Bulan Akhiran 'ber' Tak Lagi Menjadi Musim Penghujan

Bulan Akhiran 'ber' Tak Lagi Menjadi Musim Penghujan

Pernah mengalami hari yang terik tiba-tiba hujan gede?

Pernah merasakan hujan sebentar tapi langsung banjir?

Pernah melihat hujan es?

Pernah merasakan harga kebutuhan pokok melambung karena gagal panen?

Ikan tak ada di lautan?

dan kini bulan berakhiran ber tak lagi menunjukkan musim hujan, itu semua terjadi dikarenakan perubahan iklim.

Perubahan Iklim salah siapa?
Perubahan Iklim - Ulihape

Perubahan iklim itu apa sih? 

Simplenya perubahan iklim terjadi karena beberapa faktor, dan sebagian besar penyebabnya adalah aku dan kamu, dulu para pengamat cuaca dengan mudah bisa menentukan kapan kita akan masuk musim hujan dan kapan musim panas namun kini bulan akhiran ber pun tak lagi menjadi musim penghujan. Petani tak bisa membaca kapan waktu yang tepat untuk menanam, seringkali mereka gagal panen karena perubahan iklim.

Perubahan iklim terjadi karena beberapa faktor dan aku yakin kita semua sudah pernah mendengar atau membaca faktor penyebab perubahan iklim ada beberapa yaitu :

Perubahan Iklim
Sumber Ilustrasi 
https://indonesiabaik.id/infografis/mengenal-perubahan-iklim-faktor-dan-dampaknya

  1. Efek gas rumah kaca
  2. Pemanasan global
  3. Kerusakan lapisan ozon
  4. Kerusakan fungsi hutan
  5. Penggunaan karbon yang tak terkontrol dan
  6. Gas buang industri
Akibat perubahan iklim ini sangat luas, dan bisa berefek hampir kesemua lini kehidupan. Coba jujur pada diri sendiri tentu kita sudah merasakan perubahan iklim, perubahan iklim yang aku rasakan saat ini melihat curah hujan yang semakin tahun semakin tinggi, aku bekerja di Perkebunan dan seseuai record dataku 4 tahun terakhir di Meulaboh rata-rata curah hujan nyaris menyentuh 5.000 mm per tahun dimana Bulan Maret-April-Mei memiliki curah hujan yang hampir sama dengan bulan penghujan. Padahal dulu ketika aku masi di Sekolah Dasar Maret-April-Mei justru musim panas tetapi kini sudah bergeser. 

Keenam faktor di atas tentu saja termasuk ulah kita, bisa dibilang perubahan iklim terjadi karena aku dan kamu, that's why bila kita adalah penyebabnya maka kita jugalah yang bisa memperbaikinya. Bagaimana caranya? Mulai dari diri sendiri terdengar klise tapi percayalah ketika kamu memulai maka akan ada saja orang yang meniru aksi mu.

Drama Korea Forecasting Love and Weather 

Minggu lalu aku baru saja menyelesaikan tontonan on going drakor Forecasting Love and Weather, drakor ini berkisah tentang kisah cinta karyawan BMKG. Dari drakor ini pula aku mengenal beberapa istilah dan metode untuk mengukur perubahan iklim, ternyata Korea dengan empat musim justru lebih rumit. Dari drama ini pula aku paham betapa perubahan iklim ini begitu banyak menimbulkan kerugian, rakyat Korea di drakor ini digambarkan sangat peduli pada prakiraan cuaca, aku jadi teringat sudah berapa lama aku tak pernah peduli dengans egala prakiraan cuaca? Kepedulian itu mendatangkan sebuah rasa tanggungjawab bagi masyarakat Korea, lantas apakah karena kita kurang peduli maka kita juga tak menyadari bahwa bumi sedang tak baik-baik saja?

In my opinion drakor ini bagus untuk ditonton, kita bisa memahami bagaimana perubahan iklim terjadi, perubahan iklim lainnya yang aku amati dua tahun ini rumahku kena banjir, aku sudah menetap selama 10 tahun dan aku masih merasa beruntung karena air yang masuk ke dalam rumahku tak sebanyak tetangga, kok bisa? Hanya satu keyakinan ku karena rumahku menyediakan area resapan sehingga air lebih lambat naik. Ketika kemarau tetangga juga sering kehabisan air sumur sementara aku alhamdulillah air sumur selalu ada tentu saja ini salah satu manfaat menyediakan area resapan air sehingga ketersediaan air terjamin.

Perubahan iklim lainnya mengakibatkan gagal tanam dan panen efeknya adalah kenaikan harga bahan pangan. Saat bawang harus panen tetiba banjir, saat cabai harus panen tetiba musim panas berkepanjangan, dampak perubahan iklim lainnya adalah terganggunya kesehatan kita karena pancaroba seperti saat ini banyak anak-anak di lingkungan kami yang terkena Demam Berdarah (DBD) belum lagi kita membahas aspek lainnya, wow!

Minimalisir Perubahan Iklim Yuk!

Bicara terdengar mudah, banyak tips yang kita pahami namun untuk melakukannya secara konsisten memang dibutuhkan effort. Aku pribadi memulainya dari keluarga kecilku mungkin tak signifikan tapi kalau para pembaca mau melakukannya bersama, aku percaya kita bisa menyelamatkan bumi #UntukmuBumiku.

  1. Kurangi Kendaraan Motor Pribadi, terdengar klise tapi inilah yang dilakukan banyak negara. Bahkan di negara maju usia kendaraan bermotor dibatasi sampai 5 tahun saja. Kalau kalian suka nonton film terkadang salah satu lokasi syuting adalah gudang mobil rongsokan bukan? Di Indonesia aura ini sudah mulai berasa dan ini nggak lepas dari peranan pemerintah harus bisa menyediakan transportasi yang murah dan nyaman, kenapa? Motor nggak akan berkurang di Jakarta sebelum pemerintah bisa menyediakan kendaraan bebas macet dan biayanya semurah motor.
  2. Jangan Banyak Makan Daging, aku pernah mengikuti sebuah event tentang perubahan iklim dan ternyata kalau masak daging polusinya lebih besar daripada lauk lainnya. So aku di rumah sudah mengurangi konsumsi daging dari sebulan sekali menjadi dua bulan sekali.
  3. Hemat Air, caranya ganti bak mandi dengan shower lalu ketika keramas dan gosok gigi matikan air kran dan gunakan ketika hendak membilas saja, kegiatan di dapur juga butuh air yang banyak aku menyiasati mengurangi pemakaian air kran dengan menyediakan air diwadah saja.
  4. Menanam Pohon, ini adalah aksi nyata untuk memperbaiki alam bisa dilakukan di lingkungan rumah kita dan salah satu sebab air lambat masuk ke dalam rumah ku karena disekitar rumahku ada tanaman. 
    Perubahan Iklim
    Halaman rumahku 

  5. Kurangi pemakaian AC, meski masih sulit tapi aku hanya memasang 1 AC saja sedangkan ruangan lain tidak menggunakan AC.
  6. Menerapkan 3R Reduce, Reuse, Recycle, aku sendiri mulai menerapkan 3R ini dan pemerintah juga sudah ikut menerapkan kebijakan menguranngi kantong lastik (Reduce), dan aku menggunakan kemasan bekas snack sebagai pot tanaman (Reuse) dan limbah rumah tangga diolah menjadi kompos oleh RT. 
    Upaya hindari perubahan iklim
    Wadah bekas Snack anak aku gunakan untuk tanaman

6 hal sederhana ini bisa banget aku dan kamu lakukan kita bekerjasama sebagai #TeamUpforImpact, bila bersama maka percayalah 1 aksi nyata lebih berdampak daripada 1000 teori. Are you ready? Yes!


1 Komentar

  1. Perubahan iklim kerasa banget mbaa. Asli. Harus mulai dari sekarang bangett sebelum bener2 terlambat. Btw makasi mba uli, aku lagi nyari tontonan apa lagi yaa abis nyelesain 2521 haha.. aku jadi pengen nonton Forecasting Love and Weather haha..

    BalasHapus

Komen ya biar aku tahu kamu mampir