Fakta Seputar Alergi Anak

Allergy Risk Screener by Nutriclub

Rasanya beruntung banget kemarin bisa menjadi salah satu peserta webbinar yang diadakan oleh Danone SN (Specialized Nutrition) menyambut Pekan Alergi Dunia atau World Alergy Week, tema kali ini membahas Deteksi Dini dan Resiko Alergi Anak. Pematerinya keren banget dan aku banyak menemukan fakta yang mematahkan mitos seputar alergi pada anak.

Mencegah Alergi Pada Anak dan Nutrisi Alergi
Alergi Anak


Pada awal acara sapaan Pak Arif Mujahidin selaku Corporate Communication Director Danone Indonesia cukup melepas rindu akan event Danone sebelum negara kita disinggahi pandemi, biasanya pasti ketawa kalau Pak Arif menyapa namun webbinar membuat bertemu tapi menghilangkan sentuhan akrab hehe tak mengapa yang penting bisa bersua meski secara virtual.

Pak Arif menjelaskan bahwa data yang menunjukkan angka alergi anak di Indonesia terus berkembang, hal ini membuat Danone SN terus berkomitmen mendampingi anak-anak Indonesia dengan menghadirkan nutrisi yang dibutuhkan dalam tumbuh kembang anak. Dan sebagai langkah untuk mencegah naiknya angka alergi pada anak which is sudah mencapai 7,5% sementara data dunia hanya 1,9% maka alergi pada anak di Indonesia harus bisa dideteksi sejak dini.

Untuk itu Danone SN melalu Nutriclub menghadirkan sebuah tools yang bisa digunakan oleh orang tua untuk segera mendeteksi apakah anak memiliki resiko alergi turunan dari keluarga. Allergy Risk Screener by Nutriclub bisa diakses lewat https://old.nutriclub.co.id/allergy-risk-screener/. Dengan adanya tools ini maka kita dengan cepat bisa mengetahui resiko alergi pada anak, bila memang memiliki resiko selanjutnya bisa diatasi dan tentu saja perlu berkonsultasi dengan Dokter ya.

Deteksi dini alergi pada anak
Allergy Risk Screener

Alat tes alergi anak
Hasil Tes Alergi



Allergy Risk Screener bisa diakses dari mana saja dan kapan saja, caranya mudah banget masuk ke link tadi lalu mulai test, setelah kita jawab semua pertanyaannya maka akan keluar hasil yang bisa membuat kita mengetahui tingkat resiko alergi pada anak dan pentingnya mencegah alergi.

DETEKSI RISIKO ALERGI DAN ASUPAN NUTRISI YANG TEPAT 
UNTUK CEGAH ALERGI SEJAK DINI

Pemateri selanjutnya adalah Prof. DR. Budi Setiabudiawan, dr., SpA(k), M.Kes., aku baru pertama kalinya bertemu beliau dan sepanjang memaparkan materi aku menemukan banyak fakta terkait alergi pada anak.


Fakta-Fakta Terkait ALergi Pada Anak

  1. Setiap anak memiliki resiko alergi, bila orang tua memiliki alergi maka kemungkinan anak alergi adalah 80% sementara bila orang tua tak memiliki riwayat alergi anak tetap memiliki resiko alergi sebesar 5-15%
  2. Alergi pada anak diturunkan dari Ayah, Ibu dan saudara kandung jadi bukan dari kakek, nenek atau tante ya. Ini bener banget aku sempat berpikir kebiasaan anak-anak ada yang menurun dari neneknya hehe ternyata salah ya mom's
  3. 7,5% angka alergi pada anak disebabkan oleh makanan yaitu alergi pada susu sapi, solusinya jangan langsung susu soya mom's, harus diusahakan dulu menggunakan susu formula terhidrolisan dimana protein pada susu sapi dipecah-pecah, dan kalau mampu  bisa memilih susu  formula mengandung asam amino dimana susu sapi yang proteinnya sudah dipisah. Bila tak mampu karena mahal barulah solusinya susu soya. Nutrisi alergi memang tricky tapi jangan khawatir karena Danone SN menghadirkan nutris terbaik buat anak-anak.
  4. ASI adalah makanan terbaik pada anak karena mengandung Oligosakarida which is menghasilkan prebiotik yang akan membentuk imun pada anak. Kandungan Oligosakarida ini belum bisa diproduksi dalam susu formula termahal sekalipun. Selain itu ASI juga memiliki probiotik sehingga kombinasi prebiotik dan probiotik ini adalah sinbiotik yang meningkatkan sistem imun pada anak secara optimal. Protein pada ASI juga pendek-pendek makanya bisa membantu mengurangi resiko alergi pada anak. So kalau sudah dapat ASI sebaiknya anak tidak usah diberi suplemen lagi.
  5. Ibu yang melahirkan secara secar akan memiliki resiko lebih tinggi memiliki anak alergi, ternyata ini disebabkan ketika anak dilahirkan secara normal maka ketika melintas di area vaginal banyak prebiotiknya sehingga terhirup anak dan membantu mengoptimalkan saluran cernanya. 
  6. Dampak alergi ini bukan hanya mengganggu tumbuh kembang anak, melainkan bisa bikin stres orang tua, serta adanya konsekuensi secara sosial dan ekonomi.
  7. Alergi pada anak akan berkurang seiring bertambahnya usia anak.
  8. Alergi pada anak juga meningkatkan penyakit degeneratif, seperti obesitas, hipertensi dan sakit jantung
Menurut Prof. Budi Alergi adalah merupakan reaksi sistem imun yang tidak normal untuk mengenali bahan-bahan yang sebetulnya tidak berbahaya bagi orang lain, bahkan bermanfaat bagi tubuh, misalnya zat gizi yang terkandung dalam makanan.Makanya banyak salah kaprah dilingkungan masyarakat, ada yang bilang udang itu beracun dan pencetus alergi, padahal bukan salah udangnya tapi melainkan kemampuan tubuh kita yang tak baik sehingga tak bisa menerima udang sebagai bahan makanan ke dalam tubuh kita.

Baca Lagi Ya : Prof Nutri

Aku sendiri baru ngeh loh kalau alergi pada anak memang memberi dampak pada ekonomi keluarga, hal ini senada dengan yang dialami Chacha Thaib (mom influencer) ya memang selain uang pasti habis karena harus bolak balik ke dokter, kita juga jadi ekstra dalam memberikan makanan dan menjaga kebersihan rumah yang harus selalu bersih bahkan Mbak Chaca seminggu dua kali harus memanggil jasa vacum untuk memastikan rumah bebas debu dan tungau dan semua itu memerlukan budget rutin yang lumayan.

Alergi Bisa Dikenali Dari Sisi Psikolog

Pemateri selanjutnya adalah Mbak Putu Andani, M.Psi., Psikolog dari TigaGenerasi dari beliau aku baru ngeh juga nih, ternyata kalau kita mau care kita bisa loh mengenali anak tuh punya gejala alaergi, misal anak gak fokus karena dia menggaruk atau anak tantrum karena merasakan ada yang gak enak di tubuhnya, atau anak jadi sedikit bicara karena memang bingung mau ngomong apa ditengah ketidak nyamanan dia akan tubuhnya. Iya sih aku gak ngeh kalau itu anak sedang merasakan alergi, malah berpikir anak gak fokus karena malas, anak tantrum karena gak dipenuhi keinginannya.

Efek alergi ini secara sosial bisa membuat anak dan orang tua bisa merasa rendah diri dan menyerah. Jika hal ini terjadi, pencegahan terhadap risiko alergi pada anak dapat terhambat. Untuk itu, orang tua harus menanamkan semangat positif dan optimis bahwa pencegahan alergi dapat dilakukan sejak dini. Jika reaksi alergi terjadi sebaiknya orang tua jangan panik, usahakan agar si Kecil tetap tenang, jangan berasumsi tentang penyebab alergi si Kecil, lakukan validasi langsung dengan ahlinya, nasihat Mbak  Putu melalui zoom meeting siang itu.

Nah itu dia bebrapa poin yang aku dapatkan pada Webbinar beberapa waktu lalu, So mom's and dad's segera lakukan pengecekan resiko alergi si kecil dengan Allergy Risk Screener by Nutriclub. Tools ini sudah launching sejak Maret 2020 dan sudah diakses sebanyak lebih dari 20.000 kali oleh orang tua di Indonesia. Tools digital ini dapat membantu orang tua maupun tenaga ahli dalam mendeteksi risiko alergi si Kecil hingga membantu pemberian edukasi mengenai pencegahan alergi sejak dini dan membantu mempersingkat waktu konsultasi. 





When Sharing Is Caring, Aku Senang Bercerita Untuk Membuatmu Tak Merasa Sendirian Nikmati Cerita Tentang Hidup, Info Produk, Kesehatan Dan Cinta.

1 comment:

Joko Yugiyanto said...

saya walau kurang paham tentang ilmu klinis tapi tetap yakin ASI adalah asupan terbaik dan bisa dikonsumsi bocah tanpa rasa takut kenapa2