedua anakku aku titip di daycare, yah mau tak mau aku harus berjuang bersama suami dan semoga Allah bisa menilainya seperti apa isi hati kami. Orang kepo dimuka bumi ini kan wajib ada yes! Dan suatu ketika ada suara "yaela lu nitip anak di daycare, so one day lu juga akan mereka titipkan'. Kaget juga mendengar suara sumbang begitu, but wait! Cukup senyumin aja karena prinsip hidup kita jelas beda. Mungkin lu berharap dengan anak-anak mu tapi aku tidak! Banyak aku saksikan luka hati orang tua itu terjadi hanya karena harapannya terhadap anak-anak tak sesuai, sejak menyaksikan kejadian itu jauh sebelum aku menikah aku memposisikan diriku "ingat-ingat li anak itu amanahNYA so jangan berharap apapun" namanya dititip kalau yang menitipkan beri bonus berarti itu berkah, kalaupun DIA tak memberi apapun itupun suatu berkah, karena tak semua DIA percaya!".

Itu adalah prinsip hidup yang sudah aku tanamkan jauh sebelum aku menikah, aku tak akan berharap apapun dari titipan ini, tugasku adalah menjaga titipan ini dan semoga sipenitip bisa senang dengan apa yang ku perbuat, inshaallah kalo DIA hepi masak iya sih DIA pelit ? Sejak memiliki anak, aku bilang sama suami "pi, mereka ini amanah langsung dari Allah" tegurlah mereka dengan baik, sayangi mereka dengan baik, jangan berlebihan. Oneday ketika mereka besar dan menemukan jodohnya dan akan punya kehidupannya, itu artinya sipenitip sudah mengurangi tanggungjawab kita.

Sebab itu saat ini aku berusaha maksimal, aku berbuat yang terbaik sesuai kemampuanku, aku minimalisirkan semua kesalahan yang bisa ditujukannya padaku. Inshaallah, Allah akan menjaga hati mereka untuk bisa melihat semua usahaku. 

Sebab aku bekerja, maka aku mewakilkan penjagaan mereka kepada orang lain yang aku percaya baik dan tentu jauh sebelumnya aku sudah berbincang dengan sang penitip, dan segala ketenanganku saat ini adalah restuNYA.

Sebab aku tak ingin mendengar tanya "kok mami gak pernah mandikan aku?". Maka sejak mereka lahir di hari kedua akulah yang memandikan mereka, sampai hari ini setiap pagi aku membasuh keduanya, menyabun keduanya, menggendong mereka dan melap kering tubuhnya, ku sentuh kulitnya dan kuberikan pakaian terbaik, sehingga ketika mereka di daycare mereka tak merasa aku antar begitu saja, tapi aku mengantarkan mereka dalam kondisi terbaik mereka, harum dan wangi.

Sebab aku tak ingin mendengar pinta "mami masakin aku donk" maka setiap pagi aku memasakkan menu sarapan sampai makan malam mereka, harapanku masakan yang disuapkan mama didaycare bisa menggantikan hadirku dan mereka dengan bangga bilang "mami aku donk masak nasi goleng".

Sebab aku bekerja maka aku harus meluangkan 15 menit untuk menjadi badut bagi mereka, begitu mendengar suara motorku didepan pagar, keduanya binar menatapku "mami..mamii..", maka aku akan menyambutnya bermain bersama mereka, mendengar tawa mereka menjadikan aku memiliki energi baru yang super maka tak ada lelah lagi di badan, thanks god!

Sebab aku tak punya banyak waktu untuk bersama mereka, maka ciuman dan pelukan menjelang tidur adalah resep ajaib untuk mendekatkan batin kami, alhamdulillah berkali-kali ketika kami dikendaraan umum banyak orang yang mengira aku adalah ibu rumahan, itu semua karena mereka melihat anak-anakku ceria.

Sebab kau (anak) adalah amanah langsung dari sang pencipta, maka aku rela mendapat teguran apapun atas pekerjaan ku, prinsip mami kalian adalah titipan Allah sedangkan pekerjaan urusan mentok maksimal di HRD hehe..

Sebab mereka hanyalah amanah maka aku tak mempunyai harapan apapun kecuali harapan untuk kebaikan mereka, aku selalu bilang 'mami hanya menjaga kalian" kalau mami larang ini itu untuk kebaikan kalian, kalau kalian tidak berkenan its OK dan resiko menjadi milik kalian. 

Kanda, Kayama selamat hari anak, jadilah anak sholeh penuh manfaat seperti pinta mami kepada sang pencipta, tak usah memikirkan balas budi kepada mami papi, karena itu bukan tanggungjawab kalian, hidup mami papi sudah dijamin sang pencipta dan kelak kalianpun akan merasakan menjadi orang tua, mami papi, kanda, dan Kayama tetaplah hanya seorang anak so kita sama saja hanya amanah bagi orangtua kita. 

Cukup sekian isi hati mami, besok mami mau menulis perasaan mami kalo kalian anak lelakiku menikah haha..


28 comments:

  1. Terharuuu aku baca tulisan ini mba.. Prinsip hidup tentang anak yang oke banget.. Aku jadi diingetin lagi.. :D Sehat-sehat terus ya Kanda, Kayama.. :D

    ReplyDelete
  2. betul betul betuuuulll. Postingan ini bikin adeeemm banget mba, tengkyuu
    Kindly visit my blog: bukanbocahbiasa(dot)com

    ReplyDelete
  3. Selamat hari anak nasional Kanda dan Kayama serta semua anak di seluruh Indonesia. Mami Uli bener, dan aku suka banget tulisan ini, mi

    ReplyDelete
  4. Hal tak terduga saat memiliki anak, dari rejeki sampai kehidupan kita rasanya bahagia

    ReplyDelete
  5. Kanda dan Kayama selamat hari anak:)

    ReplyDelete
  6. Makasih sharingnya mbak, duh saya pun makin tersadarkan klu anak2 hanya titipanNya. Sehingga saya mesti menjaga sebaik mungkin. Kadang masih keceplosan marahin mereka.

    ReplyDelete
  7. semangaaaaat mamiiiii ... mamiiii ... laperrr ... masakin dong??! #mintadipoleslakiknyainimah

    ReplyDelete
  8. Tetap berusaha memberi yang terbaik untuk anak-anak ya, Mbak. Semoga sebagian waktu yang tiada bersama mereka, akan terganti dengan hal-hal yang lebih indah ��

    ReplyDelete
  9. Terhari, dan kayanya perlu belajar banyak dr mba Uli, karna aku masih suka emosian dlm mendidik anak huhuhu

    ReplyDelete
  10. Senyum-senyum bacanya, Mbak Uli. Walau belum punya anak, tapi jadi ikut merasakan juga, hehehe....

    ReplyDelete
  11. Saya pernah baca statusnya mba uli tentang aktivitas sebelum dan sesudah pulang kantor, mba uli dan ini bener2 super mam n dad, walaupun ngantor tp tanggungjawab urus anak dan rumah tetap tanggungbjawab bersama. Waahhh contoh yang sangat brilian banget mba.

    ReplyDelete
  12. Terharu bacanya mbk uli. Belajar banyak dari mbak uli bagaimana menjadi ibu bekerja dan mmengurus anak. Selamat hari anak

    ReplyDelete
  13. Selamat hari anak Kanda dan Kayama, jadilah anak-anak hebat.
    Duuh aku terharu bacanya mak

    ReplyDelete
  14. Tulisan yg bikin calon ibu kayak aku terharu :')

    ReplyDelete
  15. kerennnn tulisannya!. Setuju bgt, tiap ortu punya pilihan dan perjuangannya masing2, gak usahlah saling menghakimi.. saat aku lg jadi IRT ada aja suara sumbang yg ngomongin, saat kerja kantoran dan pake dua ART buat jaga anak2, masih aja dianggap kurang ideal, skarang freelancer pun tetep aja dianggap main mulu, hadeuhhh..gak ada abisnya kalo diikutin. Prinsip aku sih, kita yg paling tahu seberapa sayangnya kita pd anak2, bodo amat org mau blg apa yg penting kita sudah brusaha yang terbaik buat mereka.. (panjang amat ini komen, yak ;p)

    ReplyDelete

Komentar mu Informasi untuk Kita