Showing posts with label marriage. Show all posts
Showing posts with label marriage. Show all posts

20180328

Aku Tak Suka Bila Suamiku ....

Setelah menikah semula aku pikir tidak akan membatasi apapun yang dilakukan suami ku, kenapa ? karena aku pun tak mau di batasi. Lagian aku sudah menerima nya, sudah siap dengan keputusan ku. Tapi ternyata ada saja kebiasaannya yang tak aku suka, akhirnya aku sampaikan kepada suami , entah dituruti atau tidak yang pasti aku sudah menyampaikannya.

Aku Tak Suka Bila Suamiku memberi tumpangan kepada teman wanita, ya karena akupun tak melakukannya. Meski kerap teman kerja berusaha memberikan tumpangan walau hanya berjarak sekian meter namun rasanya tak patut. Memang aku tak berniat lain pun begitu si teman tapi semua bisa berubah menjadi lain bila tiba-tiba ada teman yang melihatnya, bisa jadi fitnah. Maka hal ini aku sampaikan bahwa jangan menganggap hal ini biasa , lebih baik meminimalisir masalah.



Aku Tak Sula Bila Suamiku memberi komentar candaan terhadap status teman wanita yang sudah menikah, rasanya tak pantas bila kita bercanda di komentar seseorang yang sudah memiliki pasangan. Kecuali aku dan suami sama-sama kenal dekat dengan pasangan tersebut. Pernah kejadian komentar suami sampai dipertanyakan, padahal aku baca sih biasa saja dan rasanya enggak mungkin juga ada niat lain. Akupun begitu menjaga banget untuk memberi respon kepada status teman laki-laki yang sudah menikah.

20180320

Menikah dengan Duda Yay or Nay

Sebenarnya bukan kapasitas ku untuk berbicara judul diatas. Namun aku berusaha berbagi pengalaman saja, keputusan dan pengalaman pasti berbeda pada setiap insan, jiiaahhh bahasane haha.
Jadi begini, kemarin ada teman yang cerita ternyata minggu lalu itu akun gosip lagi heboh tentang kasus Dedy Corbuzer, Chika dan Kalina mantan istri Dedy. Informasinya Chika bubar dengan Dedy karena Dedy merasa Chika berusaha menjauhkan Azka anaknya dengan Ibu nya. Kebenarannya bagaimana ? Ah itu enggak usah dikepoinlah. Apa yang dilihat belum tentu seperti yang terlihat. Lalu sebagai seseorang yang nyaris hampir menerima lamaran seorang duda cerai hidup dengan dua anak perempuan maka aku bisa memahami apa yang sedang terjadi.


Tahun 2006 disaat usia ku sudah 27 tahun otw 28 tahun aku masih single, enggak punya pacar tapi kalau sekedar naksir-naksir enggak jelas ya ada sajalah. Sampai suatu saat atasanku memanggil ku ke ruang kerja nya. Beliau ingin mengenalkan aku dengan adik sepupunya yang sudah menjadi duda dalam 2 tahun lalu. Jawabannya baru aku sampaikan setelah 3 hari kemudian, aku berdoa dan sampai pada satu bisikan "buktikan pada semua bahwa lu enggak tukang pilih", bisikan selanjutnya "jodoh itu bukan hanya single, siapa tahu memang jodoh mu duda", apes nya disaat bersamaan entah mengapa bacaan yang ku temui itu tentang pernikahan dengan duda jadilah aku berpikir bahwa memang ini mungkin jalan jodoh kuAkhirnya aku bilang "iyes" ke atasanku. Dan mulailah kami di perkenalkan. Inshaallah sih kalau orang berhubungan dengan aku komen nya "menyenangkan". Akhirnya tibalah hari kopdar aku dan sang duda dan jelas maksudnya sang duda ingin segera memiliki istri kembali. Namun aku punya kendala untuk menyampaikan kepada orang tua ku dan sampai kendala itu teratasi kami tetap meneruskan perkenalan kami. Perlahan dia mulai mengenalkan aku dengan anak-anaknya via telepon karena memang terpisah jarak antara sang duda dengan anak-anaknya. Klop lah sudah, orang tua ku juga sudah memberi lampu hijau, akupun jadi semakin yakin untuk menikah dengan seorang duda.

20180319

Karena Aku Cerewet (Mungkin)

"Pernah enggak mbak dirimu berantem hebat dengan suami ?"
"enggak sih"
"Kok bisa ?" 
"Karena aku cerewet, mungkin loh ya"


Kalau lagi kumpul sesama emak-emak kadang ada saja yang bertanya tentang keharmonisan rumah tangga, biasa saja sih kalau ada berantem-berantem nya selama kita bisa saling menghargai dan kembali kepada tujuan kita untuk berumahtangga dengan pasangan kita.

Aku Batak, suami Sunda. Aku gendut, suami kurus. Fix orang-orang memberi penilaian "pasti lu dominan ya mbak?". Bisa jadi memang iya, dominan dalam rumah tangga bukan berarti menguasai. Aku cerewet, setiap hari aku selalu seperti orang merepet, dan aku yakin suami ku sudah paham betul dengan cara ku berkomunikasi ini. Intonasi nya pun keras, hanya karena memang aku orang Batak, bukan pula membentak. Tapi ketika aku marah maka jangan berharap aku mengeluarkan kata.

Marah adalah batas akhir aku mengeluarkan kata, repetan-repetan kecil itu adalah kenormalan ku bicara, bila marah ? maka aku diam untuk apa mengeluarkan kata ? Rasanya repetan kecil ini seperti slow release bagi ku, sehingga ketika mencapai puncak ya sudah tak ada kata yang harus diucapkan lagi. Mungkin karena cerewet itulah selama hampir 6 tahun menikah belum pernah ada telunjuk yang sampai ke wajah suami, belum ada piring yang terbang, belum ada pintu kamar yang ditutup dengan keras, karena bila marah tiba aku sudah kehabisan kata.

20180130

5 Perabot Rumah Tangga Ini Rusak Setelah 5 Tahun

Agak bingung sih kasih judulnya haha, intinya aku mau cerita aja kalau kami tahun ini tepat lima tahun menempati rumah cicilan kami hehe. Dan dalam lima tahun ini ternyata ada perabot yang harus kami ganti karena memang kondisinya rusak.


Bisa jadi di rumah kalian benda-benda ini justru awet dan belum perlu di ganti, kalian boleh juga sharing ya perabot apa saja yang pernah di ganti setelah lima tahun masa pemakaiannya. Sementara ini ada yang sudah aku ganti dan ada yang masih belum tapi kondisi memang sudah rusak namun masih bisa dimanfaatkan haha. Alasan belum mengganti ya klise lah i have no much money, kudu nabung  dulu kata Kanda hehe.

This is it lima perabot dalam rumah kami yang sudah harus diganti :

  • Rice Cooker, dirumah ada dua rice cooker, yang kecil dan besar. Kalau lagi ada saudara tentu butuh yang kapasitas besar dan kalau hanya kami sekeluarga cukup pakai yang kecil saja. Rice cooker yang rusak adalah yang gede, akhirnya harus ganti deh, sempat tertunda karena uangnya belum terkumpul, eh alhamdulillah aku dapat voucer karena menang lomba blog yipiii rice cooker baru pun kebeli. 
  • Ember dan Gayung , jadi didalam kamar mandi itu ada dua ember juga, yang besar dan yang kecil. Yang besar suka difungsikan si Kanda untuk mandi didalamnya haha, yang kecil lebih untuk merendam kaos kaki, sapu tangan dan baju anak-anak yang kena noda dan harus di sikat. Ember ini belum pecah sih tapi pinggirannya sudah mengeletek dan karena harganya terjangkau maka sudah diganti. Gayung sendiri enggak pecah namun warna nya sudah enggak cemerlang haha, entahlah untuk ukuran gayung ini berapa lama sih masa pakai nya? 


  • Rak Handuk, entah kenapa tiba-tiba rak nya copot, enggak bisa di baut lagi karena sudah los, rak ini belum diganti karena belum sempat cari model lain, dan sepertinya bakalan belanja online saja 
  • Lemari Pakaian, ada dua lemari pakaian eh tiga dengan lemari anak-anak. Lemari yang rusak adalah lemari kami (aku dan suami). Memang bukan lemari mahal sih dan sebenarnya mulai rusak ketika pindahan rumah, namun semakin parah ketika ada air masuk ke rumah (banjir) haha dan sampai hari ini masih difungsikan meski pintu lemari sudah copot haha. Ehm semoga saja ada menang lomba blog yang hadiah nya uang tunai aamiin. 


  • Sofa, kalau sofa belum rusak parah masih bagus kok, hanya saja aku bosen pengen ganti model sepertinya. Lagi aku harus menunggu tabungan dulu deh biar bisa beli yang bagusan dan modelnya segala zaman haha. 


So guys itu dia lima perabot rumah tangga kami yang sudah harus di ganti, boleh donk ya kalian share juga perabotan kalian itu harus diganti kalau rusak saja atau ada jangka waktu pemakaiannya ?


NB poto semua diambil dari pixabay

20180118

Ketika Pelakor Lebih Populer daripada WIL

Perselingkuhan bukan hal baru, bahkan saat aku remaja sudah sering mendengar kisah rumah tangga orang yang hancur karena perselingkuhan. Sejak itu aku memandang bahwa setiap hubungan yang di khianati memang layak di akhiri tanpa harus ada kesempatan kedua. Sepanjang aku mengamati masalah perselingkuhan maka kesimpulan ku ini adalah sebuah penyakit bukan sebuah aib yang harus ditutupi, beberapa kali kasus bahkan seseorang itu bisa berselingkuh berkali-kali dan sudah mendapat banyak kesempatan namun penyakit selingkuh tetap tak hilang dari nya.

Ketika aku mempunyai pacar yang harus LDR saat itu, prinsip ku hanya satu bila dia selingkuh maka hubungan harus berakhir, enggak ada kesempatan kedua dalam prinsip ku. Bisa ditebak kejadian dong dan seperti prinsip ku langsung minta diakhiri saja hubungannya. Waktu juga membuktikan bahwa mantan ku itu selingkuh lagi dan lagi, see ? Karenanya sebelum menikah aku kembali menegaskan prinsip ku, sekali suami ku ketahuan selingkuh maka game over lah rumah tangga kami.



Well, dulu kalau perselingkuhan terjadi pasti ada pihak tertuduh, siapa WIL atau PIL nya ? Yup ! era 80-an penyebutan pihak ketiga masih sangat halus Wanita Idaman Lain atau Pria Idaman Lain. Dengan menggunakan istilah ini maka kesalahan tertuju pada orang yang melakukan selingkuh. Let's say aku selingkuh so aku lah yang memiliki Pria Idaman Lain (PIL), sebaliknya kalau seorang pria berselingkuh maka si pria ini memiliki Wanita Idaman Lain (WIL). Artinya para selingkuhan kita di posisi aman, karena dengan istilah ini kita yang melakukan selingkuh lah dianggap memiliki cinta yang lain. Atas dasar ini pula prinsip ku mengalir, kalau ada perselingkuhan maka pelakunya yang disalahkan karena dia memiliki idaman lain bukan menyalahkan wanita/pria idaman nya.

Istilah WIL dan PIL kini sudah tak terdengar lagi, saat ini ada istilah yang cukup populer yaitu "Pelakor" alias Perebut laki orang, dan satu lagi "Pebinor" alias Perebut bini orang. See ? bisa kan merasakan perbedaan nya ? Dulu yang selingkuh dianggap memiliki cinta yang lain, zaman now ? yang selingkuh itu aman, karena yang salah adalah selingkuhan nya karena dicap sebagai perebut. Orang sibuk menghujat si perebut tadi, bahkan akhir-akhir ini menjadi viral dan membuat geram banyak orang. Sampai disini aku masih tetap dengan pendirianku bahwa yang patut kita berantas bukanlah si perebut melainkan seseorang yang dengan pasrah menyerahkan diri nya kepada orang lain.

Terus si pelakor or si pebinor ini mau didiamkan saja ? Enggak juga, tapi akhir-akhir ini kasus viral seolah hanya menyerang si perebut sementara si pelaku selingkuhan 'aman'. Penggunaan istilah yang berbeda untuk hal yang sama ternyata berdampak luar biasa. Rasa-rasa nya sejak kasus Mayang Sari berhasil merebut hati Bambang kemudian disusul Mulan Jameela yang sukses menjadi Wanita Idaman Lain Ahmad Dani, menurutku sejak saat itulah istilah WIL berubah menjadi Pelakor/Pebinor.

Buatku pribadi enggak punya tips apapun untuk menjaga suami ku, Jodoh itu diberi Allah dan sama seperti anak hanya sebuah amanah, meski dalam agama poligami dibenarkan namun aku tak bisa mengamini nya, dan kalau sampai ada perempuan lain yang mau dengan tipu daya suami ku maka bersiaplah menghadapi kisah viral berikut nya hahaha

so ladies kamu lebih suka menggunakan istilah yang mana ? yang pasti kalian jangan mau jadi penyebab kesusahan orang lain ya .. 


20170316

Siapkah Bunda di Poligami ?

Well, ini jalan tol lagi stuck ! Sudah 3 hari begini, mumpung lagi ngak ngantuk jadi pengen menulis sebuah opini mengenai suami menikah lagi ? Kepikiran sejak mengetahui berita tentang salah satu publik figure yang notabene seorang yang suka syiar agama. Saya muslimah, tak menyalahkan ketentuan Allah untuk mengijinkan seorang suami memiliki istri lebih dari satu, contoh nyata ya Rasulullah kan ? Tapi kalo pak ustadz - ustadz yang mengisi pengajian yang kebetulan aku hadir disana alhamdulillah mereka selalu bilang "wah saya ogah poligami, kan kita ini harus mencontoh Rasul, pas saya lihat lagi beuhh berat yang dinikahi Janda tua hehehe" dan ada pula yang bilang ingin meniru perilaku Rasulullah seujung kuku pun saya tak sanggup, tahu berapa banyak Rasul istighfar dalam sehari ? Tahu siapa saja yang dinikahi Rasul beserta alasannya ? Kalau dibaca dan dipahami inshaallah tak ada alasan nafsu disana.


Salah satu syarat adanya ijin resmi dari istri lain, beda lagi ya kalau menikah sirih #aissh



Aku pribadi punya prinsip tentang poligami, TIDAK ! Sejak berkenalan dengan suami aku sudah menegaskan, bila ketahuan selingkuh dengan alasan apapun maka PERCERAIAN adalah jalan keluarnya. Kalau merasa menyukai seseorang lu harus gentle, sampaikan kepada ku dan aku siap mundur. Bukan aku tak percaya lu gak bisa berlaku adil, bukan..bukan itu ! Karena aku tahu diriku seperti apa, bahwa akulah yang tak bisa berbagi dan tak mau berbagi, so ketika salah satu sudah tak bisa menjalankan kewajibannya maka arti berumah tangga pun tak akan ada. Berumah tangga itu adalah bisa membahagiakan kedua belah pihak, ada hak dan kewajiban masing-masing.

20160713

Jodoh itu Sempurna

Morning ladies...

Udah lebaran, udah mudik ? Buat yang masih sendiri kemarin ditanya-tanya nggak ? Kapan nikah ??
Dulu aku juga ngalamin, sebenarnya wajar aja sih kalau orang bertanya ya kan ? Di jawab , lalu perkaranya selesai. Tapi..yang bisa buat bete itu sudah nanyak dan belum awak jawab eh dia nimpali lagi dengan segala kesimpulan, dan aku bete nya jadi pakai banget kalau yang gituin itu saudara sendiri, harapannyakan harusnya mereka lebih paham dengan kondisi kita kan ? 



Jawaban sederhana ku adalah "kelen aja kepengen lihat aku merid, masak aku nggak kepengen ? ya pengen kalii poon, jadi mohon doa ikhlas dari kelen aja ya, kalo cukup uangku ku undangpun kelen. Pernah juga aku marah karena di cap keasikan ngumpulin uang, ngejar karir sehingga gak mikirin pernikahan, kalau ini marah kali aku, apalagi dia saudara awak, masak tega dia ngatain begitu ? padahal dia tahu awak cari uang buat bantuin biaya kuliah adek awak, buat kirim ke orang tua, dan karir ? hello..aku gak punya jabatan saking gilanya ngejar  uangnya aja , tak penting sama awak karir, yang penting jabatan mandor asal gaji manager ya awak jabanin lah.. Nah kalau sudha marah kek gitu bukannya berhenti ngatain tapi masih berbisik bilang "maklumlah perawan tua"...GRRRrrrrr.

Pertama Kali Jadian (lihat topi..topi hehehe)