Vaksin Flu Membuat Anakku Tak Sesak Nafas Lagi - Ulihape.com

Vaksin Flu Membuat Anakku Tak Sesak Nafas Lagi

Tiba-tiba saat office hours mama di daycare meneleponjantungku langsung berdegup kencang karena aku tahu itu pertanada anak ku sedang mengalami sesak nafas "mami..Kayama kami bawa ke IGD". 


Vaksin Flu, perlukah ? Emang efektif ? Nah seberapa penting Vaksin Flu ini kalian harus baca kisah ku terlebih dahulu dan kisah ini adalah kejadian nyata  which is aku berharap jangan pernah mengalaminya kembali, selepasnya kalian bisa memutuskan #KenapaHarusVaksin ?

Hal ini kerap terjadi namun selalu membuat aku jantungan, ternyata kata orang kalau sudah biasa maka kita bisa selow, namun untuk urusan kesehatan anak kita tetap enggak bisa tenang. Sebagai Ibu bekerja yang menitipkan anak-anaknya di daycare maka konsekuensinya adalah anak-anak ku mudah tertular penyakit. Apalagi yang namanya influenza, satu saja anak di daycare terserang flu maka bisa dipastikan keesokan harinya anakku akan kena flu, sebaliknya bila anakku yang terserang flu maka ada saja temannya yang tertular.



Tentang Influenza

Dulu aku berpikir yang namanya flu ya sudah akan sembuh dengan sendirinya, dan sepanjang aku mengalami paling barter makan bakso dengan level cabai 5 sudah mampu bikin flu agak baikan. Namun sejak memiliki anak aku baru paham bahwa flu enggak bisa dianggap enteng bahkan flu bisa menjadi pemicu penyakit berbahaya dan finally anakku mengalaminya hiks.



Influenza atau yang akrab kita sebut dengan Flu adalah penyakit pernapasan menular yang disebabkan oleh virus dan virus ini bisa menginfeksi hidung, tenggorokan dan paru-paru. Sepanjang pengalamanku Flu ini sangat berisiko tinggi pada anak-anak usia di bawah lima tahun. Penularan flu inipun sangat mudah banget karena memang virus, jadi bisa berpindah melalui batuk, bersin, menyentuh barang yang disentuh penderita flu atau bahkan melalui angin bisa membuat anak dan orang dewasa terserang flu. Anak-anak tentu lebih mudah terjangkit karena sistem kekebalan tubuh yang belum sempurna.

Faktanya ada 7K - 26 K anak-anak dibawah usia 5 tahun yang dirawat karena penyakit yang disebakan influenza, dan orang yang influenza bisa menularkan dalam 1 hari sampai 7 hari setelahnya makanya kalau di kantor ada yang bersin-bersin biasanya malam aku pun akan meler.


Anakku Akrab dengan Nebulizer

Anak kedua ku pada saat umur 8 bulan terserang flu, aku pikir flu biasa saja. Biasanya aku akan menyedot lendir di dalam hidungnya untuk membuat dia bisa nyaman bernapas atau menggunakan pipet sedotan cairan. Namun panas tubuhnya sudah mencapai 39 derajat lebih, nafasnya tampak cepat dan dia seperti kelelahan. Malam itu aku larikan dia ke rumah sakit dan fix harus menjalani rawat inap. Paru-parunya di rontgen, dia diberi nebulizer dan setelah hampir 24 jam barulah panas tubuhnya mulai stabil dan nafasnya tidak memburu. Keesokannya Dokter Spesialis Anak menyampaikan kabar bahwa anak kami terkena Broncho Pneumonia (BP) dan Kayama anakku tergolong hyper reaktif terhadap bakteri, jadi kalau dia flu maka paru-parunya akan mudah tertutup lendir dan membuat dia susah bernafas.


Sejak itu bagiku flu adalah penyakit yang paling aku takutkan, bila sore hari mendapati anakku flu maka malamnya aku was-was, atau bila pagi hari dia flu maka aku enggak tenang berada di kantor, takut sewaktu-waktu ada telepon dari daycare. Akhirnya akupun membeli nebulizer sebagai alat bantu pertama kalau anakku sesak nafas. Sekalipun berlibur Nebu ini akan aku bawa kemana-mana sebagai perlengkapan P3K keluarga kami. Usia 10 bulan kembali Kayama di rawat dengan diagnosa yang sama, dan setelah sehat akhirnya aku meningkatkan standard kebersihan di rumah. Namun untuk urusan daycare aku enggak bisa berbuat banyak selain mendoakan anak-anak di sana selalu sehat wal afiat.

Pertama Kalinya Vaksin Flu

Setelah rawat inap kedua kalinya akhirnya Dokter Anak kami menyarankan kami untuk memberikan Vaksin Flu kepada kedua anak kami, semula dia ragu menyarankan karena khawatir kami 'menuduhnya' komersil. Maklum ya Bu sejak era sosial media para Dokter ini jadi ragu-ragu untuk memberikan masukan yang terkesan masih jarang disosialisasikan. Dokter Anak kami juga menginfokan bahwa Vaksin Flu bukanlah termasuk Vaksin Wajib saat ini, namun melihat kondisi cuaca Indonesia yang sudah tidak bisa terbaca lagi dan perubahan virus vaksin flu yang tergolong cepat maka ada baiknya setiap anak yang sudah berusia 6 bulan ke atas diberikan Vaksin Flu. 

Akhirnya untuk pertama kalinya kedua anakku mendapatkan Vaksin Flu, saat itu usia anak pertama 3 tahun dan anak kedua 1 tahun. Sejak pemberian Vaksin Flu memang kami akui anak kami mulai jarang flu meski tidak jaminan untuk tidak terkena flu. Namun ketika terserang Flu anak kami tidak lagi langusng mengalami sesak nafas dna tentu sja hal ini membuat kami lebih tenang bila sedang tidak bersama anak-anak. Sampai umur anakku 3 tahun kami masih rutin memberikan Vaksin Flu namun merasa anak telah bebas dari Flu akhirnya tahun ini aku memutuskan tidak memberinya dan ternyata sikap ini jelas salah menurut dr. Attila Dewanti Sp. A (K) dalam suatu kesempatan.

Efek sehabis vaksin flu anak-anakku biasa saja , lengannya yang dikhawatirkan bengkak juga biasa saja. Saat itu anak-anak di Vaksin Flu 3 Strain dengan biaya 700 ribu per anak jadi kami memang sudah menyiapkan budget Vaksin ini dengan menyisihkan sebagian hasil ngeblog karena memang sangat terasa manfaatnya dan setelah mengetahui Vaksin Flu harus terus aku berikan maka niat lagi deh akan memberikan Vaksin Flu dalam beberap bulan ini, soalnya harus nabung lagi bu hehehe. Dan ternyata sekarang Vaksin Flu sudah Strain 4 jadi lebih lengkap.

Blogger Gathering Back To School #KenapaHarusVaksin

Jumat malam aku mendapat ajakan untuk hadir di acara Blogger Gathering bertemakan Back To School #KenapaHarusVaksin yang diselenggarakan oleh komunitas The Urban Mama (TUM), aku langsung tertarik untuk hadir karena memang pas banget anak-anak baru memulai aktivitas belajar. Apalagi anakku baru masuk SD dan TK, keduanya akan berhubungan dengan teman-teman baru dan dengan latar belakang kesehatan yang berbeda pula. Jadi menurutku penting banget untuk mendapatkan informasi terkait perkembangan anak.



Dan benar saja aku merasa beruntung bisa hadir karena akhirnya aku diingatkan kembali untuk memberikan Vaksin Flu kepada anak-anak which is semula aku sudah anggap aman hehe. dr. Attila Dewanti dan Selebgram Mbak Maya Septha juga berbagi pengalaman tentang bagaimana untuk melindung anak dari Virus Influenza. Mbak Maya sama dengan aku yah kita pakai cara simpel saja deh langsung kasih Vaksin Flu pada anak-anak kita.

Namun demikian dr. Attila juga mengingatkan bahwa setelah memberikan Vaksin Flu ada baiknya kita melakukan pencegahan dengan cara menjaga kebersihan lingkungan, mencuci tangan menggunakan sabun dan air hangat serta kalau ingin menggunakan cairan antiseptik maka gunakanlah yang ada bahan alkoholnya supaya bakteri bisa lenyap dan pastinya ajarkan anak-anak untuk bersin dengan menutup mulut dan membuang tisu ke tempat sampah lalu jangan lupa ajari anak untuk mencuci tangannya. Lalu mama di rumah bisa membersihkan area bermain anak atau barang-barang bekas sentuhan anak penderita flu.

Edukasi yang aku dapatkan hari ini layak aku tuliskan dan kita sampaikan kepada mama lainnya sehingga kita bisa menjaga anak-anak dari serangan flu.

Nah gimana mom's ? Segera berkonsultasi dengan dokter keluarga dan pastinya Vaksin Flu bisa mengurangi risiko terkena Flu dan komplikasinya. Kami sudah merasakan manfaatnya, kini giliran anda!

Update pengetahuan kita tentang #KenapaHarusVaksin dengan follow instagram @kenapaharusvaksin see u next chit chat ya mommies










When Sharing Is Caring, Aku Senang Bercerita Untuk Membuatmu Tak Merasa Sendirian Nikmati Cerita Tentang Hidup, Info Produk, Kesehatan Dan Cinta.