Hangout Tanpa Gadget : 5 Tempat Favorit Working Mom Mengisi Energi Bersama Anak

Hangout Tanpa Gadget : 5 Tempat Favorit Working Mom Mengisi Energi Bersama Anak

5 Tempat Berkesan yang Mengisi Energi dan Menjauhkan Anak dari Gadget

Assalamualaikum readers!

Finally pecah telur juga tulisan pertama di tahun 2026, makasih banget untuk Komunitas ISB yang masih setia memberikan challenge untuk menulis, khususnya Teh Ani Berta yang memberikan tema-tema keren.
Hangout Tanpa Gadget : 5 Tempat Favorit Working Mom Mengisi Energi Bersama Anak
Hangout Tanpa Gadget : 5 Tempat Favorit Working Mom Mengisi Energi Bersama Anak


Tema pertama adalah menuliskan tempat yang menginspirasi, so POV aku sebagai seorang working mom, ingin membahas tempat pelarian "hangout" bersama anak-anak dengan tujuan memberi jarak anak dan gadgetnya.

Aku pribadi termasuk orang yang bisa bekerja dan berpikir maksimal di berbagai tempat jadi ya semua tempat itu bisa menginspirasi. Namun sejak menjadi ibu, definisi “tempat berkesan” bagiku berubah. Bukan lagi soal sepi atau estetik semata, tapi tempat yang memberi energi sekaligus menjauhkan anak dari layar gadget, walau hanya beberapa jam. Lima jam tanpa gadget saja, rasanya sudah seperti kemenangan kecil. 

Dan komitmen kami sekeluarga saat berada di luar rumah maka tak boleh memegang gadget, justru kadang suamiku yang rada susah haha. Hangout juga bukan sekedar bertujuan menyelamatkan anak-anak tapi juga untuk diriku. Bisa keluar rumah mampu membuat aku tak memikirkan urusan domestik rumah, melepaskan sedikit beban pikira meski ektika kembali ke rumah tetap menghadapi realita beberes tapi paling nggak aku udah mengisi energi beberapa jam di luar rumah.

Lantas kemana saja sih hangout bersama keluarga? Nah ini dia tempat yang biasa kami datangi dan bisa memberi inspirasi entah buat seluruh keluarga atau minimal diriku yang udah multitasking banget ngurusin keluarga dan berperan as a workingmom hehe.

1. Kafe dengan Vibes Tenang, Tempat Ide Mengalir

Kafe adalah ruang netral bagiku. Tidak seformal kantor, tapi cukup kondusif untuk berpikir jernih. Aku memilih kafe dengan menu keluarga, suasana kafe bisa membuat kami bercengkerama lebih santai.Tentnya obrolan tak lepas dari seputar kegiatan harian kami, kadang aku pura-pura nggak paham pembahasan anak-anak dan dari ketidaktahuanku akan muncul banyak kisah dari kedua anakku. 

2. Timezone dan Arena Main Game, Bukan Sekadar Hiburan

Banyak orang menganggap tempat main game hanya membuang waktu. Tapi bagiku, Timezone justru menjadi solusi. Anak bermain aktif, bergerak, berinteraksi, dan fokus pada permainan fisik.

Selama beberapa jam di sana, anak benar-benar lupa pada ponselnya. Aku duduk mengamati, sesekali ikut tertawa, dan merasa lega karena anak mendapatkan stimulasi sosial. Energi anak tersalurkan, dan aku pun belajar bahwa menjauhkan gadget bukan berarti anti hiburan.

3. Toko Buku, Ruang Sunyi yang Menguatkan Ikatan

Toko buku selalu punya tempat khusus di hatiku. Bau buku, rak-rak tinggi, dan suasana tenang membuat pikiranku terisi ulang. Aku membiarkan anak memilih buku sendiri. Kadang hanya melihat-lihat, kadang benar-benar membaca di sudut ruangan. Momen ini sederhana, tapi berharga. 

4. Stadion, Melakukan Olahraga

Rumah kami dekat dengan stadion dan setiap pagi saat libur biasanya aku akan mengajak kelaurga untuk berolahraga dan tentu saja setelahnya hunting aneka menu sarapan. Momen ini meski hanya seminggu sekali tapi aku yakin ini bisa menyimpan kenangan dan kelak mereka juga akan melakukannya kepada keluarga masing-masing. Dulu Papaku sering mengajak kami beraktivitas olahraga dan kenangan itulah yang membuat aku juga melakukannya bersama keluargaku.

5. Rumah Saudara, Ruang Aman yang Menghangatkan

Tujuan lain ada melakukan silaturahmi ke rumah keluarga. Keluarga suami ada di Tangerang, saat anak-anak belums ekolah setiap weekend pasti mampir, meskis ekarang intensitas berkurang namun mendatangi rumah keluarga juga bisa memberi energi baru bagi semua anggota keluarga.

Aku tidak melarang gadget secara ekstrem. Aku memilih menghadirkan alternatif yang lebih bermakna. Dengan hangout ke tempat-tempat ini, aku bisa memberi jarak pada gadget hingga lima jam, tanpa drama.

Sebagai working mom, aku belajar bahwa energi tidak selalu datang dari istirahat panjang, tapi dari pengalaman sederhana yang dijalani bersama anak. Dan lima tempat ini, dengan caranya masing-masing, selalu berhasil mengisi ulang energiku.


0 Komentar

Komen ya biar aku tahu kamu mampir