Gap Komunikasi Antara Generasi Z dan X Bikin Suasana Kerja Tak Nyaman

Tema ODOP ISB kali ini cukup membuat aku untuk mencari lebih jauh gimana sih sebenarnya gaya komunikasi generasi Z? Konon katanya generasi Z ini dibesarkan oleh teknologi, so ketika mereka terjun di dunia kerja maka sikap dan cara mereka berkomunikasi di lingkungan kerja kerap mendatangkan ketaknyamanan bagi rekan kerjanya, benarkah demikian?

Aku pribadi mengalaminya, namun aku ragu apakah benar yang kurasakan adalah efek rekan kerja yang memang generasi Z? Lantas bagaimana dengan aku si generasi X namun bisa mengikuti kemajuan teknologi? Mengapa generasi ku jauh lebih bisa memberikan kenyaman di lingkungan kerja? Ada gap komunikasi antara generasi Z dan X yang menurutku kerap menimbulkan ketaknyamanan di kantor dan ujung-ujungnya si generasi Z jadi bahan ghibah atau kontrak kerjanya tak di perpanjang, dan itu semua hanya karena gaya komunikasinya bukan karena tak punya skill.

Gaya berkomuniaksi generasi z
kesalahan komunikasi generasi z

Ok! sebelum membahas lebih lanjut apa sih yang salah dari gaya komunikasi Z? ada baiknya aku sharing apa yang aku temukan dari berbagai literatur online tentang macam-macam generasi dan aku memulainya setelah generasi perang-perangan aja ya hehe, soalnya memang ada generasi perang, generasi stres tapi kalian bisa cari tahu disumber lain ya.

GENERASI BABY BOOMER

Adalah generasi orang tuaku which is lahirnya antara tahun 1946 sampai  1964, mereka cenderung punya anak banyak. Coba check ges, kami saja ada 6 bersaudara, papaku 12 bersaudara, orang tua suamiku juga punya anak 12 dan dengan segala keterbatasan saat itu generasi baby boomer justru bisa mendidik anak yang banyak dengan baik, generasi baby boomer dikenal dengan generasi yang mudah beradaptasi,  mudah menerima nasib dan selalu optimis. Nah semua ciri itu benar banget ada di kedua orang tuaku dengan anak yang banyak ekonomi yang pas-pasan nyatanya mereka mampu menyekolahkan anaknya menjadi sarjana karena memang giat mencari uang dan pintar mengelolanya. Gaya komunikasi baby boomer menurutku masih banyak yang ambigu, karena banyak banget ungkapan ya kan? Cuman mau bilang jangan ke sana, namun karena mempertimbangkan ini itu akhirnya ke sana sini, sehingga butuh waktu untuk memahami apa maksud mamakku hehe.

GENERASI X

Nah si baby boomer punya anak ges, so aku adalah generasi X hasil didikan generasi baby boomer, generasi X kelahiran tahun 1965 sampai 1980. Dan Generasi X ini sebagai titik awal kemajuan teknologi menurutku. Bayangkan waktu aku SMP baru mengenal komputer hehe dan untuk menyimpan data belum ada flashdisk melainkan disket namanya, itupun masih gede beb hehe pas aku SMA baru ada disket agak kecil dengan warna warni yang cute. Makanya generasi X ini suka banget main, pas kecil mainannya banyak banget, begitu mengenal teknologi juga segala game muncul jadi generasi X ini lumyan bandel deh hehe dulu alasan bolos ada yang karena main game, ada yang bolos ke bioskop makanya ortu baby boomer bisa kaget deh ngeliat pola anaknya yang generasi Z haha.

GENERASI Z

Sebelum generasi X tentu ada generasi Y yang dikenal generasi milineal nah mereka adalah kelahiran tahun 1980 keatas. Lantas Generasi Z ini kelahiran tahun berapa sih? Mereka adalah generasi yang lahir diatas tahun 1995/1996, jadi pas aku kuliah ges mereka lahir. So kebayang ya pas mereka sekolah TK udah kenal laptop, udah tahu internet dan biasanya mereka ini anaknya si generasi X. Generasi Z yang aku kenal saat ini di lingkungan kerja sungguh membuat aku tak nyaman di kantor, sering banget membuat aku malas berkomunikasi, apa sih masalahnya?

Kalau kalian mau iseng mengecek data-data pimpinan beberapa industri besar saat ini maka kebanyakan mereka adalah generasi X, lantas bisakah aku mengatakan bahwa Generasi X adalah paduan yang pas dalam dunia kerja? Generasi X cenderung punya pola pikir maju dan mengemukakan etika, gaya komunikasinya jelas dan cenderung asyik karena masih mau memberikan kesempatan bagi orang lain, mau mendengarkan orang lain, sementara generasi Z?

Beberapa generasi Z yang aku kenal saat ini di lingkungan kerja mereka masih kuliah namun sudah bekerja. Gayanya cenderung cuek dan gak ngenakin banget haha. Cuek dalam artian cara berkomunikasi, namun kadang aku juga bertanya "apakah gaya komunikasi generasi X yang kaku? Tapi rasanya tidak karena aku ajak beberapa teman berdiskusi dan menurut mereka memang gaya komunikasi generasi Z ini sering tak mengenakkan.

Generasi Z itu dikenal dengan generasi digital, makanya rerata generasi Z udah tahulah smartphone bukan sekedar handphone bahkan ketika iphone rilis pertama kalinya tahun 2007 itu artinya si generasi Z sudah berusia 11 tahun, tentunya bagi yang mampu maka anak remaja nya sudah menggunakan iphone kala itu, sementara aku tahun 2007 masih menggunakan handphone bukan smartphone jadi fungsinya sekedar buat menelepon, nah beda banget ya hehe. 

Makanya gak heran kalo kalian baca komen-komen di berbagai sosial media bisa dipastikan mereka adalah generasi Z karena gaya komunikasi mereka lebih banyak di sosial media makanya generasi Z tuh jarang banget nanya pertimbangan ke orang tua karena mereka merasa bisa menemukan solusi lewat internet, inilah yang menurutku menjadi penyebab gap komunikasi generasi Z dengan X di lingkungan kerja. Generasi Z menentukan keputusan berdasarkan apa yang dia ketahui, gak mau berdiskusi terlebih dahulu sehingga aku generasi X merasa mereka ini gegabah cenderung menimbulkan masalah bagi rekan kerjanya.

Kesalahan Komunikasi Genrasi Z di Lingkungan Kerja

Well, saatnya aku berbagi pengalaman. Saat ini ada dua orang generasi Z yang ada di perusahaan kami which is dominan diisi generasi baby boomer dan X. Antara generasi baby boomer dan X komunikasi berjalan dengan lancar karena biasanya atasan si generasi X punya sifat yang mirip dengan orangtuanya sehingga mudah menjalin komunikasi dan sedikit banget menimbulkan masalah dalam pekerjaan. Sementara generasi Z ini selain bermasalah dengan generasi X ternyata generasi baby boomer juga kurang suka dengan gaya komuniaksi mereka, salahnya dimana sih?

  1. Kurang Sopan, ini bahasa ku ya tapi bisa jadi bukan salah mereka melainkan memang mereka dilahirkan era teknologi sehingga terbiasa melakukan banyak hal dalam bersamaan, udah biasa aja gitu sambil dengar musik sambil ngomong sama orangtuanya, atau ketika menonton mereka sambil sosmed-an. Hal ini memberi kesan kurang sopan, misal ketika aku menanyakan sesuatu maka si generasi Z menjawab tanpa menoleh dan sibuk dengan gadgetnya. Kebiasaan ini cenderung merugikan mereka, sudah ada beberapa generasi Z yang tak dilanjutkan kontrak kerjanya karena dianggap kurang sopan, see?
  2. Ingin Serba Cepat, generasi Z cenderung gak sabaran. Menurut mereka masalah di dunia kerja bisa seperti saat mereka ingin mencari tahu dengan google. Pernah kejadian di kantor kehabisan handsanitizer dan tahu apa yang dilakukan si generasi Z? Karena mikirnya mau cepat akhirnya dia nge WA dong beb ke anak owner which is manager procurement, dan ini departemen terkait gak tahu dan bisa dibayangkan apa yang terjadi? Bos nya si generasi Z ini diomeli lah sama anak owner, dan aku cuman melongo melihatnya, alhasil si generasi Z diberi peringatan secara verbal. see? Komunikasi generasi Z bukan hanya nimbulin masalah buat dirinya sendiri tapi bisa jadi masalah buat yang lain.
  3. Cepat Puas, nah kasus no 2 itu bisa terjadi karena generasi Z ini cepat banget puas, dipuji sekali menurutnya itu sudah nilai akhir bahwa dia memang OK. Kalao generasi X dipuji maka yang terjadi mereka akan berusaha makin baik, pujian bagi generasi X adalah semangat untuk menjadi lebih baik bukan akhir penilaian.
Lantas apa dong yang bisa kita lakukan supaya bisa nyaman bekerja dengan generasi Z? Aku beberapa kali menyampaikan keluhan ku secara langsung, aku berikan nasihat dan bagaimana seharusnya dia bersikap. Tapi sejauh ini kurang berhasil sih dan akhirnya membuat aku acuh dengan si generasi Z, apalagi generasi Z inikan masih mencari poisisi jadi jabatan juga jauh dibawah aku sehingga aku mikirnya "ya sudahlah" yang rugi dia juga. Namun ada juga generasi Z yang masih mau mendengar nasihatku dan itu karena orangtuanya masih generasi baby boomer sehingga mungkin cara kolotku itu tercermin disikap orangtuanya.

Pentingya Didikan Orangtua

Bila dilihat dari opiniku maka semuanya balik lagi ke didikan orang tua, benar gak sih? Mau anak lahir di era apa tapi selama orang tua memberikan pondasi maka aku yakin anak-anak akan hadir menjadi generasi yang baik. Aku sendiri saat ini punya anak generasi Alpha, tentu secara teknologi mereka lebih canggih dari generasi Z, right? Sebagai generasi X maka pola asuh ku jujur masih kuno, karena menurutku itu jauh lebih baik. Mereka terbuka dan kritis namun dilumuri dengan etika kuno menurutku menjadikan mereka nanti hadir jadi generasi keren, punya sikap yang gak cuek, gak serakah karena setiap mereka mau bicara aku memastikan mereka meletakkan gadgetnya.

Lantas apakah generasi Z tidak didik orang tuanya? Tidak juga, hanya saja kurang diperhatikan saking mereka mandiri sehingga orang tua merasa tak ada beban, padahal ada norma yang hilang dari sana. Jangan lupa bahwa anak kita akan terhubung dengan berbagai generasi sehingga tugas kita sebagai orang tua memastikan mereka bisa diterima disetiap keadaan. 

Mungkin nanti ada saatnya Gnerasi Z menempati suasana yang dia inginkan, tapi selama di lingkungan kerja kalian ada genrasi baby boomer dan X makan cobalah belajar cara komunikasi yang tepat, kenapa kalian tak menggugling bagaimana gaya berkomunikasi generasi X? 




When Sharing Is Caring, Aku Senang Bercerita Untuk Membuatmu Tak Merasa Sendirian Nikmati Cerita Tentang Hidup, Info Produk, Kesehatan Dan Cinta.

2 comments:

Sissy said...

Saya di kantor pegawai gen-Z semua, menurut saya mereka oke2 aja. Kebetulan sy lumayan dekat sama dunia mereka karena sy anak KPop.

Menurut saya generasi ini banyak konflik sama ortunya, karena banyak yg ortunya masih pengen nyetir mereka sementara mereka sudah punya rencana hidup sendiri. Jadi kalau kita berlaku seperti ortu, menasehati dll mereka malah males.

Mereka juga tipe orang yang kalo ngomong seperti status sosmed, langsung tembak ke inti pembicaraan dan terbiasa sama konflik terbuka (misalnya tweetwar). Mereka juga tipe yang trial-and-error. Makanya si anak di kantor Mbak itu dia langsung aja wa ke owner, itu trial, saya yakin pas dimarahin dia juga biasa aja, karena buat dia ya itu error, ga usah dilakuin lagi. Beda banget sama generasi sebelumnya yang langsung nangis2 depresi kalo diomelin bos.

Saya juga di kantor sekarang gitu kok. Saya selalu bilang ke anak buah saya kalau ga tau ga usah coba-coba, bikin lama doank. Langsung kirim ke saya, saya kasih tau salahnya dimana. Ternyata mereka lebih lancar kinerjanya dibegituin. Beda sama pas saya pertama kali mulai bisnis 15 tahun lalu yang kalo dikasih tau salah harus ke ruang rapat dulu, ngomong berputar-putar dulu, udah gitu aja masih curhat2 sana sini katanya diomelin bos. Hahaha.

Maaf ya Mbak komennya sepanjang ini. Ini cerita saya pribadi aja.

Ulihape said...

wah makasih sharingnya dan itu pas banget dia baisa aja haha, kita yg liatnya menilai "keras kepala" ehm berarti mmg menyikapinya harus beda ya, agak susah tapi aku akan coba