20170912

3 Cara Mudah Untuk Tetap Waras Jadi Ibu Sekaligus Wanita Pekerja

Sebagai Ibu yang bekerja juga di luar rumah maka butuh banyak strategi untuk bisa tetap waras. Menjadi Ibu itu dituntut banget untuk bisa multitasking, dan tak sedikit juga keputusan berada di tangan seorang Ibu, bukan karena suami tak peduli tapi perempuan kan memang susah-susah gampang ya ? Diberi nasihat masih ngeyel pengen pendapatnya, di beri pilihan eh kekukeuh surekeuh mau pilihannya, nah dari pada pusing akhirnya melipirlah pak suami dari urusan memutuskan, mangga tanya sama mbok e ya ?.


Sebelum menikah aku sudah merasa lelah bekerja, entah juga ya karena aku jomlo jadi sempat merasa lelah sehingga muncul lah niatan "ah kalo merit aku mau jadi Ibu Rumah Tangga aja deh". Bayangannya kek di sinetron itu, bangun tidur sampai mau tidur lagi cuakep, seger pokoknya pipi merona bibir merekah. Bertemu jodoh dan kesimpulan aku mau tetap bekerja. Berangkat kerja dengan wajah yang segar, sebelum turun dari bis ketika jam pulang kerja buru-buru poles bibir lagi soalnya suami udah nungguin di tempat mangkal ojek. Ceiiilaaa manten anyar masih bahagia banget tuh lihat wajah suami setelah berpisah 10 jam lebih selama kami bekerja. Sampai tahap ini everything masih waras, masih manja-manja gimana gitu.

Lalu lahirlah si Kanda,duh aku bahagia banget beuudh ! Sempurna! Bangun tidur udah ngurusin pipis nya anak, rendam popok dan bedong kainnya, jam 7 ajak Kanda bejemur, Jam 7.30 mandiin anak. Suami minta ditemanin sarapan, suami berangkat kerja ternyata aku masih dengan baju tidur, keringatan dan bibir jontor karena kurang tidur. Sore hari mandiin anak, suami pulang aku nya udah mandi tapi males banget touch up karena enggak bisa puas ciumin anak. Sampai tahap ini emak mulai memudar pesona nya dan teman terbaik adalah daster.




Alarm berbunyi, cuti melahirkan akan berakhir dengan tetesan airmata dan kekuatan bulan akhirnya sepakat Kanda kami titip di daycare, ohh Noooo. Life must go on katanya, hati ku di kantor rasanya hilang, duh aku ingin jadi Ibu Rumah Tangga biar bisa nemanin anak ku. Well kata Allah "Beklah" dan ternyata ada situasi yang memboleh kan ku untuk cuti istimewa selama 6 bulan artinya sampai Kanda berusia 9 Bulan, yes !

Bulan pertama aku masih waras, bulan kedua mulai merasa lelah dan menuntut pada suami setiap doi pulang dari kantor untuk bergantian menjaga Kanda "Mami capek, dari pagi megang anak terus, gantian ya paling tidak dua jam aja, let me alone". Jadilah jam 5 sore itu jam yang aku nantikan "duhh mana nih suami kok belum sampai di rumah?" begitu suara motornya terdengar langsung senang "yeeeiii i am free". Sampai jam 7 malam aku menikmati me time di dalam kamar baru kemudian aku kembali mengajak Kanda tidur. Lalu bulan ke empat cuti istimewa aku merasa ada yang salah dengan diri ku. Aku lelah, bosan dan ternyata angan-anganku dulu menjadi buyar. Aku tak sanggup, aku enggak bisa jadi Ibu Rumah Tangga entahlah aku merasa mudah marah, merasa menuntut suami untuk lebih banyak membantu.

Akhirnya aku memutuskan untuk kembali ke kantor, Kanda kembali ke daycare dan berdua bersama suami membahas pembagian tugas, kesepakatan dicapai dan alhamdulillah sampai hari ini aku sangat menikmati semua yang kami jalani. Tugas rutinku adalah memasak, mencuci, menjemur cucian, menyetrika (kalao nyerah baru lempar ke laundry kiloan khusus gosok aja), mengepel, menyiapkan baju anak. Selain yang tidak aku sebut artinya dikerjakan oleh suami dan kadang kami lakukan bersama-sama. Semua kegiatan rumah tangga kami lakukan tanpa asisten rumah tangga.

Herannya dengan bekerja ke luar rumah seharusnya aku lebih capek kan ? Udah kerja masih mengurus pekerjaan rumah, tapi aku merasa bahagia, aku merasa semuanya biasa saja, enggak seperti dulu ketika aku di rumah, terlihat tak banyak kerjaan tapi aku selalu merasa lelah. Sebaliknya meski aku harus bekerja ke luar rumah dengan tetap mengurus urusan rumah tangga entah kenapa aku bahagia,

Selama menjalaninya menurutku ada 3 cara yang mudah banget dilakukan para Ibu seperti aku untuk tetap waras dan menghasilkan aura rumah yang bahagia. Memang benar kalau Ibu bahagia inshaallah seisi rumah bahagia juga.

Nah apa aja sih 3 hal itu ?

  1. ME TIME, yup cari waktu untuk me time. Me Time tak melulu tentang ke salon dari pagi hingga sore. Bagiku Me Time itu adalah waktu yang kita butuhkan untuk tetap menikmati diri kita secara utuh, apapun kegiatannya asal lu yakin itu bisa mengingat diri mu maka akan menghasilkan energi positif. Bagi ku berangkat ke kantor adalah me time. Dan tak jarang di kala weekend aku meet up bersama teman-teman, bertemu orang lain diluar lingkungan kerja selalu mampu membuat suasana hati lebih baik. Itu sebabnya aku bahagia selama di kantor, itu sebabnya aku juga merasa wajib bertanggung jawab di dalam rumah karena sudah mengambil jatah me time semacam ada rasa balas jasa aja , karena aku senang maka aku akan menyenagkan keluarga pula. 
  2. MENULIS, alhamdulillah aku mempunya hobi menulis sejak kecil. Dulu kalau di marah mamak maka aku akan menulis di diary ku yang ada gemboknya hehe. Menulis dengan perasaan kesal lalu entah mengapa setelah menulis aku langsung merasa lega, merasa bahwa mamak tak sejahat yang aku tuliskan. Banyak harapan, ketidak puasan dan amarah yang tumpah hanya dalam tulisan namun mampu menghadirkan ketenangan. Nah Bu ibu ayok coba menulis supaya pikiran kita enggak butek dan menulis diyakini bisa membuat kita bersemangat loh! 
  3. TIDUR YANG CUKUP, sejak dulu aku mempunyai jam tidur yang teratur jadi masalah tidur adalah penentu bagi ku, Kalau tidur kurang bisa membuat suasana kacau, jadi dari dulu sampai sekarang setelah sholat isya maka aku sudah lesss, sudah nyenyak. Alhamdulillah anak-anak pun begitu. Bangun pagi membuat kami tersenyum menghadapi hari dan siap beraktivitas kembali. 
Hanya dengan melakukan tiga hal diatas aku bisa menikmati kehidupan kami, lelah ada dan tiada. Melihat senyuman anak-anak semua orang tua akan merasa berenergi kembali. Menghadirkan senyuman itu tak butuh banyak biaya, Ibu nya bahagia inshaallah anak-anak akan tertular bahagia. Selamat berjuang Bu Ibu, dan selalu bersyukur ya karena kata Allah siapa yang bersyukur maka NIKMAT NYA akan di tambah pula.





6 comments:

  1. Me time ku sederhana mb..bisa nonton tv tanpa gangguan, bisa pilih2 channel.

    ReplyDelete
    Replies
    1. iya apa aja yang membuat kita senang harus dikerjakan ya biar ttp hepi

      Delete
  2. idem mba, berarti kita tipe yg nggak bisa di rumah aja, bawaannya bosen dan jadi minder juga kalau aku

    ReplyDelete
    Replies
    1. kalo minder aku enggak sih tapi rasanya lelah tiada tara haha

      Delete
  3. Dulu aku sempet punya pikiran gitu mba, kalo udah nikah, mau jd ibu rumah tangga :p. Kenyataan setelah ngerasain, lgs buyaaar :p. Kayaknya aku jauuuuuh lbh seneng ttp kantoran drpd hrs di rumah. Syukur alhamdulillahnya kita dapet ART dan babysitter yg bisa dipercaya. 2-2 nya udah kebukti bisa dipercaya dan aku ama suami jg jd tenang ninggalin anak. Aku salut ama ibu2 yg ttp kerja, dan ga pakai ART di rumah :) . Walo sesekali me time gitu, tp ga yakin aku bakal ttp happy .

    ReplyDelete
    Replies
    1. alhamdulillah, yang penting pantau selalu anak-anak

      Delete

Komentar mu Informasi untuk Kita