Showing posts with label Blogger. Show all posts
Showing posts with label Blogger. Show all posts

20190329

Ngeblog Asyik, Konten Menarik dan Menghasilkan Uang dengan Google Adsense

Kalau ditanya lagi tujuan awal ngeblog mau ngapain sih ? Jujur buatku hanya sekedar pengganti menulis di diari. Aku suka menulis mencurahkan isi hati ku, menulis selalu berhasil menjadi media untuk merelease emosi kala sedih, marah dan bahagia. Bahkan mamak sampai tahu kelakuan berpacaran ku dari diari yang tak tergembok kala itu haha.



Tahun 2008 pertama kalinya membuat akun di sebuah platform menulis dan adanya interaksi didunia maya mampu membuat aku bersemangat untuk tetap menulis. Tahun 2009 seseorang mengajakku menulis di sebuah platform jurnalis yaitu kompasiana, sejak saat itu aku semakin mengenal dunia blogging, namun tahun itu aku belum mengenal apa itu komunitas blogger, belum tahu juga cara memonetisasi blog dengan iklan sehingga bisa mendapat bayaran dari google.

Tahun 2015 akhir dalam sebuah kumpul komunitas aku beruntung bisa duduk bersebelahan dengan Mbak Effi dari Komunitas blogger dan dari beliaulah aku tahu ternyata banyak komunita blogger di facebook. Akhirnya akupun jadi slaah satu member dari Komunitas Blogger Perempuan yang kini lebih akrab disapa Blogger Perempuan Network (BPN), kini hampir 4 tahun lamanya aku bergabung dengan BPN dan ini adalah Komunitas blogger yang paling profesional, baik dalam memberikan kesempatan job bagi blogger, dari sisi rate card dan semua berjalan secara sistematis.

20190328

Ikut Berpolitik Lewat Ngebuzzer

Tahun 2014 tawaran menjadi buzzer politik pernah aku terima dan aku tolak, karena menurut ku hanya akan menimbulkan debat yang tak berkesudahan. Selama tahun politik kala itu maka untuk menjaga perasaan ku, beberapa teman sengaja aku unfollow.

Membaca postingan orang lain yang isinya mencemooh pilihan kita sungguh sangat tak mengasyikkan. Demi menjaga silaturahmi maka aku memutuskan mengunfollow dan alhamdulillah sampai saat ini aku berteman baik dengan mereka tanpa sedikitpun hatiku merasa tersakiti.


Ada pula status yang memberikan pengumuman kalau dia enggak suka dengan status pilpres, sebenarnya enggak usah bikin pengumuman juga toh sosial media punya tools yang bisa kita atur sedemikian rupa sesuai kebutuhan kita. Kalau tidak mau berinteraksi sekalipun boleh-boleh saja. 

Tahun 2018 akhir aku bahkan belum menerima tawaran untuk ngebuzzer politik sampai akhirnya aku berpikir "lah enggak ngebuzzer saja aku selalu bikin cerita tentang situasi politik, aku menulis apapun yang aku inginkan". Aku mencoba melihat dari sisi bisnis, dulu menulis gratis juga ok-ok saja namun ketika menghasilkan rupiah why not ? Selama aku enggak diarahakan berbuat sesuatu, mereka membayar apa yang sudah biasa aku lakukan, why not ?

Akhirnya aku memutuskan untuk menerima tawaran yang ada, lagian dengan begitu aku justru bisa merasakan dunia politik. Baru menulis beberapa artikel politik dari kacamata seorang emak-emak aku sudah gemetar mendapati komentar yang menusuk, aduhh gini amat ya nulis politik! hehe. Lalu aku enggak bisa membayangkan orang-orang yang benaran terjun di dunia politik, pantas saja kalau terlihat ricuh wong baru sekedar tulisan saja bisa memancing beragam komentar.

20190109

Jangan Terpaku Pada Blog Sendiri, Menulis di Platform Lain Bisa Menguntungkan

Kalau cerita tentang ngeblog jelas ya prens kita balikkan ke masing-masing tujuannya. Kalau aku tahun 2006-2014 adalah masa hobi menulis dengan tema suka-suka tanpa imbalan apa-apa yang penting aku hepi, bisa berbagi banyak hal tentang diri dan lingkunganku.

Pixabay.com

Tahun 2015 akhir aku mulai memahami bahwa ngeblog bisa menghasilkan dan akhirnya lahirlah blog ulihape.com ini dengan tujuan memang untuk menghasilkan rupiah. Namun supaya punya nilai raport yang baik di mata tools pengukur DA/PA maka ada usaha juga menulis hal-hal organik dan memaksakan diri juga supaya selalu update, meski kala buntu ide aku membuka ratusan artikel di kompasiana dan me-writenya disini.

Well, ketika kalian memang mengharapkan rupiah dari menulis maka jangan terpaku pada blog pribadi. Karena ada banyak klien yang membutuhkan produknya tayang di platform lain. Aku kerap mendapatkan job yang lumayan dari klien yang meminta aku menulis di kompasiana, dan akhir tahun kemarin sebuah platform  berita juga mengajak kerjasama penulisan  3 artikel dan awal tahun ini meski platformnya enggak gede tapi seperti ada secercah harapan disana.

So buat kalian blogger yang mirip aku boleh mulai diasah membuat akun di platform lain karena kita enggak pernah tahu tulisan kita bermuara kemana, jadi menulis saja dimana saja supaya membuka peluang lebih luas lagi.

Asyiknya menulis di paltform lain selain memperkaya tema tulisan kita juga bisa menitip link artikel blog pribadi kita lalu sekalian promosi channel akun sosial media kita sehingga lamban laun akan ada toh yang akan penasaran mengklik semua tautan itu hehe.

Asyiknya yang lain tentu saja kita membuka peluang kerjasama dan ini bisa menambah income sekaligus relasi baru.

Usahakan selalu menulis karya sendiri ya gengs, jangan tergoda sedikitpun untuk copas sana sini. Menulis itu juga harus punya tanggung jawab, pikirkan tema dan isinya dan kemungkinan pertanyaan dari pembaca yah mirip menyusun skripsilah kalau kita bisa menguasai materi dengan baik tentu pembaca akan senang.

Nah itu dulu sharing dari aku ya, dan per hari ini aku baru punya 5 artikel di blog ini, 7 artikel di kompasiana dan 4 artikel di sebuah platform berita so far enggak kerasa sudah 16 artikel eh tapi aku masih punya hutang di komburmamak.com hehe belum ada update terbaru disana.

20190103

5 Tips Supaya Kamu Bisa Terhindar dari Berkomentar Negatif

Kasus Anjasmara masih bergulir, setelah netizen meminta maaf ternyata kondisi Istri Anjas tak membaik, dia bahkan kehilangan kepercayaan dirinya. Sebagian kita bisa bilang "ah lebay!" Tapi baru saja aku mendapat sebuah komentar atas status yang aku upload di facebook. Dan semua yang berkomentar menyatakan sependapat dengan apa yang Anjas lakukan.

ulihape.com

Netizen Maha Benar

 Istilah tersebut memang ditujukan bagi netizen yang keukeuh sureukeuh untuk menjadi yang paling benar, sedikit saja kita senggol dia maka kalimat yang dibalaskan mampu menusuk kita sampai tak berdaya. Dian Nitami meski sudah senior namun selama ini meraasa hidupnya baik-baik saja sampai satu komentar body shamming yang menusuk hatinya. Sebuah foto bersama suami tercinta mendadak ditanggapi dengan sangat kejam. 


20190102

Hati-Hati Berkomentar, Karena Bisa Masuk Penjara!

Sebenarnya bukan hal baru, saya yakin semua orang tua kita selalu mengajarkan bagaimana cara bertutur yang baik dan benar. Kandapun sejak dini sudah aku nasehati tidak boleh mengejek teman bermainnya. Namun dari cerita anak TK ini bahwa dia dan kawan-kawannya kerap saling ejek. Misal aku tuh diejeknya 'Kanda Sari Roti" mami, ungkapnya  sambil tertawa. Lalu aku tanya bagaiman dengan temannya ? Dia pun bercerita ada yang sampai menangis 'kasihan Sam mami, namanya kan Samudra tapi diejeknya Sam-pah". See? Ternyata semua bermula dari kecil ya, jadi yuk dekat dengan anak supaya kita tahu merrka mengucapkan kalimat yang baik.

Sumber IG VoA


Mamak ku dulu selalu bilang 'lidah tak bertulang, dan kata-kata menusuk lebih tajam dari mata pisau' dan pengalaman mamak saat marah kepada tetangganya karena anak tetangga membuat abangku menangis. Masalah mainan sebenarnya, dimana mainan abangku di ambil anak tetangga lalu mamak berusaha meminta kembali, yang terjadi si anak menangis kencang dan orang tuanya datang. Si tetangga ternyata membela anaknya, lalu keluarlah ucapan mamak 'eh situkan cuman PNS, mana bisa beli mainan begitu'. Selesai sampai disana ? Nope! Beberapa jam kemudian pak polisi datang ke rumah dan ingin menangkap mamak, pasal yang dikenakan adalah menghina PNS. What ! Sejak saat itu mamak selalu mengingatkan kami bahwa di negera hukum semuanya diatur undang-undang, karenanya berhati-hati daoam berucap. Kejadian itu sekitar tahun 1979, artinya bila saat ini ada UU ITE untuk memantau sosial media maka bukan hal baru. Sejatinya UU untuk hal yang tak menyenangkan sudah ada sejak dulu, hanya saja caranya di perbaiki mengikuti perkembangan zaman.

Komentar Tak Menyenangkan Berujung Penjara

Beberapa hari lalu ada seorang public figure sebut saja namanya Anjasmara yang bersiap menuntut seorang netizen karena komentar yang menjelekkan istrinya. Hidungnya jelek banget sih ! Begitu kiranya yang disampaikan netizen tersebut, meski fakta tapi hal tersebut disampaikan dengan tujuan menghina, yah jelas sih kalau enggak menghina tentu kita tak akan berkomentar demikian kepada siapapun. Seperti suami saya, sudah jelas istrinya gendut paling ucapannya 'mami enggak gemuk kok cuman cukup berisi', begitu kira-kira kalau kita tak ingin menyakiti seseorang. Sebisa mungkin kita mencari padanan kata yang sopan.

Reaksi Anjasmara menyikapi hal tersebut sesuai UU ITE yang baru yaitu body shamming, dimana menjelekkan keadaa fisik seseorang bisa dikenakan penjara selama 4 tahun dengan denda maksimal 450 juta. Namun Anjas tak buru-buru membuat laporan, dia menuntut agar netizen tersebut segera membuat permintaan maaf di sosial media dan media cetak satu halaman full dan kalian tahukan gengs itu enggak murah.

Jadi please ya berhati-hati dengan komentar kita, bila yang di komentari tak merasa senang maka bersiaplah menghadapi tuntutan. 

Selain body shamming, komentar bernada SARA juga bisa dijerat UU ITE, mengancam dlaam berkomentar pun sama. Dan pikir ulang setiap kalian mau ngeshare berita apapun, pastikan beritanya bukan HOAX supaya apa yang kita share memang hal yang bisa kita pertangungjawabkan. Karena kita enggak bisa mengelak 'yah gue kan cuman share dari orang juga'. Proses hukum berjalan terhadap laporan jadi misal yang dilaporkan adalah statusmu maka hukum enggak akan cari tahu itu hasil dari mana, makanya pikir ulang sebelum jemari kita mengklik.

Tahun 2019 harus lebih bijak, apalagi mendekati pilihan presiden yang makin ramai bikin emosi hehe, yuk biasakan bersikap kalem biar selamat di dunia sosial media, oh iya bahkan kemarin di sebuah WAG juga ada yang sharing ketikq kita memscreenshoot percakapan WA juga sebaiknya diminta izinkan karena UU ITE yang baru juga mengaturnya demikian, intinya jangan buat orang tak senang ya prens.




20181231

Cerita Ulihape.com Selama Tahun 2018

Ulihape.com berusia 3 tahun dan saat ini memiliki DA/PA 21/24. Bila dibanding teman-teman blogger yang lain maka blog ku ini sangat-sangat biasa. Sebenarnya hobby menulis sudah sejak tahun 2008 di zaman Multiply.com dan sedikit serius ketika sudah menulis di kompasiana. Anehnya sejak tahun 2009 sampai 2015 akhir akus ama sekali enggak tahu kalao dari blog itu bisa menghasilkan job menulis berbayar.



Hingga tiba waktunya aku mengetahui dunia blog, aku mulai masuk ke komunitas menulis, mulai ikut melamar job yang tersedia di sana dan aku hampir hopeless karena nyaris enggak pernah lolos seleksi, dan akhirnya aku tahu bahwa aku harus membuat blog personal dengan membeli domain dan awal 2016 hadirlah ulihape.com dan nama ini adalah nickname yang sudah aku gunakan sejak SMA.

Well, selama 2018 ada 144  artikel di blog personal ku ini, 59 artikel tayang di kompasiana.com dan 1 artikel di platform lain so kalau ditotal ada 204 artikel, dan ini masih biasa saja bila dibanding dengan yang sehari bisa memposting 3 artikel organik hehe dan ini masih jauh dari rencanaku yang ingin one day on posting ya kan ? Semoga saja tahun 2019 aku semakin bisa memanage blogku dengan baik, khususnya untuk blogwalking.

20181122

Rahasia di Balik Nama Blog

#Bloggerperempuan #BPN30dayChallenge2018
#day3

UHP adalah singkatan nama semua anak mamak, salah satunya Uli Hartati Panggabean (UHP). Karena itu mamak suka memberi label di handuk, flat kendaraan dengan UHP. Alhasil akupun mengikuti kebiasaan mamak, sejak dulu aku menuliskan kode UHP pada barang-barang kesayanganku. Sampai menginjak SMA kok rasanya UHP jadi bisa punya siapa saja diantara kami ber enam, akhirnya aku suka menulis menjadi Uli. HP. Dan zaman SMA itu musim banget bikin stiker nama yang warna warni dan aku memesan dengan tulisan "ulihape" itu karena kalau aku singkat dengan huruf besar aku diledeki handphone hehe. 



Sosial media pertama yang aku punya adalah friendster akun pertama yang aku buat dengan nama 'ulihape', berlanjut ke Multiply.com juga akunku ulihape. Facebook pun hadir dan kembali aku membuat akun dengan nama ulihape. Pertama kali aku menulis online memang di Multiply namun MP itu memeang mirip FB sebenarnya. Tahun 2009 aku pertama kali berkenalan dengan kompasiana dan lagi aku membuat akun dengan nama yang sudah melekat dengan diriku sejak lama "ulihape. Menyusul akun twitter dan instagram bahkan banyak akun lain dengan nama ulihape.

20181112

Kenapa Harus Blogger Kalau Butuhnya Selebgram ?

Akhir-akhir ini aku merasa hampir semua yang membutuhkan blogger kasih syarat minimal follower Instagramnya harus 2.000 bahkan ada yang minimal 3.000 follower. Duh! Aku akui memang aku enggak jago bikin konten IG, aku enggak bisa kasih story tiap jam bahkan sehari satu IG story aja jarang, dan bisa jadi itu semua penyebab follower di Instagram ku enggak naik-naik.

Dulu aku berpikir I am a Blogger jadi orang yang butuh aku pasti hanya butuh tulisan ku, tapi nyatanya kini tuntutan itu berbeda sebagai blogger juga diharapkan menjadi seorang influencer dengan follower ribuan di semua akun sosmed.Jujur aku sekarang mulai blank tentang permintaan ini, maksudnya begini "kalau lu butuh influencer kenapa enggak cari yang influencer ?" banyak toh yang bisa diendorse ? Nah kalau butuh blogger yang sekaligus influencer kenapa bayarnya standard blogger ? Ehm..bukan matre sih cuman memang di kepala ku enggak bisa nerima hehe. Dan memang aku enggak pernah daftar yang mengharuskan aku punya ribuan follower, barangkali sekarang para selebgram ramai-ramai bikin blog supaya bisa juga memenuhi permintaan pasar. 

Sumber https://pixabay.com/id/laptop-ponsel-instagram-3781384/


Di mataku memandangnya sebagai sebuah ketakadilan, blogger itu enggak mudah. Menulis dengan hati, berjuang keras supaya orang mau klik artikel yang disharenya. Bahkan ketika share artikel di instagram kebanyakan enggak buka karena linknya mati, beda kalau ditwitter aku yakin orang masih tertarik buat klik link yang hidup. Nah kalaupun memang butuhnya blogger yang punya ribuan follower seharusnya fee nya juga dibuat menarik, sorry to say ada banyak job yang kasih rate sama tanpa harus sibuk ngecek follower instagram ku. Contohnya artikel content placement, mereka enggak mau tahu riuh rendahnya instagram karena memang tujuan mereka blog nya si blogger. Tapi kalau memang cuman butuh blogger hanya untuk sampingan nitip link brand doang trus syarat utamanya follower sosmed, apa yakin tulisan bisa maksimal ?

Jadi ya enggak heran kalau akhir-akhir ini kebanyakan blogger nulis campaign job saja karena lagi-lagi keknya kualitas tulisan bukan lagi jadi sasaran pemberi job, yang penting bisa jadi trendic topic di sosmed sudah cukup. Padahal selama ini pengalamanku yang bertanya langsung kepada ku kelanjutan dari artikel justru mereka menghubungi ku via WA bukan via sosmed. Mereka mendapat informasi itu dari blog ku bukan dari akun instagramku, bahkan sebagian teman yang "terpengaruh" akan campaign yang aku jalankan karena baca share artikel di facebook ku. Jadi itu kenapa aku masih menyimpan tanya kenapa sekarang banyak brand yang butuh blogger sekaligus selebgram ?

Ya udah sih li, tinggal follow-follow aja, lah akukan blogger bukan selebgram ? lagian aku pusing dengan perang unfol di instagram, follower itu menurutku jangan dipaksalah buktinya ntar aku sudah folbek eh besoknya followerku lenyap 10 hehe ? nah bingungkan ? Itulah yang bakalan terjadi kalau konten IG memang enggak menarik. Ah sudahlah...bukan pasrah tapi aku memang ingin blogger is blogger udah gitu aja. Kalau butuh share ya gak papa sih tapi ya jangan maksa juga punya follower sekian ribu hehe. Atau boleh dipertimbangkan kalau suruh ngulasnya cukup di Instagram enggak perlu di blog, gimana ?

Dan akhir-akhir ini aku suka kriteria job yang cukup posting di instagram dengan minimal follower 200 aja dan fee cukuplah buat kuota, kerjaan begini kan ringan dan bebannya dikit banget, tapi kalo sudah diminta ngeblog trus kudu punya ribuan follower berarti kita belum berjodoh hehe.

Sore ini sebuah WA menyapaku, mengajak ikut campaign dan lagi-lagi "yah sayang follower kamu belum 2K". Carinya blogger tapi seleksinya kenapa dari follower instagramnya nya ? dan lalu aku kasihan dengan google analytic ku hei kamu yang sabar ya karena meski banyak yang baca ternyata enggak selaku kalau followermu belum 2K hehe.


Sekian curhat sore ini, bukan bete hanya saja tak cocok sama kepala ku hehe.







20180412

Cara Membuat Laporan Kegiatan Blogger

Meski masih banyak yang menganggap Blogger belum bisa dianggap sebagai profesi tapi seorang blogger itu bukan hanya sekedar membuat tulisan loh. Aku yang sebagai karyawan swasta bisa bilang menjadi Blogger itu melelahkan. Bayangkan saja harus hadir dari satu event ke event lainnya dan lalu tujuannya sama, yaitu blogger mempublikasikan event dalam sebuah tulisan. Kadang aku mampet juga ide dan sudut pandang apa lagi untuk menuliskannya. Event A aku sebagai working mommy, entar di event B aku gunakan sudut pandang sebagai istri sholeha (hakhakhak), atau event C kebetulan produk untuk anak-anak terpaksa tampilkan anak yang ceria dan itu semua enggak MUDAH gaes, suer !

Belum lagi kalau deal nya bukan hanya menghasilkan sebuah tulisan, misal ada live report via akun sosial media selama event, atau bahkan woro-woro di sosial media sebelum event dan ada lagi laporannya setelah event. Apa ? Blogger buat laporan ? Yup!

Ok gaes, aku mau ulas tentang apa saja sih kewajiban blogger setelah hadir di event? Jadi meski terkesan remeh namun menjadi Blogger juga punya segudang kewajiban sebelum mendapatkan hak nya (baca : fee) makanya aku suka sedih kalau ada yang bilang "halah dibayar berapa sih?" karena bukan besar kecilnya bayaran tapi effort dan usaha untuk menghadirkan sebuah tulisan itu bukan pekara mudah, ada ide yang harus digali ada photo yang harus diambil bahkan sekarang merambah ke video, ya kan lumayan kalau bisa sekalian Vlogger hehe.

Kewajiban Blogger salah satunya adalah membuat laporan dan membuat Invoice (tagihan), nah ini bentuknya mungkin bisa macam-macam ya, tapi yang pernah aku lakukan adalah membuat laporan di power poin (ppt) yang berisikan :

20180409

Blogger Bayaran ?

Tulisan receh nan mengusik hati ku.

Sebenarnya semahal apa sih guys blogger di bayar ? Fine, aku bicara diriku saja. Paling mahal tulisan di blog ini hanya sejuta lebih saja, selebihnya ya teman-teman blogger paham lah toh kadang kita satu event satu harga, atau pun kalau berbeda harga paling ga sampe yang kek jungkat jungkit satu dibawah satu ke atas banget. 

Jadi beberapa saat ini aku suka baca "iyalah review nya lebay, namanya aja dibayar". Rasanya kok sedih ya mendengar ini. Apa karena tahu nilai bayarannya lalu di cap lebay ? Atau apa sih yang membuat sampai berkata demikian. Kanda anakku setiap melihat iklan televisi selalu bahagia, dia suka dengan ide kreatif si pembuat iklan , si pemeran iklanpun tak kalah membuat anak ku tertarik. Si pembuat ide tentu dibayar si pengiklan, pun begitu si artis yang menjadi bintnag iklan tentu juga dibayar. Alhamdulillah rasanya belum ada media atau keluhan konsumen yang bilang "iklan itu lebay", karena apa ? Karena kita smart konsumen. Kita bisa paham betul itu adalah iklan sebuah produk, kalau kata orang ya semua kecap ngaku nomor satu.

pixabay.com user rawpixel


Lantas dimana salah nya ? Menurutku itu adalah dunia marketing, bahasa yang dipilih, ekspresi yang ditampilkan itulah yang dijual. Masalah produknya benar memberikan khasiat seperti iklannya ya balik lagi ke konsumen ada yang Yay bahkan ada yang belum mencoba juga sudah fix bilang Nay. Enggak tahu deh apakah sesama selebriti itu saling sindir "yaela dibayar berapa sih lu? sampai mau ngiklan produk itu?" Rasanya enggak ya, karena mereka paham bahwa mereka sedang bekerja.

Blogger pun aku rasa begitu. Aku selalu berusaha menerima pilihan teman-teman, selama ada link yang harus aku like or komentarin entah aku suka apa tidak maka inshaallah akan aku respon. Kecuali kami sedang dalam kampanye yang sama tapi beda bendera maka mau enggak mau aku bantu like saja tanpa komentar atau aku gunakan akun lain ku. Karena aku pikir toh konsumen sudah selalu diingatkan supaya cerdas, lagian kalau memang penasaran blas banyak kok yang japri aku sekedar nanya "beneran sebagus review mu?". Bahkan ada kok beberapa brand yang memang minta yang diangkat adalah nilai positifnya namun mereka juga minta diemail hal-hal yang perlu dijadikan perbaikan jadi yang tampak di permukaan ya enggak selamanya seperti yang dipikirkan, itulah mengapa kita diajarkan untuk selalu berbaik sangka karena banyak hal yang tidak kita ketahui.

Rasanya wajarlah kalau aku mengerjakan pekerjaan sesuai brief, lah masak iya aku dibayar tapi keluar dari jalur. Biasanya sih aku akan mundur duluan sebelum melanjutkan campaign bila aku merasa enggak cocok. Dan kalau soal makanan memang apa saja di lidah ku kerasa enak, dan namanya juga review makanan masak iya aku harus nyuruh orang lain nyicip ? Tentu review ala-ala aku lah, lah kalau memang dianggap lebay mungkin karena sehari-hari mamak satu ini agak drama hidupnya hahaha.

Kalaupun beli sendiri trus apa lantas bisa kasih review suka-suka ? Ah sama ajakan dengan kejadian naik ojol, sekesal apapun tetap nya awak kasih bintang lima, kenapa ? Karena orang Indonesia itu ramah dan baik hati. Jadi entah kenapa aku enggak suka kalau ada yang bilang "gue bukan blogger bayaran" dan yang keabsahan nya pun susah dibenarkan #inmyopinion.

Kemampuan orang kan beda-beda ada yang bisa cerita sehalus mungkin, ada yang memang blak-blakan. Jadi kalau memang rasanya tak sama di lidah kita jangan salahkan blogger yang dibayar. Begitu pun tetap butuh effort untuk menuliskan review nya, entah dia harus datang ke event, harus beli dulu dengan uangnya, karena banyak kan sekarang ini review untuk kepentingan lomba, masak iya sih mau menang lomba isinya negativ ? yakin menang ? 

Ah, sudahlah ini cuman sedikit ketaknyamanan ketika membaca "blogger bayaran". Blogger itu nyatanya sebuah pekerjaan, kalau ada yang bilang gitu entah kenapa jadi sedih hati awak, meski bukan awak yang dimaksud tapi aku tahu betul perjuangan untuk bisa menuliskan review meski hanya dibayar seratus ribu. Lagian kalo penasaran langsung coba sendiri, kalaupun tak sesuai yah namanya pun rasa mana bisa satu rasa disemua lidah, namanya pun selera ya kan jadi memang sangat sangat tergantung lidah. Makanya kadang susah menyatukan blogger karena selalu ada gap yang dihadirkan blogger itu sendiri.




20180228

Ketika Mencari Rupiah Lewat Tulisan di Kompasiana

Bukan pengalaman buruk, namun sebuah pengalaman yang semakin membuat aku yakin untuk menulis di blog personal saja.

Setahun belakangan banyak bermunculan tawaran via email untuk menulis di sebuah platform lalu artikel kita akan dihargai sekian rupiah per view, wow ! aku tergoda ! Setidaknya penawaran yang masuk ada dari Kaskus Creator, Shopback, UC news dan yang terakhir adalah C2Live ? Semuanya menawarkan keuntungan untuk mendulang rupiah. Eh kecuali C2live agak berbeda sih namun intinya mengajak kerja sama. Respon ku ? Enggak dulu yah, terima kasih untuk kesempatannya. Selain memang enggak fokus ngeblog, aku masih seorang karyawan dan kegiatan rumah tangga juga lumayan menyita waktu. And i know who i am, intinya aku enggak bisa ikuti karena keterbatasan ku saja. Lalu alasan lainnya di semua platform itu, kita hanya sebagai penulis dan tidak memiliki akun disana, yah semuanya si empunya rumah yang atur kan, pokoknya tugas mu hanya masukkan tulisan di draft dan persetujuan tayang nanti diinfokan by email, biasanya sih 2x24 jam lah baru ada email tayang atau tidak.

Pixabay

Lalu aku mau bahas apa ? Jadi begini ceritanya, dari sekian banyak tawaran ternyata platform kesayanganku Kompasiana.com enggak mau ketinggalan, karena memang rupiah itu iming-iming yang mampu menggeser kesetiaan. Banyak kompasianer mendadak merapat ke UC News atau seaword.com karena merasa tulisan itu selain banyak di baca orang bisa pula mendatangkan rupiah. Memang kalau dipikir-pikir ya ngapain ngeramaian konten dia, apalah arti kesetiaan tanpa ada perhatian begitu analogi nya. Aku pribadi akhirnya berpikir demikian, ngapain nambah konten di akun Kompasiana ku ? Better aku kejar traffic di blog personal ku yang lumayan juga mendapat tawaran post paid.

20180224

Punya Hutang Tapi Eksis di Sosmed ?

Tulisan ini terinspirasi oleh diri sendiri, konyol rasanya namun seketika setelah update di sosmed aku langsung terduduk. Ya Rab gimana ini ? Oh ini bisa jadi membuat orang berpikir yang tak baik, tapi benaran ini terjadi.

Pixabay

Ceritanya begini, aku punya teman akrab dan aku tahu dia enggak akan pernah memikirkan apa yang sedang terlintas di kepala ku saat ini, aku bisa menjamin hal itu. Rabu kemarin aku izin dari kantor untuk menemani anak ku ke sebuah acara Pekan Olah Raga dan Seni. Biasa lah agenda rutin anak TK dan itu menyenangkan bagi mereka. Lokasinya di Ancol dan aku memang belum pernah membawa anak-anak ke Ancol, jadi aku pikir sekalian saja kami berencana main ke Dunia Fantasi. Untuk biaya ke Ancol ini aku ambil dari dana tabungan anak ku di sekolah. Lalu mendekati hari H pertolongan Allah itu datang melalui seorang teman blogger. "Mami karena aku suka dengan kepolosan anak-anakmu lewat cerita mereka di fesbuk maka aku mau ngasih dua tiket ke Dufan untuk Mami". 

Rasanya bahagia banget, pertolongan itu datang pada waktunya, impian membawa kedua anak ku ke Dufan bisa juga terlaksana. Tiket nya ada dua dan tiba-tiba suami juga enggak bisa ikut dikarenakan acara kantor. Alhasil akupun mencoba mencari tahu tiket untuk Kayama dan mashaallah ternyata anak yang tinggi nya dibawah 100 cm FREE alias gratis. Tibalah kami masuk ke Dufan dan saking bahagianya aku pun membagikan ke sosmed kalau aku sedang di Dufan dan setelah posting akupun tersadar bahwa aku berjanji pada seorang teman untuk membayar sesuatu yang aku beli dari nya pada bulan lalu. 

20180215

Freelancer Itu Berat ! Setidaknya 7 Alasan Ini Penyebabnya

Dua tahun belakangan ini, sejak aktif menjadi blogger, entah karena banyak kesempatan atau karena memang suka menulis sebenarnya aku sudah pernah terpikir untuk serius ngeblog saja seperti teman-teman yang duluan menjadi full time blogger.

Pixabay.com by Gounbik

Tapi entah kenapa sampai detik ini aku belum berani, banyak keraguan meski berkali-kali yakin bahwa Allah akan mencukupkan kebutuhan ku. Hanya saja mungkin pola didik orang tua menjadi salah satu faktor yang membuat aku selalu ragu. Mamak selalu bilang "memang rezeki sudah di atur Allah, tetapi kau kan manusia yang selalu berubah-ubah jadi tetap gunakan lah hitungan alam manusia". Karenanya urusan rezeki aku enggak bisa sepasrah menunggu jodoh, urusan uang yang selalu bisa menjadi alasan seseorang untuk berbuat baik dan buruk. Memang dunia ini tak melulu urusan uang, tapi berapa banyak kasus kejahatan yang dipicu oleh uang, berapa banyak perceraian yang terjadi karena uang, entah itu lebih atau kurang.

Dan dalam menjalani dunia blogging selama dua tahun ini, ada beberapa hal yang membuat aku belum berani melangkahkan kaki untuk menjadi seorang freelancer, coba cek apakah sama dengan alasan kalian ? Kalau beda boleh juga sharing ya, supaya ada alasan kuat untuk meyakinkan diri ini kembali hehe.

20180122

Aku Seorang Ibu dari Dua Balita, Bekerja Kantoran dan Juga Seorang Blogger

Ada saja orang yang inbox hanya bertanya "Mbak kok bisa sih ngeblog aktif ? Emang Mbak benar kerja Kantoran ?". Ya..ya rupanya ada yang curiga kalau aku hanya mengarang tentang bekerja di Kantor hehe. Bisa jadi karena aku memang jarang banget buat status tentang dunia kerja ku, padahal banyak banget bahan ghibah yang bisa aku share loh hahaha, tapi aku berusaha profesional saja. Namanya cari makan yah harus menghargai periuk nasi nya, kalau orang medan bilang masak iya sih mau berak di periuk nasi sendiri hahaha. Jadi aku sangat-sangat menghargai kantor tempat aku bekerja, entah lah nanti bila sudah enggak ngantor mungkin bisa ada 10 blogpost tentang dunia kerja ku.


Balik ke judul ya, ngeblog itu sudah sejak dari single, sepertinya masih lamaan ngeblog daripada usia pernikahan, artinya sudah menyatulah dan terbantu sejak ada facebook bisa menulis status sebagai pelepas rindu kalau ingin menulis tapi malas di blog. Menikah, memiliki anak, memasak sendiri, mengerjakan pekerjaan rumah tangga sendiri, mengerjakan tanggung jawab sebagai karyawan tapi masih bisa ngeblog ? Yup! 

Atur Waktu

Dimana ada niat pasti ada jalan. Enggak maksain diri juga sih biar tetap ngeblog, buktinya di awal pernikahan aku begitu terlena dengan urusan rumah tangga, rasa-rasanya i have no time for write ! Bangun pagi buat sarapan, lalu berangkat ke kantor, perjalanan ke kantor waktu itu bisa menghabiskan 2 jam perjalanan naik bis, lalu sampai kantor langsung ngerjain tugas, tau-tau sudah jam pulang, habisin waktu 2 jam lagi untuk sampai ke rumah. Sampai rumah nyiapin makan malam sama suami lalu tidur. Ngeblog pun nyaris terlupakan meski tetap menulis (ada tulisan pregnancy), lalu lahir lah anak pertama duh makin enggak kepikir untuk ngeblog. Aku merasa seperti harus sempurna mengurus anak ku, semua aku handle sendiri. Begitu di kantor aku mellow karena harus berpisah dengan anak ku, menulis hanya aku lakukan sekali dua kali saja.


20180103

Catatan Pencari Job dari Tulisan

I am a blogger,

Begitulah kiranya, semula enggak peduli banget sama yang namanya blog , cukup puas bisa menulis suara hati di situs keroyokan, selain gratis enggak usah mikirin traffict juga. Tapi pada akhirnya ketika melihat teman-teman yang bisa menghasilkan pundi-pundi dari tulisan kok ya kepengen, sampe disana belum berniat juga sih, sampai ada desakan dari orang-orang yang ingin mengajak ku tapi terkendala dengan blog ku yang masih nebeng situs gratisan, akhirnya november 2016 jadilah blog ini.



Pada akhirnya aku mulai rajin cari job dari tulisan dan salah satu caranya aku masuk ke banyak komunitas, ya karena dari sanalah banyak infonya. Sebagai anak bawang tentu enggak mudah, daftar kesana sini ternyata belum ke pilih, sampai akhirnya aku berpikir harus memperbanyak tulisan di blog terlebih dahulu. Perlahan namun pasti akhirnya sedikit punya angka di DA dan PA dan akhirnya job pun mampir ke blog ku.

Semula aku merasa bahwa menghasilkan rupiah dari tulisan itu hanya kesenangan lalu aku tak pernah mempermasalahkan rate card. Seberapa ajalah wong namanya hobi yang menghasilkan toh? Sering pula aku membawa anak-anak serta dalam perjalanan menghadiri sebuah event job menulis. Fee 300 ribu dan ongkos operasional lebih 600 ribu, tekor ? Enggak juga sih yang penting aku dan anak-anak bisa barengan. Aku selalu berpikir kapan lagi bisa menikmati kebersamaan, apa perlunya menyisihkan uang lebihan yang di peroleh dari hobi menulis ? Lalu agak terpelongo mendapati teman-teman yang punya hobi menulis tapi bisa mengumpulkan fee nya, yah pepatah lama sedikit demi sedikit lama-lama menjadi bukit. Akhirnya akupun mulai memisahkan pendapatan dari hobi menulis dan alhamdulillah bisa juga merasakan rekening gendut hehe dan sekarang sudah habis pula haha.

Semula aku berpikir ingin melepas pekerjaan yang sedang aku jalani, namun belakangan menjadi urung karena fee dari hobi menulis ini ternyata sangat misterius sekali. Hanya ada beberapa yang on schedule , ada yang molor sehari dua hari tapi tetap saja bagiku menunggu itu lelah. Jadi lebih baik aku dijanjikan sekian lama daripada harus menunggu jadwal yang tak pasti. Apes nya aku malah dibuat trauma, ketika aku pernah bertanya secara personal dan kemudian di beri cap. Oh maiii.. nanya bukan di status, nanya personal loh ya dan itupun karena aku anggap dekat. Rasanya jadi sedih, memang aku bukan seleb yang setiap pekerjaan itu bisa aku baca dengan detail karena ada yang bacain atau si pemberi menelpon dengan penjelasan detail nya, seringnya pengen enggak gangguin orang dengan pertanyaan sepele, namun kadang merasa ah enggak apa-apa kali kalo aku nanya, nanya nya pun sesopan mungkin.

Alhasil sejak saat itu aku memilih ya sudah kalau ada job, baca detail, enggak usah nanya-nanya. Cuman pernah akhirnya aku bertanya juga karena tak kunjung tiba, alhamdulillah kali ini di sambut oleh orang berbeda dengan cara yang berbeda pula. Kemudian pernah sama orang yang sama, enggak beneran enggak mau nanya, eh tapi gimana dong? Akhirnya nekad nanya, syukur nya memang keselip, memang terlewatkan "ahh untung lah" kalo enggak pasti aku dicap lagi hehe.

Terkadang ada juga perasaan jenuh, karena menulis bukan lagi tentang kesukaan melainkan kewajiban, tapi mengingat memang aku butuh maka selalu ada semangat untuk menyelesaikannya.

Terima kasih untuk komunitas yang sudah memberikan berbagai kesempatan bagi ku, dan paling suka dengan komunitas yang bisa kasih job online saja, enggak usah hadir ke event hehe, maunya sih begitu ya haha.

Tulisan curhat di tahun baru ku yeaayy !


20171108

Registrasi Ulang SIM Card Yang Melelahkan !

Betul kalo ada yang bilang "sekali-kali liburan lah biar bisa tahu situasi negara lain", tapi kalau mau mengucapkan itu untuk orang-orang terdekat kok ya berat rasa nya. Meski belum banyak negara tapi aku bersyukur bisa mampir ke beberapa negara lainnya. Dan aku suka mencari tahu apa sih bedanya negara ini dengan negara ku ?

Pixabay.com

Vietnam negara Komunis, kali pertama aku mendarat akupun kaget melihat suasana nya "duh kok kampungan ya ?" Sampai-sampai papa berkomentar melihat poto liburan ku " ngapain sampai ke Vietnam kalo cuman mau lihat sawah-sawah begini?". Akupun paham negara komunis itu prinsipnya harus sama rata, karena alasan itulah aku susah melihat orang seperti Princess Syahrini disana, di sore hari masih terdengar suara dengan pengeras suara yang isinya "mengingatkan rakyatnya" persis zaman sebelum merdeka bangsaku. Lalu ketika bangsaku marak isu PKI, paham komunis akan hidup di Indonesia maka aku hanya bisa tersenyum "iya kali lu mau berbagi harta untuk si miskin", "iya kali lu mau turun derajat untuk perataan nasib". NO di Indonesia selama masih banyak orang seperti incess maka paham komunis itu akan susah tumbuh nya, makanya aku gemes sama emak-emak yang kerjaannya kirim BC tentang PKI, tapi mau nyuruh holidei ke Vietnam yo kok berat hehe.

And then ketika aku ke Korea, pengen banget nelpon murah dan pengen beli SIM Card lokal saja, Jacky pemandu wisata kami meminta paspor ku "disini beli kartu telepon harus terdaftar dan aku sudah tidak bisa beli nomor baru lagi". Oh gitu ya negara kalian ? Di Negara ku bebas kok, aku saja punya empat nomor dan mata Jacky pun terbelalak melihat aku memiliki empat nomor. Liburan itu membuat aku paham bahwa Indonesia memang the best !

Zaman Now ! Akhirnya pemerintah membuat eh menjalankan regulasi bahwa per 31 Oktober 2017 sampai 28 Februari adalah waktu untuk mendaftarkan nomor selular kita, so apa respon masyarakat bangsa ini ? Good ada yang langsung mendaftar dan ternyata adajuga yang membuat isu registrasi ini sebagai isu menuju pilpres! Yassalam...apalah ini ? Beranda fesbuk belum juga reda dari Pilkada DKI eh udah kudu mikirin Pilpres 2019, amangoiii macam yakin aja besok masih hidup!
Hitungan Ngaco

20171106

Ketika Broadcast Meresahkan Para Emak

Broadcast itu memang benar ya mak, nyaris 80% HOAX. Tapi kadang ketika aku bilang itu hoax ada saja yang menyerang balik karena ini itu. Jadilah terkadang males nanggepin, tapi ada kejadian heboh deh dari kemarin beberapa WAG ngeshare broadcast hampir serempak isinya.

Isinya warning buat para orang tua yang intinya di icon GIF Whatsapp, semua heboh karena hanya dengan ketik sex maka segala gambar bergerak tentang sex muncul, ihh menyeramkan! (Graphics Interchange Format(GIF) adalah sebuah format yang sering digunakan dalam dunia web maupun dalam dunia citra digital. Format ini sering digunakan karena ukurannya yang relati kecil dan juga banyaknya software editor gambar yang telah mendukung citra ini. GIF berukuran kecil karena membatasi jumlah warnanya sebanyak 256 warna sehingga dapat menghemat ukuran berkas).


Sebenarnya ada banyak versi yang aku terima, jujur aku malah baru tahu kalau ada GIF yang begituan, secara sama suami juga kalau Wa-an paling hot emoticon nya yang kiss dan lope-lope, enggak pernah juga ngirim GIF !. Kaget! ish kok ada sih icon beginian ? Bisa rusak deh ini anak-anak. Eits tapi tunggu dulu? Aku aja yang bolak balik make WA baru tahu justru lewat broadcast WA ini? Aish ini broadcast viral banget jadi kek ngiklanin deh konten GIF ini, yang enggak tahu jadi tahu ?

20171027

Blogger Zaman Now, Kebanyakan Iklan

Meski menyebut Blogger Zaman Now , murni itu aku maksud untuk menunjuk diri sendiri, yah anggap saja biar kekinian dengan judul yang zaman now.

Menulis sejak tahun 2008 di sosial media membuat aku belajar untuk semakin menulis dengan baik. Awalnya ngeblog itu hanya sebagai perpindahan kesenangan menulis dari buku konvensional ke buku digital. Dari tulisan bergembok sampai tulisan berkomentar. Menulis itu menyenangkan, terkadang dalam keadaan marah dan tak bisa melampiaskan amarah maka aku mencaci seseorang,mengutuk keadaan lewat tulisan, derai air mata mengiringi rangkaian kata dan akhirnya aku merasa lega bisa menuangkan segala kebencian lewat rangkaian abjad. Membacanya mengurangi kekesalan ku sehingga banyak persoalan yang bisa aku lalui tanpa emosi yang menguras energi.

pixabay.com

Kini setelah memiliki anak, aku bahkan semakin menyukai menulis, aku merasa jiwaku lebih baik, eh bukan hanya jiwa, dompet pun ikutan bahagia hehe.

Blogger Yesterday

Dulu menulis tak mengenal deadline, menulis tema apa saja yang dekat dengan kehidupan cenderung bergaya reportase, dulu menulis itu tanpa harapan rupiah, bahkan menulis sambil tersenyum tanpa memikirkan page view. Sebelum zaman now aku menulis apa saja yang aku rasakan, habis marah dengan orang tua jadi satu artikel, habis putus cinta jadi puisi, bahkan habis beli tempe mendoan di pinggir jalan jadi sebuah bentuk promosi. Bertemu teman untuk silaturahim, begitu erat saling menyapa.

20171020

Perlukah Blogger Menjadi Anggota Sebuah Komunitas ?

Cerita hari ini di omprengan, aku hampir terlelap tapi dua orang disebelah ku malah ceritanya seru banget tentang komunitas yang keduanya menjadi anggota di dalamnya. Entah siapa namanya yang pasti keduanya adalah perempuan, kita sebut saja namanya Mawar dan Sereh. Inti cerita mereka apa ? karena aku ngantuk jadi enggak tahu juga hehe. 

So mari kita buat tulisan tentang perlu enggak sih blogger itu jadi member di sebuah komunitas ? Menurutku PERLU !. Memasuki dua tahun ini aku memang aktif di beberapa komunitas blogger. Yup, memang baru dua tahun saja meski aku sudah meninggalkan jejek menulis digital sejak tahun 2006 dan selama belum menjadi member di sebuah komunitas maka isi tulisanku murni tentang rasa, dan sebagian curhat entah sebagai jomblo, sebagai anak, sebagai karyawan dan sebagai diri sendiri.

Community : Pixabay.com

Pertemuan dengan teman-teman blogger lainnya membuka mata ku, ternyata begitu banyak komunitas yang menaungi blogger dan akupun akhirnya join menjadi member. Rata-rata komunitas blogger ini bersifat tertutup so kalian harus minta join dulu baru bisa menjadi member nya. Dari satu komunitas akhirnya bisa mengetahui keberadaan komunitas blogger lainnya. Dan saat ini aku hanya aktif di tujuh komunitas blogger dan dari tujuh ini yang paling aktif aku hanya di 4 komunitas.

Keuntungan Menjadi Member Sebuah Komunitas



  • Lebih banyak mendapat informasi event blogger baik online maupun offline
  • Menambah teman blogger paling enggak bisa mempengaruhi jumlah follower akun sosial media kita ❤
  • Aku bisa mendapat banyak ilmu dari kegiatan sharing yang dilakukan komunitas
  • Mendapat kesempatan untuk menambah income
  • Syukur-syukur bisa jadi femes kaka hehe
kalau ada untung tentu ada rugi ? Mungkin bukan rugi sih ya, hanya saja sisi buruknya lah. Menjadi member di komunitas bagi diriku sendiri kekurangannya cenderung membuat aku tampak seperti harus mendewakan founder nya. Terkadang enggak mau komen di statusnya namun hatiku lalu berbisik "eh komen deh, dia kan bos komunitas ini, kali-kali komen lu bisa berbuah job". Aish...kalau udah ada rasa begini akhirnya aku menarik diri untuk aktif di komunitas itu. Karena aku takut, takut akan ada persepsi di kepalaku bahwa rezeqi ini dari komunitas itu gue harus baek-baek, sementara disisi lain gue enggak memperbaiki apapun untuk sang pencipta. 

Persoalan lain dari menjadi member komunitas adalah Baper, udah ikutan daftar job dengan sekian persyaratan eh tahu-tahu nya enggak kepilih, langsung deh su'udzon, huhu karena aku enggak dekat sama dia nih ! Lalu masalah hak blogger, jelas komunitas yang sudah tentukan kalau yang rate nya bagus ya said alhamdulillah kalau rate nya yang sadis akupun mingkem aja disana sekedar share tulisan (maybe) ? Ketika kita mendpat job dari komunitas maka kita enggak ada nilai tawarnya, mau ambil, enggak mau diam aja.

Baca juga : Dunia Blooging 

Gitu dulu ya, ini jalanan udah lancar dan siap-siap naik ojek, next post aku mau bahas komunitas yang OK di mata ku. Emang penting li ? Penting enggak penting ya nulis aja hehe.


20171006

Status Facebook

Facebook saat ini semakin di idola kan banyak orang. Status facebook dulu hanya bisa 250 kata, aku masih ingat deh dulu kalo mau update status beranda kita isinya 'uli is .... ' so kita sepertiu mengisi aja dengan hal apa yang sedang kita lakukan , misal nya "uli is makan siang". Nah datanglah komentar tanpa mention "bagi donk". Sesingkat itu saja, lalu semakin kesini sepertinya Mark memahami interaksi manusia sudah tak seperti dahulu. Kehadiran gadget membuat batas antara individu, membuat orang lebih asyik dengan gadget di tangan, manusia mampu menangis dan tertawa dengan sendirinya hanya lewat gadget. Mark lalu memasukkan semua emosi yang dimiliki manusia ke facebook. And now di facebook sapaannya "what's on your mind this morning?" itu kalau pagi, kalo malam dia nanya lagi "apa yang kamu pikirkan malam ini uli?". 

Pixabay.com



Facebook menjelma seolah menjadi seseorang yang teramat care sama kita, dan kita nyaman mencurahkan apapun karena tak ada interupsi, bahkan semakin panjang curahan hati mu dikasih star pulak di status kita itu,duh Mark! Aku pribadi termasuk yang menikmati facebook. Ada kebahagiaan ketika aku bisa mempublish poto kedua anakku, seolah aku bersama mereka, komentar teman-teman di facebook bahkan kadang menjadi energi tersendiri. 


Baca Juga : Dunia Blogger