20180108

Jangan Anggap Remeh Memori Balita

Dalam menulis kali ini malas banget buka-buka referensi. Jadi apa yang tertulis adalah pengalaman pribadi dan bisa berbeda pada setiap orang.

Dalam mengasuh kedua anak ku maka poin nya adalah :

https://pixabay.com/id/bayi-2956997/


1. Enggak berniat menjadi sosok yang berbeda dengan Mamak. Meski dulu aku berpikir untuk tak menjelma seperti sosok mamak tapi makin kesini aku mendapati hal-hal yang aku lakukan persis dengan cara mamak. Sejak itu aku tak melakukan perlawanan lagi didalam diriku, let it be ! Begitulah prinsipnya, semakin lu benci maka akan semakin mirip.

2. Bahwa setiap manusia sudah dituliskan kisahnya jauh sebelum kehadirannya bahkan sebelum kedua orang tua nya bertemu. So aku enggak punya alasan apapun untuk menyesal, selama aku sudah melakukan usaha yang maksimal, ingat ya berusaha maksimal

3. Jangan anggap remeh memori anak. Nah poin ke tiga inilah yang ingin aku bahas. Karena aku berkaca kepada diriku sendiri.

Sejak menikah aku sudah bilang ke suami “bahwa apapun yang terjadi tolong jangan pancing emosi ku di depan anak, dan tolong jangan memarahi aku di depan anak-anak” dan kemudian aturan berikutnya adalah jangan berhubungan suami istri di dalam kamar yang ada anak-anak tidur di dalamnya. Aturan ini berlaku sejak anak lahir, yah meski mereka baru hitungan hari di dunia ini.



Suatu saat (saat aku SMP) tiba-tiba di kepalaku muncul memori, aku mendengar wanita menangis di sumur dan beberapa adegan muncul namun entah mengapa berlalu begitu saja. Tanpa sengaja aku ceritakan kepada mamak, bahwa aku seperti ada di dekat sumur menggunakan baju putih dan aku mendengar perempuan menangis. Jawaban Mamak “itu adalah mamak” dan yang membuat mamak kaget kenapa aku bisa mengingatnya setelah berusia belasan tahun ? Entahlah, yang pasti tentu karena aku mendengar dan melihatnya bukan ? Hanya saja saat itu aku tak paham dan entah kenapa memori itu muncul.

Mundur lagi,  ketika aku masih belum sekolah. Dan aku ingat betul aku masih ngompol namun aku sudah bisa bangun dan mengganti pakaian basah ku dengan sendiri. Jelas aku dan adik-adikku masih tidur bareng dengan orang tua kami. Lalu seperti biasa aku terbangun ketika mendapati diriku basah oleh ompol, posisi kasur kami di bawah dan ketika aku hendak berdiri aku melihat kedua orangtua saling berpelukan (saat itu aku enggak tahu itu pelukan atau apalah) yang aku tahu adalah aku tak boleh mengejutkan mereka, dan dengan perlahan aku memaksakan diriku untuk tidur kembali dengan pakaian basah. Aku takut mereka kaget, atau aku takut mereka mengetahui kalau aku ngompol?. intinya nya adalah aku harus diam. Lalu saat aku kelas 2 SMP baru aku paham bahwa saat itu orang tua ku sedang berhubungan dan mulailah aku penasaran apaan sih hubungan suami istri itu ? Lucky me di zaman itu internet belum dalam genggaman, mencari sumber dari buku yang susah pula di dapat, akhirnya penasaran dan aku bertanya ke mamak. Lagi dong ya mamak kaget “kenapa memori itu muncul sekarang dan semua detail aku bisa ingat dengan baik” sehingga mamak tak bisa mengelak dan mamak adalah guru terbaik ku dalam hal ini, thank you mak.

Selanjutnya banyak memori yang keluar menjelang aku SMA, dan semua kejadian itu adalah di masa aku dibawah lima tahun dan hal inilah yang membuat aku mewanti-wanti suami, bahwa memori itu tersimpan rapi sampai suatu saat si anak menemukan kemiripan adegan dan barulah dia paham akan apa yang terjadi di masa lalu itu.

Lalu dugaan ini menjadi semakin kuat ketika Kanda saat ini hampir lima tahun usianya, namun beberapa memori saat dia bayi sudah bisa dia pahami, “dulu mami pernah ya malah sama aku lalu pas aku tidul mami minta maaf?”. Yup i did it!

Kemudian kemarin di putar ulang Film Big Hero 6, which is ini film dia tonton lewat DVD di daycare ketika dia umur setahunan lebih dikit lah , lalu kemarin dia ceritakan setiap adegan yang akan muncul, misal setelah Hero dan abang nya keluar gedung si Kanda bilang gini “mami..mami bental lagi gedung nya tebakal loh”. Kok tahu pancing ku , “iya lah aku kan udah nonton waktu kecil”. See ? He just like me !

Bisa jadi tak semua anak punya memori kuat seperti aku dan Kanda, tapi paling tidak menjaga sikap didepan anak-anak adalah ke harusan. Isi kepala mereka memang tak sampai kemana tapi memori itu tersimpan rapi sampai ada kemiripan peristiwa lalu memori itu bangkit untuk di pertanyakan. Beruntung kalau si anak mempertanyakan nya kepada kita, kalau kepada orang lain ? Oh NO..No..


So hati-hati dengan memori anak kita ya moms and dads ! jangan anggap remeh !


8 comments:

  1. iya, anak-anak ingatannya memang kuat :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. iya mbak, jangan sepele aja pokoknya hehe

      Delete
  2. betul kadang kiat suka mikir ah, masih anak2, nah padaahl ada yang diingat anak di memorinya

    ReplyDelete
    Replies
    1. iya kesimpan sampai dia bisa memahaminya

      Delete
  3. Aku kadang udah berusaha jelasin begini ke suami. Tetep aja ga namanya ortu gada yang sempurna. Kadang lupa kalau lagi salah ngmg dan sikap ke anak. Alhamdulillah dpt reminder lgi, biar makin inget memori anak itu jangan diremehkan

    ReplyDelete
    Replies
    1. iya belajar sama2, memang enggak mudah harus komit inshaallah bisa

      Delete
  4. harus hati-hati bertindak di depan anak ya, mba. kadang kalo kesulut emosi suka lupa ada anak yang lihat/dengar. makasih sharingnya, mba :D

    ReplyDelete
    Replies
    1. iya untuk hal apapun itu, baik dan buruk

      Delete

Komentar mu Informasi untuk Kita