-->

Menjawab Tanya, Cara Aku Menghargai Teman Online

Mental Blogger,

Menjadi blogger sudah siapkah mentalnya? Awal ngeblog atau mempublikasi tulisan secara online satu hal yang aku sadari adalah bahwa bukan hanya tulisan yang akan menjadi perhatian pembaca melainkan siapa dibalik tulisan itu adalah hak pembaca kalau ingin kepo.

Cara Merespon Teman Online
Merespon Teman Online

Karena itu aku tak segan mempublikasikan nomor kontak ku, ada yang tanya kenapa lu publish nomor whatsapp? Gak terganggu apa? Ntar ada yang iseng loh. Alhamdulillah sampai hari ini aku tak menyesali keputusan mempublikasi nomor kontak, ada banyak orang yang sudah merasa tertolong berkat aku mau dikontak, ada banyak rasa terima kasih ketika aku membalas sapa mereka, ada banyak yang bahkan memberikan kabar baik setelah mendapat respon dariku. Alasan lain karena aku gak bisa standby membalas komentar di artikel.

Menjadi blogger adalah salah satu cara aku bisa menyebar kebaikan pada banyak orang. Aku selalu berdo'a supaya aku menjadi orang kaya untuk bisa membantu banyak orang tanpa rasa ragu dan ternyata lewat tulisan ku aku bisa menjadi seperti yang aku do'akan. Ternyata banyak orang tak butuh uang dari kita, mereka hanya butuh direspon.

Menjawab Tanya, Memanusiakan Teman Online

Di facebook ada satu album dengan judul #UliMenjawab album ini berisi screenshoot orang-orang yang gak aku kenal dan memutuskan menghubungi aku untuk lebih mendapat informasil lebih detail dari tulisanku. Cara menyapanya bermacam-macam, bahkan ada yang sekedar menulis P, aku googling apa maksud P di whatssapp? Ternyata maksudnya adalah PING! I see ini kayak zaman BBM dulu yang pengen ngetest apakah nomor kita aktif dan merespon.

Dan biasanya setelah aku balas "Ya" maka mereka akan merespon ada yang memperkenalkan diri dulu, ada yang langsung ngajak cerita dan diakhir baru memperkenalkan diri dan aku tak keberatan dengan cara-cara yang bisa jadi aku tak demikian. Aku gak bisa hanya menerima/merespon orang-orang yang seperti ekspektasiku. Alhamdulillah biasanya akan ada banyak terima kasih karena aku mau merespon. 

Kata mamak Allah itu memberikan berkah atas kebaikan kita bukan seberapa besar kebaikan yang kita berikan tapi seberapa besar hati seseorang menerima perlakuan kita. Karena itu aku selalu berusaha positive thingking supaya aku bisa memberikan sikap terbaik buat siapapun.

Pernah gak ada yang gak sopan? Alhamdulillah belum ada, so far orang menghubungi secara personal memang sebagai respon atas berbagai tulisanku. Saat ini artikel yang paling banyak membuat orang-orang menghubungi aku adalah kasus stroke dan kartu kredit. Untuk yang stroke bahkan ada yang sampai ingin mengirimkan sesuatu karena merasa tertolong namun aku tolak karena alamat rumah memang tak aku buka untuk umum.


Meski aku cukup terbuka namun aku tak pernah mau merespon video call dari nomor yang gak dikenal dan nomor yang dikenal tapi pria. Teman sekolahku sampai bete karena video callnya gak aku respon, alasannya karena aku sudah menikah jadi segala video call dari yang bukan muhrim gak akan aku respon apalagi yang gak kenal.

Menjawab tanya seseorang bagiku adalah wujud menghargai teman online. Bagaimana cara mereka tak pernah aku persoalkan. Mungkin karena niatnya baik maka sampai hari ini yang menghubungi secara personal memang hal-hal baik semua.

Nah kalian punya kisah apa nih untuk merespon teman online? Boleh sharing di kolom komentar ya.


When Sharing Is Caring, Aku Senang Bercerita Untuk Membuatmu Tak Merasa Sendirian Nikmati Cerita Tentang Hidup, Info Produk, Kesehatan Dan Cinta.

No comments: