Showing posts with label Inspirasi. Show all posts
Showing posts with label Inspirasi. Show all posts

20160516

Menikah di Gedung , Tinggal di Kontrakan, So What ??

Dokumentasi Pribadi

Sudah beberapa hari ini melihat meme seliweran di timeline, nggak marah sih, hanya saja merasa tersindir hahahha. Cerita tentang bagaimana seharusnya pasangan itu seyogyanya menikah ala kadarnya demi DP rumah beserta printilannya.


Isi tulisan itu memang tak jelek, mungkin iya untuk mengingatkan, tapi bukan berarti membuat kamu-kamu yang masih jomlo dan belum punya uang untuk DP rumah lantas menjadikan itu sebagai alasan tak menemukan jodoh atau tak punya keberanian mengajak pasanganmu untuk menikah..NO..NO salah besar guys!

Kebetulan nih, aku tuh merit sudah usia 33 tahun, berjodoh bukan dengan seorang pria mapan, pria yang punya uang untuk nyiapin DP rumah, wong buat sekat ruangan di rumah peninggalan emak bapaknya untuk jadi kamar kita juga patungan kok ! Apa iya itu membuat aku urung menikah? apa iya cuman segitunya kadar kebahagian loe? 

Awalnya aku pun berpikir seperti tulisan itu, ngapain sih buang-buang uang untuk resepsi ? Udahlah nikah di KUA (dulu bayarnya 30 ribu, sekarang gratis) sepertinya cukuplah, yang penting sakral, trus buat syukuran undang emak-emak pengajian, lagian aku juga sudah tua keknya gak pantes juga dipajang dipelaminan untuk disalamin satu per satu tamu undangan. Nah ini pemikiran diriku sendiri yang mana ketika didiskusikan dengan calon pasangan bahagianya bukan mainkan ? cocok nih sayang, toh aa kan gak punya banyak uang , deal #salam-salaman.

20160209

Teori Six Degree of Separation

Sahabat bukanlah hal aneh bagi kehidupanku. Karena Papa yang sering berpindah tugas maka aku mempunyai banyak sahabat diberbagai daerah. Sahabat yang pernah kutemui lalu terpisah oleh jarak  masih terikat silaturahim bernama Sahabat Pena, surat menyurat melalui pos, berujung koleksi prangko dan kegiatan filateli. 

Perkembangan zamanpun membuat kegiatan sentuhan silaturahim melalui pena tergantikan oleh keypad digenggaman jemari, SMS dari handphone menggantikan semuanya. Tak lama berselang kemajuan semakin canggih bukan hanya bisa menyentuh dengan say "apa kabar ?" bahkan akupun bisa melihat kegiatan apa yang dilakukan teman dari pagi sampai malam, berlibur kemana?, luar biasa rasanya dunia yang bernama "internet". 

Perkenalan dengan orang-orang tak dikenal pun berlanjut didunia ini "Sahabat Digital" namanya. Banyak media sosial untuk menemukan sahabat digital ini (Friendster, Multiply, Facebook, Google +, Tagged dll). Niatan mempunyai sahabat digital ini beragam dari yang hanya sekedar mengkoleksi angka jumlah pertemanan, mencari informasi baru,  sampai mencari jodoh :), bahkan kasus penipuan dari sahabat digitalpun tak terelakkan. 


Tulisan ini pernah di cetak 

20160205

Bekal Kebaikan Untuk Hari Akhir Yang Baik

Setiap yang bernyawa akan kembali pada-NYA, hanya ada dua kemungkinan mati dalam keadaan baik "husnul khotimah" atau mati dalam keadaan buruk "suul khotimah". Kok tetiba menulis kematian? Gegara membaca kabar kematian seorang pemilik bimbel, yang konon katanya meninggal ketika melaksanakan tahjjud, allahu akbar !

Dulu sekali, aku pernah berpikir untuk mati dalam usia muda, entah kenapa selalu berpikir umur akan pendek, bisa jadi aslahs atau sebabnya adalah keinginan husnul khotimah ini. Lantas sekarang? aku malah ingin diberi umur yang panjang agar aku bisa menami anak-anak ku sampai hari tua nya #egois ! hehehe tapi tetap aku memanjatkan doa agar kelak ketika ajal ku tiba, Allah mengijinkan aku kembali padanya secara baik.  Simple saja, mau kembali dengan keadaan baik ? maka berbuatlah yang baik, hindari hal-hal yang dibenci Allah. 

Jangan ngimpi cita-cita husnul khotimah tapi tak menjaga kebaikan. Aku mungkin masih suka lalai, sampai saat ini selalu mengingat diri "lahh katanya mau husnul khotimah" kok adzan masih balas komentar facebook ? buru-buru istighfar lalu pergi berwudhu. Ada lagi, ketika naik ojek dengan santai aku whatsapp-an dengan suami, membaca status facebook, keingat lagi keinginan husnul khotimah lantas sekarang diatas ojekpun aku ganti kegiatan memegang tablet menjadi memegang alquran, dan ternyata membaca kitab didalam perjalanan merupakan keasyikan tersendiri. Dan saat berangkat dari rumah masih menjaga wudhu, sesampai dikantor lanjut berwudhu untuk dhuha tetapi sesudahnya kesibukan membuat aku lupa untuk menjaga wudhu. 

Nah kalau mau mati dalam keadaan baik maka lakukan kebaikan, dan isi waktu ke waktu dengan manfaat. Beberapa hal ini yang ingin kujaga agar konsisten dan semoga bisa menjadikan aku husnul khotimah : 


  • Jaga Wudhu Membaca dzikir pagi dan sore 
  • Solat tepat waktu 
  • Membaca kitab disetiap waktu senggang
  • Lakukan sholat sunnah
  • Lalu panjatkan doa mu kepada sang pencipta  “Alloohummaj'al Khoiro 'Umrii, Wa Khoiro 'Amalii Khowaatimahu, Wa Khoiro Ayyaamii Yauma Liqoo-Ika.” Artinya : “Ya Allah, Jadikanlah sebaik-baik umurku hingga akhirnya, dan sebaik-baik perbuatanku hinggaa kesudahannya, dan sebaik-baik masaku hingga menjumpai-Mu.”

 So guys siapkan bekal untuk sebuah kebaikan... jadi testimoninya nanti baik-baik deh hehehe


20160105

Hidup Itu Pilihan

Benar-benar pilihan..

Bahkan ketika hendak mengetik inipun aku masih memilih untuk menarik nafas terlebih dahulu atau langsung mengetik, dan pilihannya aasalah tarik nafas lalu hembuskan huuufffffttt....


Prabowo orang yang sangat aku kagumi sejak aku kecil, tetapi ketika dihadapkan dengan sebuah pilihan bahwa bangsa ini perlu orang baik dan tulus maka pilihan jatuh kepada Jokowi tanpa mengurangi rasa kagum kepada Prabowo bahkan semakin kagum ketika dengan jiwa besar bisa tidak ngotot mengikuti suara anak buahnya...

20151203

Paspor Online, Salah Klik Uang Melayang ?

Membuat paspor sejak 6 tahun terakhir ini sudah lumayan mudah dan murah dibanding tahun sebelumnya. Saat ini layanan online sangat membantu kita untuk membuat paspor, baik untuk pembuatan baru maupun perpanjangan paspor. 

Pengalaman saya tanpa calo hanya membayar 255 ribu rupiah (tahun 2014) urusan pembuatan paspor jadi dalam sehari dan 3 hari kemudian paspor sudah bisa ditangan kita. Pengalaman tersebut lah yang membuat saya menganjurkan adik, suami dan anak saya untuk membuat paspor via online saja. Kita hanya menyiapkan scan data dalam file JPEG diantaranya :

20151202

Nasehat Dari Kubur

Cerita kali ini hanya ingin saling mengingatkan, bukan ria, tak ada maksud menjelekkan pihak manapun, bukan pula membongkar aib keluarga..berharap bisa menjadi renungan bersama...Allaahu a'lam bis-shawaab (Allah yang maha mengetahui apa yang benar (kebenaran) ========================================================================== 

Sumber Ilustrasi Oom Google


20151124

Umroh, Wisata Ibadah


Tulisan ini sudah pernah dipublikasi di facebook dan kompasiana. Tetapi tulisan ini merupakan catatan hati yang akan saya pilih untuk disalin kembali di media baru ini.


Tahun 2006 Alhamdulillah aku bisa berkunjung ke baitullah, sebuah impian panjang "Pokoknya mak kalau mau ke Luar negeri Mekkah adalah negara pertama yang harus aku datangi". Mamakku berkomentar seperti biasanya "udahlah jangan banyak kali cakapmu, semuanya sudah diatur Allah" maklumlah aku anaknya yang suka mengkhayal ini itu sampai sering buat sakit kepala mamak.


Percaya atau tidak sebagian hal yang kucapai sampai saat ini merupakan omongan impian, begitupun ketika orang tua ku berangkat haji ditahun 1994, aku harus ditinggal bersama ke 4 adikku, sibungsu kala itu berusia 4 tahun. Dan alhamdulillah kedua orang tua kembali dengan selamat. Setelah acara syukuran kepulangan Papa dan Mamak, aku yang saat itu baru menyelesaiakan ujian akhir di SLTP sibuk membongkar tas mamak, bukan oleh-oleh yang kucari melainkan mukena bekas yang dipakai mamak saat menunaikan ibadah haji. Untuk apa itu pik ?? kata mamak, "Mak mukenanya untuk aku ya ?" biar nanti aku bisa cepat ke Mekkah Mak. Namanya orang tua pastilah mengiyakan apa yang diminta anaknya, apalagi ini hanyalah sebuah mukena hadiah dari bank. 

20151123

"Bagong" Manusia Diatas Normal

Bagong adalah anak yang terlahir dengan kondisi Down Syndrome (DS). DS bukan merupakan sebuah penyakit turun temurun, Menurut dokter kandungan ku dulu, DS ini terjadi karena sperma membuahi sel telur yang jelek kualitasnya sehingga ada kelainan kromosom. Diusia kandungan 32 minggu tetiba wajah dokter kandungan yang terbiasa memeriksa kehamilanku berubah, ada yang tak beres itu yang kutatap dan dengan perlahan sang dokter menyampaikan sebuah dugaan bahwa Kanda calon anak kami menderita DS (akan aku tulis dilain waktu ya).