Showing posts with label Keuangan. Show all posts
Showing posts with label Keuangan. Show all posts

20190620

5 Alasan Kenapa Penghasilan Tak Perlu Dirahasiakan

Assalamu'alaikum,

Kemarin sempat heboh ya ketika ada yang share tentang penghasilannya dan lalu pro kontra pun muncul di linimasa ku. Sebenarnya buat kalian yang sudah mengenalku pasti tahu aku akan berada diposisi yang PRO.

Aku sering berbagi kisah tentang rate dalam menerima pekerjaan, aku juga akan langsung menjawab bila ada teman yang bertanya "eh kemarin job ini bayarannya berapa ?". Tapi jauh sebelum itu aku memang sudah terbiasa memberitahukan penghasilan ku. Dulu aku bekerja diawali dengan menjadi buruh harian, artinya aku di gaji berdasarkan absensi day by day, jadi semua orang akan tahu aku dapat berapa, lalu aku bekerja di perusahaan yang punya standard gaji jelas dan lagi-lagi every body di office pasti tahu gajiku berapa.

by canva edited by me

Kebiasaan gaji yang transfaran ini membuat aku selow, lalu aku juga terbiasa bercerita apa saja kepada mamak sehingga menurutku aku tak pernah punya rahasia. Jadi latar belakang ku itu punya pengaruh untuk keputusanku tak merahasiakan pendapatan ku. So memang ini tergantung masing-masing individu ya.

Sampai saat ini aku enggak pernah merahasiakan pendapatanku bahkan mamak tahu apa saja yang aku dapatkan yah kalian bisa lihat apa sih yang enggak pernah aku pamerkan ? Hehe. Kadang cuman menang kuis berhadiahkan pulsa aja aku langsung infoin mamak dan bukan sekedar memberitahu tapi aku juga biasanya bagi-bagi rezeki buat keluarga aku dan keluarga suami.

20170926

PAPUA Pemenang FWD Hackathon 2017


FWD Hackathon ? Bingung ? Aku kasih tahu deh, jadi sejak bulan Agustus kemarin tuh ada ajang FWD Hackahton 2017 dimana ini merupakan terobosan pertama yang dilakukan PT FWD Life Indonesia. Udah paham donk ya kalau FWD Life merupakan perusahaan pionir asuransi jiwa berbasis digital di Indonesia. FWD Life Indonesia mengadakan event ini untuk mengajak generasi muda menciptakan inovasi terbaik nya dalam menciptakan ekosistem digital sekaligus membangun era asuransi jiwa digital.

Selama bulan Agustus -September FWD Life yang bekerjasama dengan Founder Institute mengadakan road show ke kampus-kampus wilayah Jakarta, Bandung dan Surabaya untuk memperkenalkan event FWD Hackathon 2017. Rasanya sih aku baru kali ini tahu event begini, dimana untuk pertama kalinya industri asuransi mengajak generasi muda untuk berpikir dan mengeksplorasi kreatifitas nya dalam menciptakan aplikasi yang fokus pada kemudahan berasuransi. Seperti kita ketahui masih banyak masyarakat Indonesia yang tak mau berasuransi, selain masalah akidah sebenarnya persoalan mendasar seperti susahnya mencari agen terpercaya, susahnya klaim atau susah mau mencari Rumah Sakit rekanan  merupakan persoalan yang harus segera diatasi oleh perusahaan asuransi di Indonesia. Saat ini sudah serba digital, sebaiknya perusahaan asuransi menggunakan momen ini untuk menghadirkan sebuah aplikasi yang user friendly sehingga semua orang bisa melek asuransi. Thats why FWD Life mencari anak muda lewat event ini untuk menghadirkan berbagai inovasi digital teknologi untuk mendukung transformasi bisnis asuransi dari aspek underwriting, manajemen risiko sampai klaim sehingga memungkinkan untuk menciptakan pengalaman berasuransi yang lebih mudah, cepat dan nyaman.

20170919

Yuk, Atur Uangmu Untuk Biaya Hidup Sehat dan Bebas Dari Middle Income Trap

Seorang pria di hadapan para emak bilang begini "sini mak! coba emak jalan biar gue tebak gaya hidup emak", yup beliau adalahFinancial Planner Aakar Abyasa Fidzuno selaku Founder Janus Financial. Siang itu hadir di hadapan para emak blogger dalam acara Blogger Gathering bersama SinarMas SMIG Life. 

SinarMas SMIG Life mengajak Kumpulan Emak Blogger (KEB) dalam sebuah gathering "Smart Mom, Protect Your Family's SMiLe". Bukan tanpa alasan yang diajak adalah emak-emak, hal ini tentu saja terkait erat dengan peranan Ibu yang multi tasking. Ibu itu selalu di andalkan dalam setiap situasi , bisa jadi dokter, jadi penasihat, bahkan ahli keuangan keluarga.

Keseruan Emak Blogger dan sinarmas MSIG Life (Sumber Poto @sinarmasMSIG)


SinarMas SMIG Life menyadari peranan Ibu dan dari sebuah riset ternyata literasi keuangan di Indonesia masih sangat rendah bahkan belum  menyentuh angka 30%. Sebagai salah satu lembaga swasta yang peduli akan hal ini SinarMas SMIG Life terus mengedukasi masyarakat (khususnya Ibu) agar semakin pintar dalam mengelola keuangan keluarga dan salah satu caranya dengan mengadakan pertemuan seperti kemarin di sebuah kawasan coworking space di daerah Kuningan. Bapak Suwandi Sitorus mengatakan bahwa salah satu komitmen SinarMas SMIG Life dalam membantu pemerintah (OJK Indonesia) adalah melakukan edukasi tentang keuangan sehingga masyarakat bisa lebih cerdas dalam mengelola uangnya. Banyak anak-anak yang tak bisa mengatur keuangan karena memang tak dibiasakan oleh orang tua, harapan Bapak Suwandi Sitorus setelah para emak hadir pada gathering ini paling tidak mulai bisa mengubah kebiasaan dan menularkan ilmu kelola keuangan yang baik untuk anak-anak nya.

20170816

Semua Bisa Cari Duit, Tapi Hanya Sedikit yang Bisa Menghabiskannya


Assalamualaikum,

Tulisan ini bisa jadi hanya sebuah pembelaan terhadap kebiasaan ku yang suka menghamburkan uang, namun disisi lain ketika seorang teman berpulang ke rahamatullah dan memberi pesan yang mendalam lalu aku merasa apa yang sudah aku lakukan adalah benar.



Bagiku ketika ada usaha untuk menabung demi masa depan maka seperti ada rasa tak percaya pada tuhan. Bukankah tuhan sudah menjamin kehidupan ku di muka bumi ini ? Ya aku paham tetap ada usaha untuk menjadi baik, paling tidak doa pun sebuah usaha di mata ku, ya Allah cukupkanlah kebutuhanku. Doa yang sama selalu aku ucapkan kepada siapa saja pencari nafkah yang aku temui di jalanan "ya rab, cukup kan segala kebutuhannya", aamiin

Bicara tentang keuangan, aku adalah orang yang boros, gak bisa pegang uang, ada saja ide untuk menghabiskannya. Aku ingat ketika sehabis kuliah aku bekerja di sebuah perusahaan asuransi,kerjaan nya cuman nyobekin pinggiran polis yang bolong-blong itu, gajinya sebulan seratus lima puluh ribu rupiah. Cukup buat ongkos saja, tapi karena aku diantar jemput papa maka gaji itu utuh. Mamak berharap aku bisa menabung nya, tapi aku tak bisa. Setiap gajian ada saja alokasi nya, aku selalu suka membelikan apapun untuk adik bungsu ku, gaji pertama aku traktir beli martabak seisi rumah, gajian kedua aku belikan adikku jam casio, gajian ketiga aku belikan adikku kamus bahasa inggris digital. Yes, mamak pun keliyengan karena semua kebutuhan ku di penuhi oleh mamak hehe, ibaratnya sih barter saja, aku penuhi kebutuhan tersier anak bungsunya hahaha.